Buat: Yang Sedang Bersedih...

eramuslim - Tidak dapat dibantah lagi bahwa kesedihan adalah salah satu
kondisi yang paling tragis dan paling besar -terasa- sakitnya bagi raga
maupun jiwa. Apabila ia menyatu bersama kuku-kukunya yang tajam ke dalam
jiwa, tidak lama kemudian ia akan merobek-robeknya dan
memporak-porandakannya. Maka akan kita dapatkan manusia yang kacau dan
mengalami kegoncangan dalam hidup dan kehidupannya.

Dan kesedihan tadi akan mempengaruhi sebagian dan bahkan seluruh komponen
kehidupannya jiwa dan raga, hingga ia melihat dunia dalam pandangan matanya
lebih gelap dari kegelapan dan lebih sempit dari lubang jarum. Jiwanya tak
ubahnya laksana tinta-tinta tebal di atas permukaan air. Ia menghitamkan
setiap apa yang ia muntahkan dari dalam perutnya kepada apa pun yang dekat
dengannya. Dan kesedihan akan menghitamkan kehidupannya dengan apa saja yang
ia muntahkan atas dirinya dengan kesedihan-kesedihan dan
kecemasan-kecemasan. Karenaya, kau akan melihat mereka menyamakan antara
jiwa dan raga yang sedih dengan apa yang mereka pakai dan tampakkan dengan
pakaian-pakaian berkabung. Tatkala penyakit sedih tadi menjadi sebuah
penyakit yang menimpa jiwa seluruhnya.

Seorang bijak adalah orang yang mencari alternatif terapi penyembuhan yang
lebih baik, dengan beragam obat dan pengobatan lainnya, setelah mengalami
kesulitan dengan penyembuhan awal, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang
dokter terhadap penyakit-penyakit yang membangkang di dalam raga. Maka
syarat awal agar berfungsinya obat bagi raga yang sedang ditimpa penyakit
adalah membiasakan diri untuk mengkomsumsi obat yang akan menyempurnakan
proses sirkulasi di dalam raga.

Wahai yang sedang bersedih...

Segala apa yang ditawarkan berupa alternatif penyembuhan kesedihan tersebut,
jika kalian mau menjalaninya dengan kebiasaan yang konsisten, mengontrol
cara pandang hidup, berpikir positif dan memaksimalkan kesungguhan dan
ketekunan, penelitian yang berulang-berulang, dan melatihnya menjadi sebuah
kebiasaan, sehingga menyatu dalam jiwa. Ketika seseorang memiliki kemampuan
untuk melakukannya secara terus-menerus, akan lahir darinya
perilaku-perilaku jasmaniah dan kejiawaan yang menakjubkan dan mencengangkan
keadaan.

Perlu adanya kerelaan pada seseorang untuk berpikir dan membiasakan diri
dengan ketentuan-ketentuan utama dan -membiasakan- untuk mempraktekkannya,
sehingga sampai pada tujuan yang diinginkan, yaitu kebahagiaan. Segalanya
akan menjadi berubah, tatkala kalian hanya membaca tanpa mau menghayatinya,
melihat tanpa mau merenunginya, menghafalnya tanpa mengekspresikannya.
Banyaknya menelaah, membaca dan proses yang memakan waktu lama, tidaklah
memberikan faedah pada akhirnya.

Wahai yang sedang bersedih...

Ketahuilah bahwasanya raga itu terikat dengan jiwa dan begitupun sebaliknya.
Penyakit yang menimpa jiwa akan memberikan pengaruh terhadap raga dan akan
menjadikannya sakit, sebagaimana jiwa yang terpengaruh oleh raga yang sedang
ditimpa penyakit.

Penyembuhan jiwa dari penyakit-penyakitnya haruslah dimulai dari keharusan
untuk memiliki kesehatan raga, sebab kesehatan jiwa sangat tergantung
padanya. Tujuan kerja keras dan upaya yang bijaksana yang akan membimbing
seseorang mencapai kebahagiaan, yaitu dengan adanya jiwa yang sehat dan
berimbas pada raga yang sehat pula.

Wahai yang sedang bersedih...

Seseorang yang menginginkan kesehatan raga, haruslah dapat menjauhkan setiap
keinginan dan nafsu yang berlebihan dan setiap apa saja yang akan
mengakibatkan keguncangan pada pikirannya, membiasakan dirinya untuk berolah
raga -paling sedikit dua jam- setiap harinya dalam keadaan udara yang bersih
dan sering menggunakan air dingin ketika mandi, menjaga dan memperhatikan
pengeluaran darah yang berlebihan dari ketentuan yang diinginkan dan
memperbanyak gerak tubuh.

Maka hidup adalah gerakan. Kalian dapat mengamati apa yang terjadi di dalam
raga. Kalian akan kalian dapati padanya isi perut dan anggota-anggota
lainnya bergerak dengan teratur. Kalian akan melihat hati menyalurkan
seluruh apa yang terdapat dalam jiwa berupa darah ke wadah yang berukuran
kecil dan besar bersama dua puluh delapan denyutan, paru-paru yang naik dan
turun dengan gerakan yang cepat dan selainnya terdapat gerakan alat-alat uap
dan juga usus yang memuai dan mengerut. Di dalam tubuh akan kalian dapatkan
anggota-anggota tubuh yang berfungsi menghisap dan mengeluarkan darah dalam
satu waktu. Dan pada otak terjadi dua gerakan pada setiap denyutan dari
denyutan-denyutan jantung dan setiap kali menghirup untuk bernafas. Apabila
gerakan badan lemah pada fisiknya sebagaimana halnya pada mereka yang hidup
dengan nyaman, tidaklah sempurna keseimbangan antara kenyamanan dan
gerakan-gerakan yang terdapat pada batinnya. Yang terjadi adalah kekacauan
pada raga karena gerakan pada batin sangat memerlukan pertolongan dengan
adanya gerakan lahir, dan gerakan pada batin membutuhkan gerakan lahir untuk
meluruskan aturan, sehingga tidak terjadi kekacauan pada jiwa dan raga
secara bersamaan. Kita tidak akan merasakan hidangan kehidupan dan mencapai
kebahagiaan yang dipersembahkan buat kita dalam kehidupan ini, melainkan
dengan aturan tersebut.

Kalian akan mendapatkan seseorang yang tenang jasadnya dan hatinya yang
penuh kekerasan dan dominan dengan dendam dan kebencian. Apabila ketenangan
itu berlanjut tidaklah menjamin adanya dampak yang buruk padanya dari
kekacauan tersebut. Karena itu mereka menasehati siapapun menggerakkan
badannya. Dalam sebuah hadits Rasulullah s.a.w.: "Idza ghadhiba ahadukum
falyatawadhaa" (Abu Daud: 4784). Dalam sebuah perkataan Aristoteles: "Maka
basahkanlah dirimu dengan air dingin".

Kalian akan melihat, tidaklah pohon-pohon dalam pertumbuhan dan
perkembangannya bergerak dengan gerakannya yang alami, melainkan udara dan
cuaca yang menimpanya sehingga ia menggoyangkan dahan-dahannya. Maka gerakan
tersebut membantu lahirnya pada gerakan pertumbuhan dan perkembangan pada
batinnya.

Menjaga dan memperhatikan badan dengan apa saja yang dapat memperbaikinya,
dengan makanan-makanan bergizi, gerakan dan sebagainya adalah sebuah
keharusan. Dan menjalaninya dengan mengikuti aturan kesehatan tertentu demi
keselamatan raga dan jiwa secara bersamaan. Maka hal-hal tersebut menjadi
pokok dari substansi pengobatan jiwa.

Dinukil dari Mukhtarat Al-Manfaluti.


Asha_gazzaz

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke