Yesi Elsandra writes:

Suami kita bukanlah milik kita. Bahkan diri kitapun
suatu saat akan kembali kepada pemiliknya.
Alhamdulillah suami saya punya rencana berpoligami,
saya sangat mendukungnya. Tapi belum tahu kapan waktu
yang tepat merealisasikan niat baik itu.

Semoga Uni dan suami Uni saling mencintai karena Allah dan jika suami Uni menikah lagi diberikan kelapangan rizki dan kemampuan untuk berlaku adil sedangkan Uni diberikan kesabaran untuk tidak menuntut keadilan secara batin karena Rasulullah sendiri tidak mampu seperti itu.


"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS. An-Nisaa' 4:3)

"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisaa' 4:129)

Semoga Allah membungkam orang-orang yang berusaha mematikan Sunnah dan menguatkan orang-orang yang berusaha menghidupkan Sunnah.

Wa Allahu a'lam.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Ridha

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke