Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Asslamu'alaikum wr.wb.

Para sanak dan mamak yang saya sayangi, dalam
perjalanan hidup saya yang masih seumur jagung ini,
bila dibandingkan dengan sanak dan mamak sekalian,
maka tentulah belum ada apa apanya.

Dalam perjalanan ini ada cerita suka maupun duka, tapi
semua bisa kita petik hikmahnya dan dijadikan
pelajaran yang berharga yang mungkin bisa kita ajarkan
kepada anak cucu kita kelak.

Dibawah ini saya ingin bercerita kisah nyata, yang
memang terjadi di Amrik sini. Nama dan tempat sengaja
disamarkan demi kerahasiaan seseorang. Suatu hari
istri saya menceritakan suatu kejadian yang membuat
saya berpikir, betapa Amrik bukanlah segala galanya,
banyak yang didapat tak sedikit yang hilang.

====================================================
Ceritanya begini: Suatu hari Ida diberi tahu bahwa ibu
salah satu temannya meninggal dunia. Nama temannya itu
Henny.

Henny ini dikenal sebagai orang Islam ibunya pernah
juga datang kepengajian.  Sebetulnya ibunya ini cuma
berkunjung saja ke Amerika, karena ingin melihat anak
perempuannya (Henny anak paling besar).  Suaminya
Henny  orang Amerika dan anaknya ada dua (satu sudah
kuliah dan yang satu masih diSMA).  Waktu Ida
mendengar khabar duka ini, maka dengan segera pergi
berangkat melayat kesana, waktu itu sekitar jam 4
sore. 

Rupanya ibunya Henny ini sudah meninggal beberapa
hari, jadi hari itu waktu Ida datang, jenazahnya mau
dimandikan dan disembahyangkan dengan cara Islam. 
Tapi kok jenazahnya itu ada di Funeral home (tempat
orang2 kristen menaruh mayat untuk dikunjungi orang
yang mau lihat)??
Dengar2 setelah ibunya meninggal  tidak ada
pengajian/tahlilan dirumah Henny ini, cuma diadakan
dipengajian ibu2 di KJRI sekali. Waktu Ida tiba
dirumah Henny, teman2nya dia (ada beberapa orang)
sedang membicarakan siapa yang akan memandikan mayat
ibunya Henny ini.

Katanya diperlukan tiga orang selain ada satu orang
akan memandikan mayat yang didatangkan dari salah satu
masjid islam (not too sure who and from where?). Waktu
itu sudah ada 2 orang volunteer yang mau memandikan
yaitu Susi, Oyah (pembantu)dan satu lagi masih dicari
(Henny sebagai anak ibu tsb malah takut dan tidak mau
memandikan mayat ibunya).

Akhirnya Henny terpaksa juga mau karena tidak ada
orang lain yang mau memandikan ibu tsb. Kelakuan Henny
ini aneh sekali��..Ida sampai mengucapkan
astagfirullah ketika melihat sendiri dari cara Henny 
bicara dan kelakuannya kayaknya dia tidak care (tidak
peduli) dan cuma menyesal saja karena dia bilang
sebelum ibunya meninggal dia galak sekali dengan
ibunya itu.

Waktu ibunya meninggal dunia ibunya itu ada dikamar
atas sendirian (jadi meninggalnya sendirian).  Henny
sendiripun cerita bahwa selama ibunya tinggal dengan
mereka, mereka sepertinya masing2 saja (ibunya diatas
sendirian, Henny dan keluarganya dibawah). Menurut
teman2nya Henny,  ibunya ini senang sekali kalau ada
teman2 Henny datang main kerumah karena dia ada yang
mengajak bicara dan ada yang memperhatikan dia.

Ibunya Henny ini senang sekali kalau diajak kerumah
teman2nya Henny karena disana dia diperhatikan oleh
teman2 anaknya dan tidak merasa kedinginan.  Ibunya
selalu merasa kedinginan dirumahnya Henny karena ACnya
tidak mau dikecilkan (anggota keluarga lainnya suka
dingin).

