Wassalamu'alaikum wr.wb.
Tarimo kasih Bundo, kami sekeluarga mananti kadatangan Bundo jo Buya di Kiktinggi. Dalam hari Rayo ko, Bukittinggi berobah jadi saroman ibukota, rami bana, macet ditambah pulo hujan labek indak tabedo, tiok hari hujan turun manyirami bumi Ngarai Sianok, manambah lamak carito sanak nan pulkam. Masalah kemacetan musiman ini memang perlu solusi. Jalan alternatif di Bukittinggi cuma ada dari Simpang Jambu Air lewat Aur kuning, dan  sudah dibuka pula jalur lintas baru. Jalan alternatif kalau datang dari Padang Panjang, sarancaknyo bisa belok ka suok lepas Kotobaru, terus ke Sarik, Sungai Puar, Kubang Putih, bisa terus ke IV Angkat. Jalan ko banyak urang nan indak tahu.
Sakali mandayuang duo tigo pulau talampau. Ambo sangaik sanang Bundo alah ka Cairo dan basuo jo adiak Rahima dan Abdurrahim nan sabananyo alah saroman jo adiak kanduang. Carito Bundo tantang Cairo ambo ikuti terus. Kami sekeluarga pernah di Cairo lebih dari 12 tahun (1970-1982) dan bisa tanyakan sama A. Rahim suami Rahima.
Satantangan Harian Singgalang Situsnya masih belum aktif baru sekedar wacana begitu pula Harian Haluan. Kok Bundo acok mancigok harian Haluan ambo sakali-sakali ado mancogok disitu. Sabab ambo pernah aktif jadi tukang kaba di Haluan tahun enampuluhan sampai parang Taluak I, dan II.
Angku Zubir Jo Buyuang dimanolah kini? Baa kaba hari rayo di Marselles?
*Pada tahun 60 an kami mempunyai antenna TV yang tingginya 12 meter dan dapat menikmati siaran Singapur maka waktu ada pertandingan bandminton piala Thomas rumah bundo penuh dengan orang menikmati siaran tersebut.
Bundo, kini di Bukittinggi kami dapat siaran langsung puluhan channel dari Arab dan Eropa. Sepanjang Ramadhan kami tangkap siaran TV Saudi, Kuwait, Dubai, Al Jazeera, Mesir dll dari Timur Tengah. Mengkitui Shalat Tarawih dan Qiyamul Lail bisa langsung dari Saudi Channel 1, tanpa harus lewat RCTI. Tentu dalam bahasa Arab.
 
Wassalam
Minal Aidin Wal Faizin
Zulharbi Salim dan kel.
Jambu Air 22
Bukitinggi
----- Original Message -----
Sent: Friday, November 28, 2003 9:33 AM
Subject: [RantauNet.Com] Silaturrahmi

Assalamu Alaikum W. W.
Alhamdulillah untuk ummat yang hidup diera komunikasi ini.  Apa yang dapat kita nikmati sekarang rasanya dulu dizaman bundo seumur nanda semua rasanya tak dapat bundo mencobanya.
  1. Pada th 1957 bundo sedang sekolah di Kiktinggi sekolah kami dapat subsidi dari Ford Foundation kami mendapatkan tape recorders untuk latihan pronunciation - barang tersebut seperti barang ajaib yang kami berebut rebut mecoba barang aneh tersebut dan kami ingin mendengarkan suara suara kami kembali. 
  2. Pada tahun 60 an kami mempunyai antenna TV yang tingginya 12 meter dan dapat menikmati siaran Singapur maka waktu ada pertandingan bandminton piala Thomas rumah bundo penuh dengan orang menikmati siaran tersebut.
Sekarang bundo melalui screen dapat memonitor anak cucu dan berkomunikasi dengan mereka. Mereka dapat memperlihatkan gambar bikinan mereka dan kedengaran apa yang diomongin mereka.
Bundo dapat bersilaturrahmi dengan nanda Rahim sekeluarga di Cairo.
Bundo mengenal dan bersilaturrahmi dengan Miko, Dewis, Yoel, Z Andy Palai Rinuak, Nopen Threelare, Bandaro, Darul,Iraf, Yenny, Anang, Ronal,Yos. Bundo bisa bertutur kata (Chatting) melalui computer ini dengan Mulyadi,Lika Rahim, Mis Batam.  Bundo dapat chatting dengan nanda semua.
Mungkin nanti kita dari RN dapat sama-sama ke Bali dan ketemu nanda Zul Amri atau ke bumi Sriwijaya dan ketemu Mulyadi, ke Bukittinggi ketemu Zulharbi, ke Padang ketemu Sati, ke Houston ketemu nanda Adrisman,kekota Gudeg ketemu Laila dan rumah bundo terbuka untuk nanda semua.
Syukuri dan marilah kita manfaatkan nikmat yang diberi oleh Allah SWT ini.
Salam hangat dalam suasana lebaran ini Miko, Bandaro dan Darul dan Rang Mudo sadonyo kapan ber Halal bil Halal dimana apa kita adakan dianjungan Sumatra Barat. Bundo dengar tidak mahal kok.
Wassalam,
Hayatun Nismah Rumzy

Kirim email ke