Assalaamuâalaykum wa Rahmatullaahi wa Barakatuhu
Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
Semoga Uda Muhammad dan kader-kader PKS yang ada di sini bersedia membaca dan memberikan penjelasan kepada saya.
Nah, setelah sanak membaca isi Piagam Madinah, apakah sanak menganggap
orang-orang yang ingin menerapkan Piagam Madinah adalah orang-orang ingin
membuat umat Islam berada dalam kekuasaan kaum non-muslim? Esensi dari
Piagam Madinah itu sendiri adalah kaum muslimin sebagai kaum yang mayoritas di sana menjadi penguasa di Madinah, dan saya berhusnuzzhon bahwa orang-orang yang memperjuangkan Piagam Madinah itu adalah orang-
orang ingin membuat kaum muslimin sebagai mayoritas menjadi penguasa di negerinya sendiri.
Justru saya bertanya karena merasa heran dengan realita di lapangan. Dalam berita yang linknya pernah saya berikan disebutkan (silakan dibaca lengkapnya jika ragu).
http://pk-sejahtera.org/modules/news/article.php?mn=1&storyid=2492
"Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyatakan, parlemen dan kekuasaan yang ada saat ini harus diganti dengan orang-orang bersih yang tidak melakukan korupsi. "
"Untuk itu, Hidayat menyerukan dibangunnya koalisi bersih menghadapi Pemilu 2004. Koalisi bersih adalah bersatunya kekuatan-kekuatan politik yang tidak mengkhianati rakyat dan melakukan atau menyuburkan korupsi. Koalisi bersih bersatu untuk mengganti parlemen dan kekuasaan yang ada saat ini."
"Koalisi bersih adalah membangun kembali komitmen yang luas, lintas agama, lintas suku, lintas golongan untuk mengatasi krisis, memberantas korupsi, mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan TNI, polisi, buruh, tani, nelayan, dan seluruh rakyat Indonesia," ujarnya."
Dalam artikel di atas yang saya pahami adalah Hidayat Nur Wahid menghimbau pergantian parlemen dan kekuasaan dengan koalisi bersih yang salah satu sifatnya 'lintas agama'.
Mohon diklarifikasi maksud 'lintas agama' di sini karena setahu saya agama yang ada adalah Islam dan selain Islam.
Kemudian dalam artikel selanjutnya:
"Rudi Himawan, MBA, ketua Pusat Informasi PK Sejahtera di Amerika (PIPKA) yang tampil sebagai pembicara pertama menyebutkan bahwa kemajemukan bangsa kita memang mengharuskan adanya keterbukaan dari segenap komponen bangsa ini. PK Sejahtera sangat menyadari bahwa ia tidak mungkin berjalan sendirian dalam upaya membangun bangsa ini tanpa bekerja sama dengan komponen lain.
Karena itulah, agenda yang ditawarkan PKS disebut dengan Agenda Bersama, bukan agenda PKS sendirian. Rudi juga memaparkan contoh-contoh nyata PKS dalam kiprahnya yang melibatkan orang-orang non muslim."
Apakah 'Agenda Bersama' yang dimaksudkan di sini? Apakah terkait dengan 'koalisi bersih' sebelumnya?
Atas penjelasannya sebelumnya saya ucapkan jazakumullahu khairan.
Wa Allahu a'lam bish shawab.
Ahmad Ridha
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
