Wanita muslimah yg benar-benar sadar dan bertakwa tidak merasa cukup dengan kebersihan dirinya dari sifat-sifat tercela tetapi senantiasa memberikan nasehat yg wajar kepada setiap wanita yg berhubungan dengannya, khususnya wanita-wanita yg menyimpang dari hidayah Allah. Berapa banyak wanita di pelbagai masyarakat kaum wanita yg tidak peduli terhadap dirinya sendiri sehingga mereka membutuhkan orang yg dapat menasihatinya dan membawanya ke jalan yg lurus yg diperintahkan Allah Azza wa Jalla.
Memberikan nasehat bagi wanita Muslimah bukan hanya sunnah hukumnya, tetapi merupakan suatu hal yg wajib yg diperintahkan oleh Islam, bahkan Islam itu sendiri adalah nasehat, sebagaimana yg diterangkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melalui sabdanya, " Agama itu nasehat." Kami bertanya, "Untuk siapakah itu?" Beliau menjawab, "Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan para pemimpin kaum Muslimin dan orang-orang awam dari mereka. (HR Bukhari dan Muslim) Para sahabat juga telah berbai'at kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk mengerjakan sholat, zakat dan memberikan nasehat kepada setiap orang Muslim. Hal itu diperkuat oleh ucapan Jarir bin Abdillah Radhiyallahu Anha. "Aku pernah berbai'at keapda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk mendirikan sholat, mengeluarkan zakat dan memberi nasehat bagi setiap muslim." (Muttafaq Alaihi) Betapa indahnya ungkapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengenai nasehat ini melalui sabdanya, "Agama itu nasehat." Beliau telah meringkas agama dengan seluruh kandungannya dan menyatukannya dalam satu kata, iaitu "nasehat", sebagai pemberitahuan kepada setiap Muslim akan nilai nasehat dan pengaruhnya yg sangat besar dalam kehidupan individu, keluarga dan masyarakat. Tidaklah nasehat itu tersebar dalam suatu kaum melainkan mereka akan mendapat petunjuk ke jalan yg lurus, dan tidaklah nasehat itu lenyap dari suatu kaum melainkan mereka akan tersesat sejauh-jauhnya. Oleh kerana itu, nasehat merupakan salah satu induk permasaalahan yg menjadikan orang Muslim berbai'at kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan menempatkannya setelah shalat dan zakat, seperti yg tertera dalam hadits Jarir bin Abdillah di atas. Disejajarkannya nasehat dengan shalat dan zakat dalam bai'at sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menunjukkan pentingnya nasehat dalam mizan (timbangan) amal orang Muslim dan pengaruhnya dalam menentukan bagi perjalanannya di akherat kelak. Oleh kerana itu, nasihat ini termasuk salah satu akhlaq seorang Muslim yang jujur lagi bertakwa, yg senantiasa mengharapkan kebaikan nasibnya pada hari bangkitnya manusia menghadap Rabb-nya. Jika kita telah mengetahui bahwa tanggung jawab dalam Islam itu bersifat umum dan berlaku bagi semua orang laki-laki maupun wanita di linkungan sosialnya yg diterangkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melalui sabdanya berikut ini, "Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam (penguasa) adalah pemimpin dan dia bertanggung-jawab atas kepemimpinannya. Dan orang laki-laki dalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung-jawab atas kepemimpinannnya. Dan wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya dimintai pertanggung-jawapan atas kepemimpinannya dan seorang pelayan adalah pemimpin atas harta tuannya dan dia akan dimintai pertanggung-jawapan atas kepemimpinannya itu. Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung-jawapan atas kepemimpinan kalian" (Muttafaq Alaihi) Jika kita telah mengerti semuanya itu, maka kita akan mengetahui tanggung jawab wanita dalam memberikan nasehat bagi yg membutuhkan nasihatnya di linkungan sekitarnya. ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net ____________________________________________________
