Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


> Bagaimanakah sebaiknya kalau kelak kita menemukan
> case
> yang sama, bisakah kita berprasangka baik saja bahwa
> si mayat itu memang islam dimasa hidupnya. (selama
> kita yakin dia tidak murtad).
> Akan kah kita bersalah didepan sang Khalik
> kelak...???
> 
> Mungkin uni Rahima, mak Zul, mak Darwin, mak Malin,
> sanak St Lembang ada pendapat....??.
> 
> wassalam.
> Adrisman


Waalaikumsalam.Wr.Wb.

Uda Adrisman dan netters RN yang saya muliakan.

Menyembahyangkan mayat,memandikannya adalah fardu
kifayah.Yaitu kewajiban bersama,sama dengan menjawab
salam.Bila satu sdh melaksanakan maka sudah cukup.

Kalau saja memandikan mayat,atau menyembahyangkannya
itu ngak ada orang lain yang bisa ,maka sudah menjadi
kewajiban sang anak.Jadi anak nya tersebut (
naudzubillahi mindzalik ),mendapatkan dosanya,karena
itu sebenarnya tanggung jawab nya sebagai anak
terhadap ortunya. 

Apalagi menurut cerita da Ad sebelumnya,bukan orang
muslim di sana tidak mau,tetapi karena anaknya sendiri
yang tidak mau mengurus mayat ibunya,maka dosa di
tanggung oleh anak tersebut,karena masyarakat di
sekitar sdh memberitahukan nya,tapi sang anak acuh
saja,sementara yang bisa mengambil mayat tersebut
adalah anak atau saudaranya.



Yang pasti dosa masyarakat muslim  disana sdh tidak
ada lagi.Lain hal kalau masyarakatnya tidak
memberitahukan dan memperingatkan sang anak
sebelumnya.Ini menurut pendapat saya,bagaimana dengan
pendapat yang lain,..silahkan di kemukakan.


Memang kasihan sekali nasib sang ibu,tetapi mengapa
sampai sang anak pun tidak bisa tulis baca Al Qur'an
begitu..? Suatu hal yang sangat ironis sekali.Inilah
perlunya mendidik anak agama sejak dini
lagi,sebenarnya keuntungan mendidik anak tahu
agama,keuntungannya buat ortu itu juga kelaknya.Kita
yang menanam,kita juga koq yang menuai hasilnya.



Anak kalau tidak di beri didikan agama,dan kalau ia
jadi orang jahat kelaknya,yang salah adalah
ortunya.Tapi kalau ortu sudah beri pendidikan
agama,namun anak masih jadi orang jahat,bukan salah
ortunya lagi.Dan perhitungan di akhirat kelak pun
sudah beres.

Allah sudah berfirman : " Dan hendaklah kamu wahai
manusia takut pada Allah akan meninggalkan keturunan
di belakang harinya keturunan yang lemah,hendaklah
para ortu ada merasa kekhawatiran terhadap nasib
anak-anak mereka kelak,maka bertaqwalah pada Allah,dan
berkatalah akan perkataan yang benar " 


( Q.S..maaf saya lupa nama surahnya,hanya ingat lafaz
nya saja,tolong di cari nomor surah keberapa ini 
).Bunyi awal nya " Wal yakhsalladziina lau tarakuu min
khalfihim dzurriyatan dhiaafaa,..khaafuu
'alaihim...dst ).

Demikian dulu jawaban saya da Adrisman.

Wassalam.Rahima.


__________________________________
Do you Yahoo!?
New Yahoo! Photos - easier uploading and sharing.
http://photos.yahoo.com/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke