Maaf ya Mak Darul yth.
Tapi rasanya contoh di bawah terlalu ekstrim.
Apakah telah terjadi yang sekasar itu di sini ?
Inikan hanya masalah penerimaan dengan sudut pandang yang dipilih oleh pihak penerima.
Itu saja.
Semua bisa jadi buruk atau baik sangat relatif terhadap penerimaan setiap individu.
 
Mohon tidak perlu lah sesempit itu.
Tokh Mak Darul telah berlayar mengelilingi samudera dan bertemu segala rupa bangsa di bumi ini.
 
 
Wassalam
Cysca.
 
 
 
----- Original Message -----
From: Darul M Juga kita seharusnya mengetahui dan mengertilah sedikit bahwa disini multi generasi, jadi berbicaralah dengan kaedah umum, sehingga tidak membuat sulit nan lain. Apa lagi yang kadang suatu kata, bisa jorok atau maki bagi suatu
generasi, tapi bisa jadi kata sanjungan di generasi lain. Atau juga beda daerah saja bisa begitu. Coba seorang anak muda Sboyo ketemu, enak saja bilang "juaaaanncok khon" "nengdi wae sampean", kalau kata ini terucap dan dibaca beda generasi bagaimana coba????

Kirim email ke