Anyway..ibunya Henny waktu itu sudah akan berangkat
pulang ke Indonesia, tapi karena dia sakit perjalanan
pulangnya jadi tertunda.  

Sudah beberapa hari sebelum dia meninggal (mungkin
satu mingguan) ibunya itu sudah complain sakit perut
semacam perut kembung tapi Henny  sama sekali tidak
membawa ibunya kedokter untuk memeriksa apa yang
sebenarnya diderita ibunya itu. Malahan dia anggap
ibunya ini sakit biasa saja dan sering marah2
keibunya, sampai2 ibunya bilang
begini: Kalau mami (ibu) nanti mati, mami akan
dikuburkan kan? dan tidak diceburkan ke dalam kolam
renang kamu? Astagfirullah..masa kok ibunya bisa
ngomong seperti itu?  Jadi waktu ibunya meninggal
tidak ada seorangpun yang tahu, mayat ibunya posisinya
menekuk semacam menahan sakit diperutnya dan ada
muntah dari mulutnya. Henny katanya sedang keluar
membeli obat sakit perut untuk ibunya dan shopping.

Waktu orang2 KJRI diberitahu ada beberapa orang yang
datang malam itu atau malam apa ..untuk ngaji,
eh..suami Henny dan anak2nya sama sekali tidak turun
malahan nonton bola di TV.  Sampai waktu Ida pergi ke
Funeral home itu suami dan anak2nya tidak
datang..(bagaimana itu rasa hormat suami dan cucunya
keibunya Henny?? Sedih sekali Ida melihatnya!

Lantas mayat tsb tidak bisa dimandikan, lha..namanya
saja difuneral home untuk orang kristen kan tata
caranya lain.  Orang yang akan memandikan tsb akhirnya
pulang dan mayatpun tidak disembahyangkan.  Mayat
ibunya Henny itu katanya harus diotopsi dan hasilnya
dia keracunan dari sistim pencernaannya sendiri
(rupanya ibunya ini tidak bisa pupup (buang air besar)
dan sudah beberapa hari. Jadi entah lah �..karena
mungkin tidak terobati, dia meninggal.  Hanya Allah
lah yang maha tahu. 

Tapi kejadian ini membuat Ida berfikir sampai berhari2
karena menyedihkan sekali melihat nasib ibu tsb dan
bagaimana Henny memperlakukan ibunya seperti itu.
Ketika mereka bercerita berdua Ida  menyuruh Henny
sholat dan mengirim doa keibunya. Ketika Ida tanyakan
kalau dia bisa nggak baca doa untuk orang tua.  Dia
tidak tahu, malahan sholatpun nggak.  Ida dengar2,
ibunya mau datang ke Amrik untuk melihat Henny dengan
syarat bahwa Henny mau sholat dan ibunya ingin sekali
melihat Henny sholat tapi Hennynya tidak mau dan
malahan tidak tahu!! dan minta diajarin (menurut
pembatunya).

Begitulah ceritanya.  Jangan sampai kejadian ini
terjadi kepada kita dan ini adalah contoh yang bisa
dijadikan pelajaran buat kita semua.  Sebetulnya
menurut beberapa orang2 KJRI masih bisa diusahakan
agar jenazah ibunya itu dibawa kemesjid dan diurus
dengan cara islam tapi karena Hennynya sendiri yang
tidak mengusahakan jadilah seperti apa yang Ida
ceritakan diatas.  Waktu orang2 membacakan Yasin
dirumah dia, eh malah dibilang panjang amat sih
bacaannya...Auzubillah. Kayaknya dia nggak mau dengar
orang mengaji.

Sekianlah ceritanya, sebenarnya ceritanya masih
panjang tapi khawatir malah jadi rumpi.

======================================================

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke