Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Batanyo ka Uda Dotor..... Kiro2 ba'a info nan macam iko go da???, apo benar ndak kalau di caliak dari segi kesehatan???? > Yunirwansyah "Iwan" Yassin > ----- Forwarded by Y Yassin/Notes on 12/08/2003 11:48 AM ----- > > Resiko Hidup Modern > > Dear All, > mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang > botol plastik ( Aqua, VIT etc ), dan menaruhnya di mobil atau dikantor. > Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol ( di sebut juga > sebagaipolyethylene terephthalate or PET ) yang dipakai di botol2 ini, > mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA ). Botol ini aman untuk dipakai > 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh > lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari. > > Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat > karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol > air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik. > > PENGGEMAR SATE > Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena > ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang > yang dapat menyebabkan kanker. > > Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan > setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) > tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. > > Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate. > > UDANG DAN VITAMIN C > Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C!! > Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang > merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan > berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam !!! > > MIE INSTAN > Para penggemar Mi Instan. Pastikan Anda punya selang waktu paling > tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan jika Anda akan > mengkonsumsinya lagi. > > Informasi kedokteran bahwa ternyata tedapat lilin yang melapisi mi instan. > Itu Sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika > dimasak. > Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan > dipasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan > terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya > mi tersebut satu dengan lainnya. > Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari > lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya > pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas / ditiriskan dengan air > dingin sebelum > dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini > akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang > masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket > ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah). > > Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy) akan dibutuhkan minyak > dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti > untuk menghindari lengketnya pasta tersebut. > > Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan > seseorang terjangkiti kanker. aktor SBC (sekarang TCS) pada beberapa tahun > yang lalu, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya waktu lagi > untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap > hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini > disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan > bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk > membersihkan lilin tersebut. > > Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan > kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir > selalu mengkonsumsi mi instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya > menderita kanker dan meninggal karenanya. > > BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN > Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita > konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar > bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya > tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda > cermat memilik kemasan makanan. > > Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, > kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan > yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan > langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan > yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu > Anda waspadai. > > Kertas > Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) > yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung > timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal > masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah, > dan kemudian menyebar ke ber bagai jaringan lain seperti ginjal,hati,otak, > saraf dan tulang. Keracunan timbal ini pada orang dewasa ditandai dengan > gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) dan paralysis(kelumpuhan). > Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat kronis dan akut. > > Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, > memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang > goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena > pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang panas dan > berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tersebut. > Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring. > > Styrofoam > Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu > pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini > membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat > dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah > kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan > tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, > mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, > lebih aman, serta ringan. > > Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan > bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat > menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi > akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia > akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan. > > Saat ini masih banyak restoran-restoran siap saji yang masih > menggunakan styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau minumannya. Sebisa > mungkin Anda harus menghindari penggunaan styrofoam untuk makanan atau minuman > panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu yang tinggi menyebabkan > perpindahan komponen kimia secara difusi dari styrofoam ke dalam makanan > Anda. > > Kaleng > Pada umumnya, produk makanan yang dikemas dalam kaleng akan kehilangan > citra rasa segarnya dan mengalami penurunan nilai gizi akibat pengolahan > dengan suhu tinggi. Satu hal lagi yang juga cukup mengganggu adalah > timbulnya rasa taint kaleng atau rasa seperti besi yang timbul akibat > coating kaleng tidak sempurna. > > Bahaya utama pada makanan kaleng adalah tumbuhnya bakteri Clostridium > botulinum yang dapat menyebabkan keracunan botulinin. Tanda-tanda keracunan > botulinin antara lain tenggorokan menjadi kaku, mata berkunang-kunang > dan kejang-kejang yang membawa kematian karena sukar bernapas. Biasanya > bakteri ini tumbuh pada makanan kaleng yang tidak sempurna pengolahannya > atau pada kaleng yang bocor sehingga makanan di dalamnya terkontaminasi udara > dari luar. Untungnya racun botulinin ini peka terhadap pemanasan. > > Cermat memilih kaleng kemasan merupakan suatu upaya untuk menghindari > bahaya-bahaya yang tidak diinginkan tersebut. Boleh-boleh saja memilih > kaleng yang sedikit penyok, asalkan tidak ada kebocoran. Selain itu > segera pindahkan sisa makanan kaleng ke tempat lain agar kerusakan kaleng > yang terjadi kemudian tidak akan mempengaruhi kualitas makanannya. > > Plastik > Setiap hari kita menggunakan plastik, baik untuk mengolah, menyimpan > atau mengemas makanan. Ketimbang kemasan tradisional seperti dedaunan atau > kulit hewan, plastik memang lebih praktis dan tahan lama. Kelemahannya > adalah, plastik tidak tahan panas dan dapat mencemari produk akibat migrasi > komponen monomer yang akan berakibat buruk terhadap kesehatan konsumen. Selain > itu, plastik juga bermasalah untuk lingkungan karena merupakan bahan yang > tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami. (non-biodegradable). > > Perlu diingat bahwa sebenarnya plastik itu tidak berbau dan berwarna. > Jadi hindari penggunaan plastik yang bau dan berwarna gelap untuk > membungkus makanan secara langsung. > > Plastik kresek hitam yang sering digunakan sebagai pembungkus > gorengan, gelas plastik yang dipakai untuk air mendidih, botol kemasan air > mineral yang diterpa sinar matahari setiap hari, serta penggunaan plastik kiloan > untuk membuat ketupat, adlaah contoh-contoh penggunaan kemasan plastik > yang salah dan sangat berbahaya. Akibat dari penggunaan plastik yang tidak > sesuai dengan fungsinya ini, dikhawatirkan akan terjadi perpindahan > komponen kimia dari plastik ke dalam makanan. > > Beberapa kemasan plastik berasal dari material polyetilen > polypropilenpolyvinylchlorida yang jika dibakar atau dipanaskan dapat > menimbulkan dioksin, suatu zat yang sangat beracun dan merupakan > penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang. > Menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas merupakan > cara tentram untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut. > > Semoga bermanfaat. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

