Cys,
 
semuanya trgantung dari kaum wanitanya sendiri. eg:
 
 jatah kursi 30% di legislatif
 - kok mau di jatah ? boleh lebih ngga jatahnya ?
 - penjatahan seakan2 wanita ngga bisa berkiprah tanpa di 'bantu' dengan penjatahan ini.
 
dg meminta emansipasi, apa itu bukannya malah meminta 'keistimewaan' yg sebenernya malah menunjukkan ketidak mandirian ?
 
keterbatasan kesempatan bukan karena situasi yg male-oriented, tapi justru karena paham feminim yg minta kesempatan yg equal. Kalo kata doyok, you don't get opportunity, you gain it. Dan kadang2 juga dalam emansipasi ini suka keterlaluan, seperti pembuktian yg ngga perlu2 aja: petinju wanita, misalnya. ini sih pendapat pribadi aja, lho.
 
men adl leader bisa jadi, dalam konteks domestik mungkin. Itupun kalo tanpa peran perempuan, men nya jadi leader yg tanpa arah. Tul ngga Mak Zul ? Tapi di keseharian selain domestik issue, kayanya men dan women (terutama di industri ambo nyawah) udah di anggap jadi satu kategori aja: individual person. regardless gendernya.
 
wass.
 
da.
 
 
 
----- Original Message -----
From: Cysca
Sent: Saturday, November 15, 2003 9:57 AM
Subject: SPAM:(L1) Re: [RantauNet.Com] Harga, harga diri, martabat, martabat perempuan [4]

 
2. Nggak mudah untuk para lelaki untuk menerima kata emansipasi untuk perempuan. Karena pada dasarnya lelaki adalah leader di dunia ini.
 


============================================================
'SOAR AWAY TO SEDONA'
Check out attractive value getaway packages at www.sedonahotels.com.sg
============================================================
=========================================================
For more information on our Internet Specials,
visit our website @ http://www.sedonahotels.com.sg
=========================================================

Kirim email ke