Server mailing list RantauNet berjalan atas sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mak Zul, Kebetulan saya dikirimi oleh keponakan yang kerja di Panasonic Jakarta, coba nanti Insya Allah saya tanyakan. Wassalam Adrisman --- zul amri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sanak Adrisman Yth ; > > Rasa rasanya saya sudah pernah membaca artikel > tersebut , tapi dimana ya ? lupa. > Kalau boleh , tolong dong disebutkan sumbernya biar > saya tahu dan cari cari lagi. > > Wasalam : zul amry di kuta bali > > > Adrisman Yunus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Server mailing list RantauNet berjalan atas > sumbangan para anggota, simpatisan dan semua pihak > yang bersedia membantu. Ingin menyumbang silahkan > klik: http://www.rantaunet.com/sumbangan.php > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > > Assalaamu 'alaikum wr. wb. > > Sanak di R/N yang terhormat, maaaf kalau akhir akhir > ini sanak membaca postingan yang kurang enak dibaca. > > Untuk mendinginkan suasana izinkanlah saya mengirim > artikel ini semoga ada manfaatnya. > > Wassalam > Adrisman > > ==================================================== > LEBIH HEBAT DARI BERZINA > > Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang > wanita berjalan > terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam > menandakan bahwa ia berada > dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup > rapat hampir > seluruh > wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di > tubuhnya. > Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman > mukanya yang ayu, tidak > dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak > hidupnya. Ia > melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah > Nabi > Musa a.s. > > Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan > salam. > Maka terdengarlah > ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik > itu lalu berjalan > masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya > berderai tatkala ia > berkata, > "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar > Tuhan berkenan > mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai > wanita ayu?" > tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya tak! ut > mengatakannya." jawab wanita > cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi > Musa. Maka perempuan > itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah > berzina." > Kepala Nabi Musa > terangkat, hatinya tersentak. > > Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya > pun......lantas > hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... > cekik lehernya > sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis > sejadi-jadinya. Nabi > musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia > menghardik," Perempuan > bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak > jatuh ke dalam > rumahku > karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa > sambil > memalingkan mata karena jijik. > > Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca > membentur batu, hancur > luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia > terantuk-antuk ke luar > dari > dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat > memilukan. > Ia tak tahu harus > kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau > di > bawa kemana lagi > kaki-ka! kinya. Bila seorang Nabi saja sudah > menolaknya, bagaimana pula > manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya > betapa besar dosanya, > betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa > sepeninggalnya, > Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang > Ruhul > Amin Jibril lalu > bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita > yang > hendak bertobat > dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih > besar daripadanya?" > Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar > dari kekejian > wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa > dengan > penuh rasa ingin > tahu bertanya kepada Jibril. > > "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada > perempuan yang nista itu?" > "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" > tanya Musa kian > penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan > sengaja dan tanpa > menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada > seribu kali berzina". > > Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian > memanggil > wanita tadi untuk > menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan > dengan khusuk > untuksemoga > memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan > tersebut. > > Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan > sembahyang dengan sengaja > dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti > berpendapat bahwa > sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas > dirinya. Berarti ia > seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan > seolah-olah > menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan > memerintah > hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali > dosanya dengan > sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman > didadanya > dan yakin bahwa > Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. > Itulah > sebabnya Tuhan > pasti mau menerima kedatangannya > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > New Yahoo! Photos - easier uploading and sharing ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ingin memasarkan produk anda di web RantauNet http://www.rantaunet.com Hubungi [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ---------------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ========================================

