Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan 
semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: 
http://www.rantaunet.com/sumbangan.php
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nah,.untuk perjalanan kapal di sungai Nil hanya di
Isna ini saja mengalami kesulitan,karena arus air
cukup tinggi dan  curam,sehingga kalau tidak ada
bendungan,arus air akan kencang dan kapal tentu sulit
untuk maju.

Maka oleh Mesir di bangunlah  suatu bendungan persegi
empat dengan kedalaman 10 m lebih,untuk membendung dan
mengatur perjalanan air dan kapal pulang pergi Luxor
Aswan dan Aswan � Luxor  ,kalau kita bayangkan seperti
bangunan kolam renang,dimana disana bisa diatur
pemasukan dan pengeluaran airnya.

Kapal yang datang dari Aswan ke Luxor,ataupun dari
Luxor ke Aswan,harus antrian,hanya bisa masuk dalam
ruangan persegi empat itu dua kapal saja ,karena
bendungan Cuma ada satu untuk itu ( sekarang sedang di
bangun bendungan satu lagi,sehingga kelak,teratur,jadi
ada bendungan untuk  kapal yang khusus untuk ke
Luxor,dan khusus ke Aswan ( saat kami disana,masih
dalam pembangunan ).

Jadi tatkala kapal kita berada di dalam bendungan
itu,air yang berasal dari Aswan di lepaskan,sementara
bagian belakangnya  di tutup,sehingga air yang rendah
tadi  bisa naik menyamai ketinggian air yang ada
diatas Seperti lobang air Utara di buka,dan lobang air
yang di Selatan di tutup.Tatkala  Air dan kapal sudah
sama rata,barulah kapal bisa berjalan.

Setelah itu giliran kapal dari Aswan menuju Luxor lagi
yang masuk ke bendungan persegi empat itu.Dengan cara
kebalikan yang diatas.Jelas di sini suatu pemandangan
yang   bagus baru pertama sekali kita rasakan,dan
cukup menarik,terutama bagi anak-anak kami,banyak
sekali pertanyaannya kala itu kenapa begini dan
begitu,dan mereka menyaksikan langsung proses semua
itu.Ini suatu pelajaran yang sangat berharga bagi
mereka.

Kita lanjutkan perjalanan di temple Edfo.Dimana disana
ada dua pintu dalam satu bangunan,dan dua penyembahan
zaman dulu kala.Satu pintu untuk penyembahan
matahari,satunya lagi pintu untuk penyembahan patung
yang dinamakan patung " Horus ",( gambar burung gagak
)

Pada umumnya bangunan temple-temple zaman kerajaan
sebelum masehi dahulu itu bangunannya mereng,tak
beratap penuh,tetapi kokoh,dan juga bertuliskan
sejarah kehidupan mereka,serta tiang-tiangnya banyak
dan besar.

Saya kaget,melihat bangunannya mereng ( tiangnya itu
yang mereng ),juga bangunannya banyak pintu,dari pintu
pertama sampai ketinggian misalkan pintu pertama
tingginya mencapai 75 m,kemudian pintu pada bangunan
selanjutnya  ( semakin kedalam ),semakin rendah.Persis
bentuk kerucut.Contohnya begini di depan nya sudah lah
mereng,kebelakang dan kedalamnya juga mereng dan
semakin rendah.

Ketika saya tanyakan,pada orang yang menggaet kami (
setiap temple kita membayar orang gaet untuk
menjelaskan semua tempat-tempat bersejarah itu ,tidak
semua turis yang melakukan hal ini,terutama turis dari
Indonesia,pada umumnya hanya sekedar melihat-lihat
bangunannya saja,tanpa ingin mengetahui sejarahnya ).

Beda sekali dengan turis dari Jepang,Barat sono mereka
dengan relanya membayar mahal untuk gaet dalam
menjelaskan semua tempat yang mereka kunjungi,serta
membeli buku-buku sejarah tempat  yang mereka kunjungi
itu.


__________________________________
Do you Yahoo!?
New Yahoo! Photos - easier uploading and sharing.
http://photos.yahoo.com/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com 
Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
----------------------------------------------------
Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
========================================

Kirim email ke