Assalamulaikum
WW
HHHmmmmmm opened by smile ........ cek
ilaahhh.
Kalau itu bukan hukum adat, tapi hukum
kerelaan. Karena kacian itu sanak padusi, nan kurang kamampuan atau kurang dapek
survive. Kalau laki, dibuang dikebun saja hidup (kayak batang singkong kali).
Minang kan orangnya libih banyak logika dari pada bla ... bla. Biar itu harta
untuk perempuan semua, tapi juga itu hanya hak pakai. Hak jual lain lagi ada
prosedur lain lagi. Untuk jual tanah di Minang, harus ada mamak dan emaknya.
Kalau nggak orang nggak mau
beli.
Wass.
WW
salamaik samosamo
babuko.
Mamanda reformasi, thanks atas penjelasan mengenai adat uang jamputan dan meminang di pariaman. Saya juga baru tahu ternyata seperti itu filosofi dibalik semua itu :) Oya, kata sodara saya di pariaman harta warisan ortu jatuhnya ke anak-anak perempuan doang? Anak laki-laki gak dapat sama sekali? Ini adat minang secara keseluruhan apa adat di pariaman aja ya?Selamat puasa semua ... keep smile ..:)Iraf

