Hutan Sijunjung Dan Limapuluh Kota Membara, Titik Api Bertambah Kamis,20 Oktober 2016 - 03:29:29 WIB [image: Hutan Sijunjung Dan Limapuluh Kota Membara, Titik Api Bertambah] Kobaran api terlihat membara membakar kawasan perbukitan Silokek Jorong Subarang Ombak Kenagarian Muaro Kabupaten Sijunjung, Selasa (18/9) malam. Hingga Rabu (19/10) sore, titik api terpantau terus bertambah dan mulai merambat ke kawasan hutan lindung. (insert) Sejumlah petugas tengah berupaya memadamkan api di lokasi Rabu siang. (OGHY) <http://harianhaluan.com/news/detail/61123/hutan-sijunjung-dan-limapuluh-kota-membara-titik-api-bertambah>
*Fenomena *cuaca ekstrem yang melanda Sumbar sejak beberapa waktu terakhir, kembali menyisakan duka. Puluhan hektare hutan dan lahan di Kabupaten Sijunjung dan Limapuluh Kota, habis dilahap api. Titik api terpantau terus bertambah, pemerintah harus bergerak cepat. *SIJUNJUNG, HALUAN—*Hutan dan lahan di Kabupaten Sijunjung kembali membara. Sekitar 31 hektare lahan di Jorong Subarang Ombak, Kenagarian Muaro Kabupaten Sijunjung, habis dilalap si jago merah, Selasa (18/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Bahkan hingga Rabu (19/10), titik api terpantau terus bertambah dan mulai merambah kawasan hutan lindung. Sebelumnya, 49 hektare lahan perkebunan masyarakat di Jorong Pudak Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, juga ludes dilahap api akibat peristiwa kebakaran hutan yang telah berlangsung sejak Jumat (14/10) hingga Selasa (18/10). 15 hektare di antaranya merupakan lahan perkebunan karet milik masyarakat dan 34 hektare lainnya merupakan kawasan hutan lindung. Dari infromasi yang dirangkum *Haluan*, hingga rabu sore kemarin petugas gabungan dari Damkar BPBD Sijunjung, Kepolisian, TNI, Sat Pol PP dan masyarakat setempat, masih terus berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sulitnya medan dan jauhnya sumber air, menjadi kendala dalam melakukan proses pemadaman. “Lokasi kebakaran yang jauh, dengan kondisi medan berbukit dan tak bisa dilalui kendaraan, menjadi kendala dalam upaya pemadaman api,” kata Kepala BPBD Sijunjung, Hardiwan SP didampingi Kasat Pol-PP Mashariyanto saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Rabu (19/10). Dikatakan, api dengan cepat merambat dan membakar ranting dan kayu akibat cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Sijunjung. Selain itu, faktor angin kencang membuat api lebih cepat menyebar hingga menjalari lahan perkebunan warga. “Medan yang sulit dilalui armada pemadam dari beberapa titik lokasi terjadinya karhutla di Sijunjung sejak sepekan terakhir, membuat proses pemadaman terhambat, sehingga banyak titik api yang tidak terjangkau,” ungkap Hardiwan. Dari pantauan udara dengan menggunakan *drone *milik Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung sepanjang Rabu (19/10) sejak pukul 10.30 WIB, titik-titik api terpantau terus bertambah dan mulai merambah menuju kawasan hutan lindung di Jorong Subarang Ombak. Untuk menghambat penyebaran api, seluruh petugas terkait, termasuk masyarakat diberdayakan untuk memadamkan api meski dengan peralatan seadanya. “Titik api terus bermunculan dari lokasi berbeda, seemntara upaya pemadaman sangat sulit dilakukan. Kita berharap hujan segera mengguyur wilayah Sijunjung, sehingga api tidak kembali membesar dan menjalar ke lokasi lain,” tutur Hardiwan. Dari data BPBD Sijunjung, sejak Januari 2016 hingga hari ini, diperkirakan sudah 195 hektare lahan dan hutan yang terbakar di daerah itu. Menurut perkiraan Hardiwan, kebakaran bisa meluas jika hujan tidak juga turun di wilayah Sijunjung. Ditambah lagi titik api yang terus bermunculan, belum seluruhnya bisa dijangkau oleh petugas. “BPBD Sijunjung berencana akan mengajukan permohonan kepada provinsi untuk menggunakan bantuan helikopter pemadam api dalam penanganan karhutla ini. namun demikian, upaya pemadaman tetap akan kita lakukan untuk memutus jalur api supaya tidak melebar,” pungkas Hardiwan. Dandim 0310/SSD, Letkol Zuznan Hadi menyebutkan, untuk memadamkan seluruh titik api, pihaknya telah memerintahkan seluruh personil TNI Kodim 0310/SSD untuk bergabung bersama tim terpadu yang terdiri dari BPBD, Polri, Sat Pol PP dan tim khusus karhutla. “Kita sudah mengerahkan personil TNI Kodim 0310/SSD untuk berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait dalam penanganan karhutla Sijunjung. Seluruh personil diharapkan bisa bekerja maksimal dalam upaya pemadaman api,” tandas Zusnan di lokasi. *Api Terus Menyala* Sementara dari Kabupaten Limapuluh Kota dilaporkan, peristiwa karhutla masih terus berlangsung di lokasi puncak Bukit Harau, persisnya di kawasan wisata Lembah Harau. Meski sudah dilakukan pemadaman api yang dengan helikopter, namun hingga Rabu (19/10), kobaran api terlihat masih menyala. Kebakaran lahan di Bukit Harau, setidaknya telah berlangsung sejak tiga hari terakhir. Pantauan hingga Rabu (19/10) siang, sedikitnya terpantau dua titik api yang disertai bumbungan asap putih dari balik-balik kawasan perbukitan objek wisata Lembah Harau. Asap putih tersebut terlihat jelas dari kejauahan lebih kurang 10 kilometer dari sumbar api. “Ada dua titik api baru yang terpantau di kawasan Lembah Harau. Kedua titik api tersebut letaknya saling berjauhan, sekitar 2 kilometer,” ujar Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Ramadinol kepada *Haluan*, Rabu (19/10). Dikatakan Ramadinol, kedua titik api tersebut merupakan titik api baru yang membakar kawasan wisata Lembah Harau. Selain membakar lahan gambut milik masyarakat, karhutla juga meludeskan beberapa titik lokasi berkebunan warga. Sementara Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Nasryanto menjelaskan, ada tiga nagari di Kecamatan Harau yang dilanda karhutla. Tiga nagari itu masing-masingnya Nagari Tarantang, Solok Bio-Bio dan Harau. “Padam di titik yang lain, timbul api di titik yang baru,” jelas Nasryanto. Nasryanto mengatakan, akibat cuaca panas serta kencangnya tiupan angin, sehingga api dengan mudah menjalar ke kawasan lain. “Titik api berada tinggi di tebing bukit, sehingga sulit untuk dijangkau. Kita telah siagakan lima unit mobil kebakaran guna mengantisipasi meluasnya kebakaran tersebut,” terangnya lagi.. “Petugas juga terus bersiaga di lokasi. Kita takut nantinya api menyebar dan merambat hingga ke rumah-rumah penduduk,” ucap Nasryanto. *(h/ogi/ddg)* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
