Ade Desma R <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> *This message was transferred with a trial version
> of CommuniGate(tm) Pro*
>
> Assalamu'alaikum wr. wb.
Waalaikumsalam.Wr.Wb.
Dek Ade,..terimakasih atas postingannya.Dan uni mohon
maaf,baru sempat membuka email hari Senin ini,di
karenakan semenjak hari Jum'at yang lalu,disamping uni
berada di luar kota Kairo,( selama tiga hari ),juga di
luar kota itu pula kondisi tubuh uni benar-benar sakit
yang hanya berada di atas kasur saja.
>
> Jazaakillah telah berbagi cerita dan pengalaman
> Uni. Sungguh cerita
> hidup yang penuh pelajaran dan hikmah.
> Saya salut sekali dengan orangtua uni yang sangat
> memperhatikan pendidikan
> anak2nya.
> Subhanallah... pikiran beliau jauh ke depan. Betapa
> beliau sangat menghargai
> ilmu agama sehingga ingin salah satu anaknya
> mendalami ilmu itu.
Alhamdulillah meski almarhum ayah uni tersebut sama
sekali bukan orang agama,( Beliau sekolah
tehnik,dilanjutkan dengan bea siswa kuliyah di
kehutanan ,jadi ngak ada dasar pendidikan agama sama
sekali,meskipun hanya mengaji,dan semua biaya sekolah
dan hidupnya benar hasil usaha keringatnya sendiri
semenjak SD,karena ortunya bukanlah orang yang berada
, tetapi orang susah ) ).
Tapi beliau menyadari dengan sepenuhnya pendidikan
agama bagi anak-anaknya sangatlah pentingnya.Beliau
sendiri bisa tulis baca Al Qur'an dengan belajar pakai
buku,tanpa ada guru yang mengajarinya,setelah beliau
pintar,beliau mengajarkan istrinya ( ibu uni sendiri
).Kami anak-anaknya , di suruh mengaji dengan di
panggilkan ustadz kerumah.
Ayah uni bukanlah orang kaya sekali,tentu bisa saja
dari cerita uni menduga bahwa wajar saja,kalau
kaya,bisa beli buku-buku,sedangkan orang miskin,
jangankan beli buku,untuk bayar uang sekolahpun sulit.
Beliau merintis hidup dengan susah payah,bersama ibu
uni.Beliau PNS yang benar2 jujur,betapapun terbuka
peluang untuk memainkan duit negara dan korupsi,tetapi
beliau selalu berprinsip : " Setetes darahpun,dari
duit haram,tidak akan diberikannya pada diri,istri dan
anak-anaknya. ".
Beliau dapat beli buku-buku dan majalah2 itu dengan
tidak merokok sama sekali.Jatah merokok di gantikan
dengan beli buku.Sementara ibu uni dengan bermula dari
dagang kecil-kecilan ( maklumlah beliau hanya sampai
kls 3 SD sekolahnya,bukan karena ngak ada biaya ortu
ibu uni,beliau anak tunggal dari ibu yang anak tunggal
juga dengan hektaran tanah di kamang hilir itu, namun
di karenakan ketamakan saudara-saudara nenek uni yang
ada di sana,harta itu di ambil begitu saja,sementara
nenek uni sendiri di obat-obati,sehingga sakit seumur
hidupnya ( sakit tak sadar diri,tapi aneh bin
ajaib,beliau masih hafal Al Qur'an sepenuhnya,bahkan
kalau baca Al Qur'an itu menangis,dan sangat faham bhs
Arab,dari sisi nahu dan sharafnya,padahal sudah di
jadikan hilang ingatan begitu ( dimandikan air cabei
oleh saudara nenek itu sendiri,karena ingin menguasai
harta nenek uni yang banyak itu,dan itu sebabnya ibu
uni lari dari Bukittinggi itu,ikut ibu tiri,bukannya
senang,malah menderita, di suruh cuci ngepel
lantai,jaga adek-adek tirinya,kalau salah badan babak
belur,jadi gimana mau sekolah , untuk makan saja sudah
susah ).
Setelah beliau menikah dengan ayah uni ( mereka
ketemunya di Siantar ),dikarenakan ayah uni hanya
PNS,tahulah gaji PNS itu seberapa ( kecuali PNS yang
korupsi,tentu beda ,beliau sebenar-benar PNS yang
jujur dan makan gaji halal,hasil keringat sendiri
),terpaksalah ibu uni ikut membantu mencari
nafkah,buat kami semua,dengan dagang
kecil-kecilan,jualan kue,yang di jajakan di
kedai-kedai kecil,di sekolah-sekolah ,lama kelamaan
maju,sehingga punya toko kedai nasi seperti kedai "
Simpang Raya " itulah.
Hidup yang serba penuh penderitaan,membuat ibu uni
bertekad,akan menyekolahkan anak-anaknya sampai
ketingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi.Ibu uni
mengatakan : " Bagaimanapun ibu tak ingin anak-anak
ibu,mencari nafkah seperti ibu yang keluar teringat
dan tenaga,sampai jualan kue keliling kedai-kedai,ibu
ingin anak-anak ibu mencari duit dengan otaknya yang
cerdas,tapi harus halal ".Sampai anak keenam,kehidupan
ortu uni pas-pasan,setelah anak ketujuh,mulai
menanjak,dan ke anak delapan benar-benar maju.
Maju di karenakan,usaha ibu uni sangat meningkat,ayah
uni kariernyapun semakin menanjak,menduduki jabatan
kepala proyek di seluruh Indonesia,yang kala itu
kehutanan,kepala proyeknya belum di bagi-bagi,hanya di
pegang oleh satu orang,dan kebetulan ayah uni yang
memegang kala itu.Namun sekarang sudah di bagi-bagi
perdaerah.
Meskipun begitu,beliau tidak silau dengan segudang
duit di matanya dan segudang kesempatan untuk meraih
keuntungan.Tidak,..beliau tetap sebagaimana beliau
dulunya,bahkan semakin tua,semakin hati-hati dalam
duit halal-haram ini,termasuk syubhat,sangat beliau
hindari sekali,dan semakin mempelajari Islam lebih
jauh lagi.
Dan ini sebabnya keinginan beliau agar ada
anak-anaknya yang sekolah agama sampai
keakar-akarnya,dan pilihan itu jatuh pada uni
sendiri,karena uni yang tinggal lagi.Ada adek dan
kakak uni sebenarnya yang masih bisa,namun beliau
melihat yang pas itu uni,karena uni masih rajin ke
pengajian,dengarin ustadz-ustadz ceramah.
Membaca cerita uni pada bagian tentang
> "Pacaran", saya jadi ingat ketika
> masih kuliah. Saya punya senior (perempuan)yang
> beberapa kali pindah kos
> hampir selalu se-kos-an dengan orang Padang (baca:
> Minang). Dan semua teman
> kosnya yang orang Padang itu kalau pacaran suka
> membawa pacar ke dalam
> kamar, bahkan kadang2 kamarnya ditutup. Padahal cuma
> berduaan. Padahal teman
> kosnya pake jilbab. Jadilah, saya ditanya mbak itu
> "Cewek Padang itu kalau
> pacaran memang 'bebas' ya? Boleh bawa cowok ke
> kamar". Saya masih ingat
> bagaimana perasaan saya waktu itu, tersinggung dan
> malu. Dia bilang, bukan
> hanya teman kosnya itu saja yang seperti itu, tapi
> juga beberapa cewek
> Padang yang dia kenal. Saya sempat bilang, toh orang
> SUnda, Jawa, dsb juga
> banyak yang seperti itu, kenapa dia jadi sangat
> memperhatikan orang Padang.
> Dan jawabannya "Aku pikir orang Padang itu
> alim-alim". Ngajinya bagus,
> cewek2nya pake jilbab, dsb.
> Terus terang, saya gak tahu harus bilang apa. Apa
> yang dia ceritakan memang
> saya juga mengalaminya. Bahkan ada yang sampe nginep
> segala. Bahkan saya
> ketemu yang udah melakukan hubungan suami istri
> (padahal angkatannya
> beberapa tahun di bawah saya). That's real. Sungguh,
> itu jauh dari cerita
> "pacaran" Uni.
Benar yang dek Ade sampaikan,..kenyataan hidup dimana
saja ,di Indonesia,ngak di Sumbar,jakarta,Jawa,Kairo
pun begitu( Tapi kalau di Kairo kapasitas yang
melakukan seperti itu 1 % dan akan di soroti
mahasiwa/i lainnya,sehingga tentu kalah yang sedikit
dengan yang banyak,jadi bukan tidak ada,tetap ada di
kairo yang semacam itu,tapi itu dianya kadarnya 1%
,dan pasti di permalukan oleh mahasiswa lainnya,di
kucilkan,di sidang dan sebagainya ).
Dan kenapa sampai semua ini terjadi ?.
Pertama,karena didikan agama yang belum mantap,yang
sudah mantap aja,masih sering tergelincir,apalagi yang
tidak atau kurang sama sekali.
Kedua: Perhatian dan kasih sayang dari ortu
masing-masing.Mungkin kedua ortunya " pisah.atau cerai
",atau juga kedua-duanya sibuk dengan karier
masing-masing,sehingga anak-anak,mencari pelampiasan
dan kasih sayang dari orang lain. Dan ini jadi lahan
yang empuk buat " Pacaran ",yang kayak begituan.
Nafsu itu bagaikan " Kayu Api yang kesambar angin ,
semakin disambar ia semakin membara ".Cepat
alirannya,dan cepat melebarnya.Sekali aja orang pernah
di / men ( maaf... cium,remas,dsbgnya itu ),ia akan
ketagihan.Karena apa ? Itu dianya namanya juga kayu
api yang kesambar angin,cepat sekali pengaruhnya.
Kebiasaan , lama kelamaan menjadi terbiasa,akhirnya
ketagihan,sama saja dengan orang yang mengidap
penyakit " Narkoba ".terbiasa jalan barengan berdua
dengan pacar,makan berdua ,kemana-mana segala urusan
yang tak pentingpun,sampai belanja urusan dapur,urusan
rumahpun minta di antarin sang pacar, dengan alasan
untuk jadi bodyguard ( ini mah,..bukan bodyguard
lagi,tapi body Gaet buat begituan ).
Dengan alasan jauh dari ortu,( Ada yang kostnya di
luar daerahnyalah,..apalagi yang di Luar negaranya
,..siapa lagi yang menjaga kita,membantu kita
kesana-kemari,ini selalu dijadikan alasan ) .Untuk hal
ini,..sebagai orang yang pernah merasakan jauh dari
ortu dan pernah kost di luar negeri malah..
Uni bukan ngak pernah minta tolong dan di bantu oleh
pacar uni,beliau yang bantu urusan bea siswa uni kala
itu.Tapi apakah uni perginya berduaan saja ? kagak...?
Ramai-ramai,ngak juga pasang-pasangan,dan ngak juga
jalan berduaan sejajar,ngak pernah sama sekali.
Kemudian ngak pernah uni menjadikan alasan untuk
beliau ini jadi bodyguard uni.Bodyguard uni hanya
Allah.Apalagi untuk belanja sana-sini harus minta
tolong lelaki,atau pacar.( wah...wah...ini
mah..benar-benar alasan yang dibuat-buat ).Yang si
lelaki juga bego,..alias,..mau-maunya di gitukan
wanita.
Kayak " pembantu aja ",apalagi kalau sang lelaki yang
angkat belanjaan wanita itu.( masalah ini pacar uni
yang sekarang jadi suami uni,kagak mau sama sekali
melakukan hal begituan,..emang kita pembantu
apa,...kata beliau,..cuman sekedar pacar,..lain hal
dengan istri..Kalau istri malah badannya sekalian di
gendong ).
Tapi kalau bantunya ikhlas,ngak ada maksud
apa-apa,.dan tanpa pandang bulu,lihat ibu-ibu,atau
siapa saja yang kebetulan bawa bawaan yang
berat-berat,..wajar saja tokh..lelaki yang tenaganya
lebih kuat ngebantuin.
Pegangan tangan,mencium,meremas dan sebagainya
itu,pulang malam-malam,menjadi suatu hal yang lumrah
saja." Arti Keperawanan / Keperjakaan, sudah hilang
dan sudah punah sama sekali,keperawanan/ keperjakaan
itu kan macam-macam,perawan bibir,tangan,mata,buah si
malakama,dan si pagar ayu,mahkota si jantung hati ".
Karena apa semua itu,..? Karena sudah pernah
mencobanya sekali.
Yang ketiga : Tidak punya kesibukan,kegiatan kehal-hal
yang lebih positif lagi.
Dan masih sangat banyak lagi penyebab semua itu
terjadi.Dan solusinya,seperti yang sudah pernah uni
tuliskan.Setiap penyakit punya obatnya.Dan setiap
dokter mengobati sang pasien,tahu dulu penyakit apa
yang diderita pasiennya,sehingga kadar atau dosis yang
di berikan juga berbeda,antara satu sama lain,meski
kedua-duanya punya penyakit yang sama.
> Kemudian, dari pengalaman saya, biasanya para
> lulusan sekolah2 agama
> (seperti pesantren, MAN, dsb) memiliki hapalan yang
> kuat. Subhanallah...
> Terus terang, saya sendiri suka iri. (Maklumlah,
> saya termasuk orang yang
> hapalannya susah).
> Saya ingin menanyakan kepada Uni, kenapa bisa begitu
> ya? Terus, apa
> kiat-kiatnya ?
Uni kira,.kalau soal hapalan yang kuat,itu tergantung
dari masing IQ seseorang,tidak harus tammat
pesantren,atau MAN,yang umum juga banyak kuat
hapalannya.Ada yang cepat daya tangkapnya,ada yang
lemah.Ada yang kuat hapalannya,ada yang lemah.Tapi
sebagaimana pisau.meskipun ia tumpul,kalau di asah
terus akan tajam juga.Apalagi yang kalau memang dari
sononya pisaunya sudah tajam,semakin di asah tentu
semakin tajam.
Dan ada juga pisau yang tajam,karena ngak di
pakai-pakai,ngak di pergunakan sebagaimana
mestinya,bisa-bisa jadi tumpul,atau lama kelamaan bisa
jadi karatan juga,kalau kebetulan kena garam lagi.Besi
juga bisa karatan kan ?
Nah,..untuk kiat-kiat hapalan supaya kuat.Ada cerita
dari Imam Syafi'i yang mengadu pada gurunya.beliau
mengatakan begini : " Wahai guruku,..aku
heran,.mengapa hapalanku koq jelek sekali ?? ".Guru
tersebut pun menjawab ,salah satunya " Tinggalkan
maksiat ".Maksiat itu banyak macam ragamnya.Dan
masing-masing kita pasti pernah melakukan
kejahatan,karena jelas,manusia ngak pernah lepas dari
dosa.Siapapun orangnya.
Tetapi sebagai pengalaman uni saja :
Uni pernah tidak masuk hapalan hanya satu ayat
saja.Uni bingung,kenapa koq ngak bisa masuk ayat yang
satu ini.? Akhirnya uni intropeksi diri
sendiri,Ingat-ingat kesalahan apa yang uni lakukan.?
Akhirnya yah..ketemu..uni tanpa disadari pernah
menyakiti hati teman uni sendiri,yang kala itu minta
di ajarin nahu ( grammar ).lantas uni bilang padanya :
" Aduh...aku sibuk banget..ini gampang koq..masak
segini aja kamu ngak bisa..? ".
Subhanallah,.Allah mungkin marah sama uni,satu ayat
hapalan Qur'an uni hari itu kagak masuk-masuk,padahal
selama ini menghafal Al Qur'an itu cepat sekali.Dalam
waktu 3 tahun saja,dengan segala kesibukan
organisasi,kuliyah,uni sudah bisa hapal 30 juz.yang
ini,.jangankan 10 ayat..1 ayat saja kagak
masuk-masuk.Apa sebabnya,..? Itu dianya....uni
menyakiti hati teman wanita uni.Dan uni cepat-cepat
minta maaf padanya,barulah sore harinya ayat itu masuk
di hapalan uni.
Semenjak itu,sangat sulit bagi uni menolak permintaan
orang yang ingin belajar sama uni ( selain
lelaki,..kalau lelaki,ingin belajar sama uni
pikir-pikir dulu,.karena ada yang di pikirkan di
belakang itu,menjaga terjadi fitnah dan menjaga
hati,tentu juga di anjurkan dalam islam
).jangan-jangan karena alasan belajar
ketagihan,.eh...kenalan,saling dekat,pacaran...dan
seterusnya.seterusnya.Bukan pahala yang di dapat,malah
dosakan,..makanya...ngak semua yang ingin belajar sama
uni di kabulkan permintaannya,..lihat-lihat siapa yang
diajarkan dan sikon nya juga.
Selain menjaga hubungan sesama manusia,agar jangan
mencoba memulai menyakiti hatinya,dalam
islam,berperang aja ngak boleh didahulukan,perang
dalam islam hanyalah untuk mempertahankan,membela
diri,jiwa,agama dan tanah air,kalau itu tujuannya di
bolehkan,tapi jangan sekali-kali memulai , menjaga
hati agar tak sombong, juga rajin-rajin shalat malam
dan shalat sunnah lainnya.
Perbanyak membaca buku-buku juga membaca Al
Qur'an,kalau bisa di teliti,dijalankan ayat yang
terkandung didalamnya.Hal ini akan memudahkan otak
kita jadi terang dan ringan,serta encer,dalam bidang
apapun,dan dalam persoalan apapun.
Al Qur'an itu obat kesembuhan dari segala macam
penyakit yang ada di hati.
Kita ngak perlu harus sedih,kalau kebetulan kita punya
hapalan yang lemah.karena masing-masing kita di beri
oleh oleh kelebihan dan kekurangan.satu sisi,kita
kurang dalam hal ini,sisi lain kita diberi oleh Allah
kelebihan yang ngak diberikan oleh mereka yang kuat
hapalannya.Ataupun IQ,Intelegensianya tinggi,daya
tangkap,serta otaknya yang cerdas.
Yang penting itu " hati " dijaga.Buat apa otak
cerdas,pintar,kalau tokh..hatinya hangus,atau
gosong.tapi akan sangat baik sekali,kalau otak
cerdas,di pergunakannya kecerdasan itu untuk ke
jalan-jalan yang di ridhai Allah, hatinya di jaga.
Dan untuk melatih ingatan yang kuat,IQ yang
tinggi,seperti kata pepatah " Hafal kaji karena di
ulang-ulang,hafal jalan karena di lalui sering-sering
".Percaya deh,..Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha
hambaNya,selagi hamba itu selalu berusaha ke arah yang
lebih baik lagi.Dan jalan terakhir setelah usaha yang
maksimal,itu dinamakan " Tawakkal ".Apapun yang di
berikan Allah pada kita,berarti itu yang terbaik untuk
kita.Dan semua itu ada di baliknya hikmah yang
terkandung di dalamnya.
Mau kita pintar,kaya,cakep,cantik,semua itu sudah di
tentukan oleh yang maha kuasa.Tapi kita sebagai
manusia di suruh berusaha untuk terus menuju yang
baik,yang kita inginkan,seperti ingin kaya,ingin
pintar,ingin cantik dan sebagainya itu.Tapi kata akhir
tetap kita harus Tawakkal,setelah usaha maksimal
dengan apa yang kita usahakan selama ini.
Terimakasih,ini dulu jawaban uni.Mohon maaf kalau ada
yang salah,,jelas itu berasal dari uni sendiri,kalau
benar-jelas itu datangnya dari Allah semata.Uni ngak
punya apa-apa,untuk di bagikan kesiapa-siapa,yang uni
ketahui,uni banyak kekurangan,sedikit kelebihan yang
diberikan Allah,yang pantas uni syukuri,yaitu berupa
nikmat iman didada,nikmat islam.
>
> Sekali lagi, Jazaakillah khair, semoga uni
> berkenan menjawab pertanyaan
> saya.
Sama-sama,semoga kita semua di beri oleh Allah
kebaikan.
>
>
>
> Wassalamu'alaikum wr. wb.
Waalaikumsalam.Wr.Wb.
>
> Ade..
rahima
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25�
http://photos.yahoo.com/ph/print_splash
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________