Ah sudah lah rach, jangn coba2 mengarahkan provokasi kearah lain . saya telah mencium gelagat kamu. kamu pengen saya di musuhi org2 RN ini kan. alsananya adalah karena kamu tak mampu menghadapi saya sendirian. kasian deh kamu rach. padahal andalan kamu cuma urat leher dan mulut doang tapi sayang nya urat leher kamu pun ngga begitu kuat dan kata2mu tak begitu tajam.
sudah cukup alasan buak kamu untuk putus asa kok.
rarach in tidak lah begitu bodoh bahkan cendrung sedikit pintar. hanya saja dia punya satu masalah yaitu bahwa dia tak pernah sepintar yg dia harapkan dan dia butuhkan. jadinya bertinghkah aneh2. dan rada2 putus asa.
salam,
makasih juga rach.
rarach <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terimakasih.
Saya merasa tersanjung sehhan.
Anda sangat piawai sekali menggunakan gaya bahasa
ironi dan balumbang semplak tilu. Semoga mamak-mamak
di Rantau-Net tidak tersinggung dengan tulisan sehhan
ini.
Biar bagaimana pun sehhan telah berusaha untuk santun;
tapi tetap kritikannya pada mamak-mamak sangat tegas
dan pedas: semua pade nggak kuat iman, baru di goda
dikit aja udah kebawa arus.
Sekali lagi, terimakasih sehhan.
~rarach
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard

