Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Waalaikumsalam.Wr.Wb. Bundo di Al Azhar ada dua type mahasiswanya.Satu yang di kirim oleh Depag,satunya lagi oleh pribadi atau yayasan sendiri dengan biaya sendiri istilah kami di Kairo " Terjun bebas ". Kalau dari Depag,bea siswanya dari Al Azhar sudah ada dan jelas memang.Tapi kalau terjun bebas,bea siswa untung-untungan,bisa dapat,bisa kagak.Dan sumber bea siswa lumayan banyak di Mesir itu,tapi sekarang mahasiswanya banyak pula,sehingga rezeki-rezekian,bagi yang terjun bebas itu. Mungkin yang akan di kirim oleh Thawalib Parabek,adalah yang " Terjun bebas ",sehingga harus mengusahakan sendiri bea siswa setelah sampai di Mesir itu.Dan ini spekulasi.Syukur dapat bea siswa,kalau tidak dapat,harus dapat kiriman dari ortunya di kampung. Mungkin keterangan ini dapat menjelaskan perbedaan bea siswa Al Azhar itu.mengenai syarat masuk untuk S1,ngak perlu harus hafal Al Qur'an bundo,tapi kalau mau naik ke tingkat dua,ia harus hafal 2 juz,..begitu seterusnya,kalau ngak,.yah..ngak naik tingkat. Yang harus hafal Al Qur'an adalah untuk mengambil S2.Ini yang sangat berat sekali.Bahkan kalau sudah lulus untuk masuk ke Dirasat Ulyapun harus lulus semua mata kuliyah,gagal satu,gagal semuanya.Ini selama dua tahun kita alami,baru kita bisa menulis skripsi,dan mengajukan judul.Dan disini banyak gagalnya mahasiswa asing. Alhamdulillah nanda termasuk yang berhasil melewati fase yang paling berat itu.Padahal ketika itu nanda lagi habis melahirkan tiga hari,datang ujian,bawa bantal,untuk penyanggah tempat duduk,karena masih sakit jahitan habis melahirkan, ujian di tingkat 4 lagi,naik tangga di bimbing oleh suami nanda sendiri . Mana anak masih kecil lagi.2 bulan sebelum melahirkan sudah sering sesak nafas,sehingga menghafal Al Qur'an pun sedikit sekali,padahal ujian hafalan Al Qur'an itu sudah dekat,mo diapakan lagi sikon hamil besar. Tapi alhamdulillah lulus juga.Dan setelah masuk kuliyah Dirasat Ulya,selama dua tahun, dengan anak tiga orang ,masih kecil2,alhamdulillah nanda dapat juga melewati fase terberat juga. Nanda lulus,dan satu-satunya ketika itu, dan sampai saat ini sudah berjarak 6 tahun lebih,masih belum ada juga wanita Indonesia,juga asing lainnya,yang berhasil untuk masuk di dirasat Ulya itu,terutama jurusan Hadist ini,begitu sekali beratnya masuk S2 di Al Azhar itu,ngak segampang masuk S1,berat sekali bundo,nanda saja dulu merasa ngak mampu,kalau lah tidak di dorong oleh suami,yang mengatakan bahwa nanda punya kemampuan untuk lulus. ( inilah akibat selalu merasa diri bodoh dan tidak mampu,sehingga merasa,ngak bisa aja segalanya ),nanda sendiri kala itu ngak percaya diri,karena tahu sekali,betapa berat menjalani S2 di Al Azhar itu ).Syukurlah suami nanda dengan setia mendorong dan memberikan spirit baik materil,maupun moril untuk itu. Tapi kala itu,nanda santai saja koq menghadapi ujian,mo lulus,yah berarti rezeki,mo gagal,yah sudah takdir Allah,begitu saja prinsip nanda.Dari pada pusing-pusing mikirin lulus apa kagak,sakit kepala jadinya,yah..dijalani saja apa adanya.Eh..kagak tahunya lulus,tanpa ulangan termen kedua lagi,sekali ujian,langsung lulus,begitu selama dua tahun berturut2,..nanda sendiri kaget. Kalau di pikir2 berat sekali,punya anak tiga,kuliyah di tempat yang terberatnya minta ampun,S2 Al Azhar itu terkenal berat ,mungkin ini hikmahnya nanda hafal Al Qur'an,sehingga segala sesuatunya di mudahkan oleh Allah,dan nanda lebih mementingkan mengurus suami dan anak-anak ketika itu,ketimbang belajar itu sendiri. Belajar nanda sedikit sekali,tapi sejam dua jam belajar,benar2 di hayati dan diseriuskan.Jadi segala sesuatu itu tergantung kuasa Allah semata,bukan kita yang menentukan hidup kita ini,kita hanya bisa menjalani saja.Ini mengenai suka duka kuliyah S2 di Al Azhar bundo.Semoga ada bayangan buat netters yang lain.Untuk S1 di Al Azhar gampang,untuk S2nya sangat berat sekali. Wassalam.nanda Rahima. --- Hayatun Nismah Rumzy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Server mailing list RantauNet berjalan atas > sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak > yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan > klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > > > Assalamu Alaikum W. W. > Waktu bundo tanya kepada Rahim dan Ima kemungkinan > pengiriman putra-putri > dari Sumbar ke Al Azhar dijawab oleh Ima bahwa yang > mengatur itu Depag dan > banyak yang dari Jawa kelihatan mendominasi jatah > foreign students tersebut. > Syaratnya juga agak berat seperti waktu Ima itu > harus hafal Al Quran ------- > kan susah sekali itu. Untuk menghafal Yasin saja > bundo ini sampai sekarang > belum berhasil baik. > Sekian salam dari ayah dan bundo untuk kel Zul > Wassalam > Hayatun Nismah Rumzy > > > ----- Original Message ----- > From: "Zulharbi S" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Wednesday, December 10, 2003 12:25 AM > Subject: Re: RE:( 2 ) [RantauNet.Com] Seminggu > Perjalanan ( 3 ) > > > > Oh ya, Ima dan Rahim, kami lupa memberitahukan > bahwa tahun ini (sudah di > > Cairo) ada 6 orang mahasiswa baru Al-Azhar alumni > Sumatera Thawalib > Parabek, __________________________________ Do you Yahoo!? New Yahoo! Photos - easier uploading and sharing. http://photos.yahoo.com/ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

