assalaamu 'alaykum wr wb

Menarik membaca ulasan Ronal ini, cukup beralasan dan sesuai dengan fakta yg ada (ttg 
masih jauhnya kesadaran kita sbg muslim). Kalau boleh saya ingin juga memberi sebuah 
catatan kaki ttg diskusi ini, yah�tukar-tukar pendapatlah.

Benar bahwa belum semua umat Islam yg memiliki kesadaran yang cukup ttg keber-Islaman 
mereka, urusan perut masih nomor satu. Tapi, perobahan tidak akan terjadi jika tidak 
dimulai. Justru jika memang kesadaran ber-Islam seluruh umat ini telah muncul, maka 
saya rasa justru tidak perlu lagi ada yang namanya dakwah (atau bahkan partai dakwah). 
Justru karena dakwah belum menyentuh semua lapisan masyarakatlah maka perlu ada 
gerakan mentarbiyah  masyarakat(apakah itu berbentuk organisasi massa spt muhammadyah 
atau NU atau berbentuk partai), semuanya bertujuan utk membumikan Islam yg rahmatan 
lil' alamin ini, cuma wasilahnya saja yg berbeda-beda. Bagi yg wasilahnya di 
organisasi massa, maka ladang dakwahnya adalah di gerakan-gerakan sosial, dan bagi yg 
wasilahnya adalah partai, maka ladang dakwahnya adalah di parlemen.

Partai Islam yang ada sekarang bukanlah partai yang muncul baru kemaren sore. Sejarah 
mereka sangat panjang dan telah melalui berbagai proses tarbiyah dan pengkaderan, 
sehingga kurang pas kalau dikatakan bahwa keikutsertaan mereka adalah bentuk 
keterburuan dan ketidaksabaran. Lagi pula, yang namanya perobahan itu memang dimulai 
dari sekelompok kecil manusia yang mempunyai visi jauh ke depan, bukan menunggu 
masyarakat berubah dulu. Karena kalau dtunggu dulu, tidak akan ada yang namanya 
gerakan.

Dalam Majmu'atu Rosail-nya, Hasan Al Banna hanya mensyaratkan sebanyak 300 kahtibah 
saja yang telah tertempa Iman dan fisiknya utk melakukan perobahan, tidak berharap 
semua masyarakat berobah dulu (sbg cttn, Sang Imam memulai langkahnya utk melakukan 
perobahan hanya dengan 3 orang sahabatnya, yang berupaya terus-menerus mentarbiyah 
beberapa pemuda yang kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan. Mereka tidak menunggu 
masyarakat berobah dulu dalam menyampaikan ide-ide mereka. Kalau sekarang gerakan IM, 
FIS dan Refah mengalami pengahancuran, maka yang hancur hanyalah struktur, bukan 
ideologi pergerakan. Sejarah mencatat bahwa gerakan mereka telah membari inspirasi yg 
luar biasa bagi generasi berikutnya. Fondasi yg telah dibangun tidak pernah roboh, 
justru semakin mengakar dari waktu ke waktu.)

Lihat juga sejarah Islam, bukankah peradaban Islam juga dimulai oleh "segelintir" 
muhajjirin yang hijrah dari mekkah. Lihatlah fondasi yg telah mereka buat, sampai 
sekarang tdk pernah roboh. Walaupun pribadi-pribadinya sudah kembali kepada Sang 
Khaliq.

Jadi jika ada partai Islam yang menawarkan perobahan ke arah yg lebih baik, kenapa 
tidak kita sambut ? bukankah Arnold Toynbee mengatakan bahwa Perobahan Peradaban 
dimulai oleh "creative minority" ?
Dan kalau merefer kpd Al-Qur'an, bukankah Allah telah mengatakan bahwa yang merubah 
nasib sebuah kaum adalah justru kaum itu sendiri ?

Sanak ambo Ronal, lewat parlemenlah nasib bangsa ini ditentukan. Segala perturan per 
uu an lahir dari sini. Siapa yang menggodok segala peraturan ini ? yaitu kader-kader 
terbaik dari Partai-partai yg ikut pemilu. Lalu mengapa tidak kita dudukkan para 
keder-kader terbaik Islam dalam parlemen ini ?


---------- Original Message ----------------------------------
From: ronal chandra <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: "Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak) Pertama di Internet (sejak  1993)" 
<[EMAIL PROTECTED]>
Date:  Tue, 16 Mar 2004 19:14:53 -0800 (PST)

>Wa'alaikum Salam Kakanda :-)
>
>Bismillah insya allah kita bisa meluruskan apa yang
>jadi point pembicaraan kita dan titip salam untuk
>keluarga dijepang Uda dari Adinda :-)
>
>Terus terang ronal bingung membaca penjelasan uda
>dibawah karena terlihat terputus2 tapi ronal akan coba
>menelaah secara global ;-)
>
>Skeptis ? kayaknya gak da, sebagai seorang muslim
>ronal sangat memahami politik dalam islam dan islam
>banyak berbicara serta mengajarkan cara2 berpolitik,
>mulai dari pemerintahan Usman Bin Affan sampai baju
>besinya Ali Bin Abu Thalib tergambar jelas bagaimana
>islam mengajarkan cara berpolitik dalam islam. Jadi
>Insya allah Gak Skeptis, cuma caranya yang lum benar
>menurut ronal :-)
>
>Kemudian masalah Fis Dan Raffah, siapa yang berani
>mengatakan mereka gagal Da ?untuk sebuah hasil akhir
>mungkin mereka gagal tapi untuk sebuah pembelajaran
>untuk kemudian menjadi sebuah pengalaman berharga,
>Insya allah mereka berhasil :-), tapi da secara
>prisokologis masa hampir semua kader Fis dimasa itu
>mengalami keputus-asaan yang besar dan dikejar2
>sebagai musuh negara , bayangkan tatanan
>(pondasi)kaderisasi yang dibangun bertahun2 hancur..
>
>Ronal paham,setiap kader islam selalu ingin islam
>menang dan tegaknya khalifah fil ar'd dibumi ini,
>pembinaan yang diterima setiap kader selama bertahun2
>digembleng tentang ilmu2 islam, diberikan wawasan
>betapa pentingnya untuk membumikan alqur'an,akhirnya
>cuma bermuara kapankah masa itu dan bagaimana menuju
>masa itu ?kapan dan kapan ? akhirnya menjadi kan
>pemilu sebagai sebuah cara menggapai kemenangan islam
>;-) seperti ungkapan keputus-assaan da :-)
>
>Afwan berbeda pendapat boleh kan? sampai saat ini
>ronal belum bisa mengatakan bahwa islam bisa ditegakan
>dengan pemilu, karena pemilu yang dilakukan oleh
>partai2 islam dikhawatirkan merupakan bentuk
>kerterburu2an dan bentuk ketidaksabaran, karana kita
>secara umum belum siap untuk tegaknya islam ;-)(
>mentaliti kita baik secara personil dan kolektif masih
>jauh kalou dbandingkan masa pergerakan Fis dan
>lainnya:), yang ronal khawatirkan, pondasi itu kembali
>roboh......
>
>Kesadaran kita sebagai seorang muslim masih jauh
>banget da, rakyat kita lagi butuh makan bukan pemilu,
>Islam akan menang manakala itu semua bermuara dari
>kesadaran setiap muslim :-)Ronal masih lebih suka
>fardiyah seperti perkataan Hasan Al Bana ketika
>ditanya oleh Zainab Al Ghazali apa yang utama
>dilakukan untuk tegaknya islam ? "Lakukan Dakwah
>Fardiyah maka saatnya akan terlihat" :-)
>
>Kalou ber-ijtihad atau nantinya bertakiyah, sulit buat
>ronal jawab dengan email da ;-) ( Insya allah lain
>waktu kita bisa berdiskusi da)
>
>Syukron atas tausiyah panjangnya
>
>Wassalam
>Ronal Chandra ( Dibumi Timur Indonesia )
>


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke