|
Sinar Harapan,
9 Desember 2003
Parpol Peserta Pemilu Masih "Menyusu" pada Orba Jakarta, Sinar Harapan Dua puluh empat partai politik (parpol) yang lolos sebagai peserta Pemilu 2004 dinilai pengamat politik Indra J Piliang masih menyusu pada kekuasaan Orde Baru dan Orde Lama. Ke-24 parpol tersebut masih menonjolkan pola kekeluargaan dan dibina melalui jalur kekuasaan. Pengamat politik dari CSIS ini juga menilai, partai-partai tersebut jauh dari spirit persamaan ideologi. "Dengan semangat seperti ini, kekuatan alternatif yang secara konsisten mendorong perubahan tidak akan menghasilkan perubahan politik yang signifikan," ujarnya saat dihubungi SH, Selasa (9/12) pagi. Menurutnya, dari berbagai partai pecahan Golkar, seperti Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Patriot Pancasila, jelas akan menginduk pada partai sebelumnya yaitu Golkar. "Dengan pemetaan seperti ini sulit untuk mendapatkan perubahan dalam Pemilu 2004," ujarnya. Bahkan, menurutnya, antara partai-partai baru dengan partai -partai lama yang lolos electoral threshold pada Pemilu 1999 tidak ada perbedaan platform. Persamaan ini justru mengkhawatirkan karena ide- ide alternatif tentang pembangunan ataupun upaya untuk memperbaiki ekonomi tidak akan muncul. Penetapan Nomor Ke-24 parpol peserta pemilu tersebut Senin (8/12) malam mendapatkan penetapan nomor oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penetapan itu berdasarkan undian yang dilakukan KPU dan diikuti pimpinan ke-24 parpol peserta pemilu. Penetapan nomor urut itu dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU, Nazaruddin Sjamsuddin dan didampingi seluruh anggota di Aula Utama KPU Jakarta. Acara itu dihadiri hampir semua Ketua Umum Partai Politik, seperti Megawati Soekarnoputi (Ketua Umum PDIP), Akbar Tandjung (Ketua Umum DPP Golkar), Amien Rais (Ketua Umum PAN), dan Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum PBB). Berdasarkan hasil undian, Partai Nasional Indonesia Marhaenisme pimpinan Sukmawati Soekarnoputri mendapatkan urutan pertama, sementara urutan terakhir ditempati oleh Partai Pelopor pimpinan Rah- mawati Soekarnoputri. Sedang-kan PDIP menempati urutan 18, Golkar nomor 20, PAN nomor 13 dan Partai Kebangkitan Bangsa mendapatkan nomor urut 15. Pengambilan nomor undian ini berdasarkan daftar hadir dari pimpinan parpol. Acara yang dipandu anggota KPU, Anas Urbaningrum ini berjalan cukup tertib dan hasil undian bisa diterima semua pimpinan parpol. Menurut Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, pelaksanaan undian nomor urut berjalan sangat demokratis dan terbuka. Untuk itu, ia berharap, agar setiap tahapan pemilu disertai dengan keterbukaan dan adanya kesadaran dari semua pihak untuk berpolitik secara etis. "Jangan sampai nanti ada praktek money politic, manipulasi dan bahkan teror politik," ujarnya. Sementara itu, di luar gedung KPU terdapat ratusan massa dari Partai Pelopor, Partai Bintang Reformasi dan aktivis parpol lainnya. Massa Partai Pelopor menyambut antusias penetapan nomor urut dengan meneriakkan yel-yel partai Pelopor. (emy/ady)
| |||||||||||||||||||||
<<DefaultLogo.gif>>

