|
Saya tidak memaknai" seperti
bayi yang mendekatkan mulutnya ke puting susu ibunya. Si bayi
hanya mengharapkan keibaan hati dari si ibu dengan cara mendekati terus
menerus dan sungguh-sungguh. Padahal bukan begitukan ........... karena syaidina
Umar pernah memarahi seseorang yang kerjanya hanya mendekati diri kepadaNYa
dengan hanya berdoa terus-menerus di dalam mesjid tanpa ada usaha
duniawi." Saya tidak tahu dimana anda mendapat ide
tersebut.
Kata-kata di atas adalah kalimat dari bapak Quraish Shihab yang
saya dengar langsung. Jadi idenya memang dari bpk Quraish saya hanya
menyampaikan saja. Kalimat itu saya tujukan pada semua netter di milis ini,
tidak untuk Isna seorang, siapa tahu ada saja orang yang salah nangkap kalimat
yang Isna berikan, itu saja. Kok jadi tabik suga pulo baliak.
Salam
MII
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 10, 2004 10:12
PM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] batanyo
Yang pertama, saya minta dipotong ekornya yang bajelojelo,
seperti kata salah seorang netter dulu, karena diantara kita banyak yang
berplat hitam.
Yang kedua, anda kelewat membaca kalimat dari saya
sebagai berikut "Dari keterangan Dodi syarat untuk minta cerai dari si
wanita sudah terpenuhi. Jadi dia seharusnya sudah mengambil keputusan
tersebut.
Yang ketiga, kalimat " syaratnya dekatkanlah diri
terus menerus dengan sunguh-sungguh kepadaNya" adalah untuk
memberikan kekuatan bagi si wanita untuk mengambil keputusan bercerai,
karena bercerai secara umum dianggap malapetaka, namun suatu saat seseorang
harus mengambil keputusan tersebut, dan mendekatkan diri kepada Allah adalah
pemberi kekuatan yang paling tinggi , hingga wanita itu mampu dengan kepala
tegak untuk menapak hidupnya yang baru, yang mungkin jauh lebih baik dari yang
dialaminya sekarang.
Saya tidak
memaknai" seperti bayi yang mendekatkan mulutnya ke puting
susu ibunya. Si bayi hanya mengharapkan keibaan hati dari si ibu
dengan cara mendekati terus menerus dan sungguh-sungguh. Padahal bukan
begitukan ........... karena syaidina Umar pernah memarahi seseorang yang
kerjanya hanya mendekati diri kepadaNYa dengan hanya berdoa terus-menerus di
dalam mesjid tanpa ada usaha duniawi." Saya tidak tahu dimana anda
mendapat ide tersebut.
Saya juga menonton acara TV tersebut, dan
pertanyaan tersebut menurut saya sangat awam. Mungkin yang nanya wawasan dan
pemikiran intelektualnya sangat sederhana, yah pak Quraish harus meneranginnya
kayak gitu.
Salam Isna
M. Ismet Ismail wrote:
Minggu kemarin saya mendengar
ceramah dari bapak Quraish Shihab lewat TV Metro dan kebetulan menyinggung
pembicaraan mengenai kalimat di bawah seperti yang ditulis Isna
"...............Allah swt tidak pernah mungkir dengan janjinya................., maka jalan keluar juga akan
diberikanNya, syaratnya dekatkanlah diri terus menerus dengan
sunguh-sungguh kepadaNya. Mudah-mudahan Allah melimpahkan kasih
sayangNya ................"
Ini hanya "sharing"
pengetahuan saja yang baru saya dapat dari bpk Quraish yang menyatakan bahwa
kalimat di atas sering diartikan bahwa "mendekatkan diri terus menerus
dengan sungguh-sungguh kepada NYa" dengan beranggapan bahwa cara berpikir
Allah itu sama dengan manusia sehingga kata-kata "mendekatkan diri
terus-menerus dengan sungguh-sungguh" dimaknai seperti bayi yang mendekatkan
mulutnya ke puting susu ibunya. Si bayi hanya mengharapkan keibaan
hati dari si ibu dengan cara mendekati terus menerus dan sungguh-sungguh.
Padahal bukan begitukan ........... karena syaidina Umar pernah
memarahi seseorang yang kerjanya hanya mendekati diri kepadaNYa dengan hanya
berdoa terus-menerus di dalam mesjid tanpa ada usaha duniawi.
Salam
MII
____________________________________________________ Berhenti/mengganti
konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
|
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________