Muhammad Arfian writes:

Assalaamuâalaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu

Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,


Sekali lagi sanak memelintir pernyataan saya. Coba baca baik-baik mail saya sebelumnya, apakah saya mengatakan kita harus memiliki kekuasaan dulu baru tauhid?

Mohon maaf jika saya salah memahami kata-kata Uda. Namun bukankah dalam sirah nabawiyah Rasulullah menekankan dakwah tauhid (di Makkah) yang kemudian memungkinkan tegaknya pemerintahan (di Madinah).


Sedangkan Uda mengatakan:

"Mungkin saja tidak semua orang Indonesia akan mendukung penerapan hal-hal seperti itu, tetapi dengan adanya dukungan politis kesempatan untuk melakukan perbaikan tauhid insya Allaah akan lebih terbuka."

Mohon maaf sekali lagi.

Saya melihat jelas perbedaan kita di sini, saya melihat bahwa keadaan
masyarakat Indonesia saat ini layaknya sebagai masyarakat Madinah pada jaman Rasulullaah SAW, di mana ada segolongan kaum Muslimin yang memiliki kafaah untuk melakukan usaha-usaha politis dalam menegakkan tauhid di bumi Indonesia ini, dan mereka tidak menafikan penegakan tauhid Islam sebagai prioritas utama.

Uda Muhammad, di Madinah umat Islam tidak hanya segolongan dan mereka telah kokoh dalam tauhid. Sungguh berbeda dengan Indonesia yang walaupun secara jumlah umat Islam besar namun betapa banyak yang belum kokoh aqidahnya.


Wa Allahu a'lam bish shawab.

Ahmad Ridha

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke