Uni Rahima Nan Elok,
Carito Uni saminggu jalan jalan ke Luxor jo Aswan cukuik manarik. Dan ambo pun tadinyo Rirayo kapatang ka rencana juo ikuik program tu dari Paris. Tapi, setelah dipikie dan alasan lain, jadinya dibelok kan ke Turki. Dan inipun gga jadi terlaksana karena ada peristiwa bom yang menghantam kota Istanbul, kota yang sangat saya senangi, karena mulai th 99, pas setiap kali lebaran ke sana, terutama ke Mesjid Biru.
Namun dari carito Uni bagian ke 3, ambo agak takajuik jo ndak lamak hati mambaconyo. Liat yang dibiruin. Justru dengan sikap terlalu menganggap budaya Barat sebagai budaya orang kafir, Uni dan keluarga mengukung diri sendiri dalam rasa ' kesempurnaan dan rasa keagungan' sebagai umat Islam. Ini yang dapat saya simpulkan secara tergesa gesa dari pemikiran Uni.
Maaf, kenapa saya katakan hal ini? Karena Uni masih menganggap bule yang pakai BH dan celana renang doang sebagai hal yang menjijikan. Kayaknya lebih menjijikan dari najis tahi anjing. Maaf Uni. Karena uni sendiri tidak menghindar dengan alasan apapun kalo melihat tahi anjing di jalan. Saya tidak membela bule atau budaya Barat. Tapi berperasaan sekarang kalao kita yang tinggal bukan di lingkungan Islam , seolah sudah hidup di alam yang penuh najis. Dan emang bule dan budayanya sudah begitu seperti kita orang Minang dengan budaya Minangnya. Tega kah kita mendengar kalo seorang Ibu bule mengatakan pada anaknya kalao orang Minang itu bego dan dungu karena berpakaian tidak seperti mereka?
Justru Uni seharusnya kasih pengertian dan penjelasan pada putra Uni bahwa di dunia ini , kita sebagai Umat Islam tidak hidup sendirian dan tidak mungkin hidup sendirian sesama umat Islam saja. Dan menjelaskan kalo dikolam renang, memang harus berpakaian renang dan tidak mungkin pakai jilbab atau pakai sarung ama peci. Uni harus menempatkan hal ini pada konteksnya. Kalo bagi bule, ber BH ria di kolam renang bukan lah hal yang menjijikan. Itu malah sudah diwajibkan , demi kesehatan. Jika Uni masih menganggap hal ini sebagai hal yang menjijikan, kayak nya saya beralasan untuk khawatir kalao Uni kelak jadi ulama di ranah Minang. Kenapa ? bisa jadi Uni akan menjadi ulama fanatik dan akan mewajibkan wanita Minang memakai Burka atau Niqab atau malah Abaya ( tolong deh Uni jelasin pada netters apa itu Abaya). Dan akan menutup semua kolam renang di ranah Minang !!! Ga bisa saya bayangin klo sudah jadi begini.
Saya tidak akan bangga melihat orang Islam yang tungang tungguik shalat 5 waktu sehari, tapi masih aja punya kelakuan jelek seperti korupsi, main sikut kiri kanan, penjilat dan riya. Atau celakanya lagi, suit suitan di di prampatan jalan kalo melihat cewek bahenol liwat.
Kayaknya, ulama kita tidak atau belum mengagendakan dalam khutbahnya rasa toleransi dalam kehidupan sehari hari dan masih menganggap budaya asing alias Barat sebagai budaya orang kafir. Kenapa orang islam uring uringan melihat yahudi dan kristen ? karena yahudi dan kristen telah mempelajari watak orang islam dan mau mempelajari apa yang terungkap di AL quran, sehingga mudah bagi mereka untuk mempermainkan orang islam. Sedangkan umat islam ' "terlena" dengan keagungannya. Memperlajari injil atau kitab suci agama lain dianggap haram. Jangankan mempelajari injil atau kitab lain, alquran saja , ga banyak yang bisa ngerti. Kita tidak diajari sikap kritis dan malu menanyakan apa sebenarnya apa yang dimaksud oleh satu ayat. Lihat saja apa yang terjadi di surau atau mesjid di kampung. Semua pada hapal alquran, tapi ngerti kah mereka apa yang dimaksud oleh alquran itu? Marilah kita saling mengingatkan. Jangan mudah terjerumus ke dalam suatu " fanatisme" .
Kembali ke perjalanan Uni, kan rugi tidak bisa menikmati pemandangan indah yang telah dikaruniakan oleh Allah pada masyarakat Mesir hanya karena ada bule yang ber BH ria di kolam renang. Rasa jijik melihat bule ini membuat Uni sekeluarga jadi cepat cepat turun ke ruang tertutup lainnya. Kalo seandainya Uni dan Uda lebih bijaksana, cukup dengan kasih pengertian pada putra putri bahwa kalo hal itu dilakukan oleh Baba sama Oumi, baru boleh beranggapan jijik, dan itupun hanya sebatas putra putri dan Uni sekeluarga. Bener ga Ni?
Dah dulu yah, ntar malah makin marah lagi Uni sama saya . Dan saya rasa, makin banyak saja netters yang akan menganggap saya kafir dan membela bule. Tapi demi meluruskan suatu pemikiran, saya lebih senang mengatakan apa adanya. Yang mau marah , silahkan marah dengan alasannya, dan yang akan anggap saya kafir, silahkan kemukakan alasannya.
Semoga orang Islam Minang tidak menjadi penganut Islam fanatik dan jalur keras.
Heri Tanjuang (40)
Rang Tabiang
Paris
Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Anak saya yang nomor dua ( lelaki ),baru berumur 7
tahun kelas dua SD,ia berceloteh begini "
Baba,..Mama..koq orang-orang itu pada telanjang semua
dan jorok sekali..kenapa mereka tidak malu ..".
Akhirnya si Baba menjelaskan,bahwa orang yang
berpakaian semacam itu berasal dari budaya Barat,orang
Amerika memang semacam itu,ngak sopan pakaiannya.Kita
hanya sebentar berada di atas sana,langsung
kebawah,karena ngak enak melihat pemandangan orang
telanjang semacam itu,terutama untuk anak-anak kita
yang masih kecil,tapi ada baiknya mereka mengetahui
dan melihat langsung bagaimana budaya Barat
itu,sehingga mereka dapat membedakan mana yang benar
dan mana yang salah,kita sebagai orang tua,ngak bisa
menutup kemungkinan dan mengurung anak,ada baiknya
mereka di perlihatkan yang jelek itu sekali dua kali
dan yang baik itu setiap saat ,dan kita membimbing
mereka terus,sehingga tatkala besar kelak mereka tidak
terkejut lagi bila berada di dunia nyata,dunia luar
dan dunia yang bermacam ragam model dan bentuk manusia
dan budayanya.
Tapi untuk melihat suasana tidak baik itu cukup sekali
dua,sangat tidak bagus kalau keseringan,apalagi hidup
di lingkungan jelek,bagimanapun pasti ada pengaruhnya
juga pada anak-anak,besar ataupun kecil pengaruh
tersebut terhadap dirinya ,itu sebabnya sebagai orang
tua,sebaiknya memberikan pada anak lingkungan yang
baik sejak dari kecilnya,tapi tidak menutup
kemungkinan sekali dua kali,kita perlihatkan juga
bagaimana kehidupan yang tidak baik itu,agar kelak ia
tidak kaget dan dapat membedakan mana yang baik dan
buruk itu.
Do You Yahoo!? -- Avec Yahoo! soyez au coeur de la r�colte de dons pour le T�l�thon.

