-----Original Message-----
From: Fankha [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, July 30, 2003 11:00 PM
To: [EMAIL PROTECTED] Com
Subject: [RantauNet.Com] Selingkuh Kristen dengan Islam Liberal


Assalamu'alaikum Wr Wb
 
Kaba dari dapua subalah.

 

Selingkuh Kristen dengan Islam Liberal


 

eramuslim - Strategi Kristenisasi kini menggencarkan siasat baru. Selain
mengerahkan para pastor dan pendeta, mereka juga merangkul para tokoh Islam
Liberal dan aktivis-aktivis kampus. Semboyan persamaan agama, menjadi nilai
bersama. Islam adalah agama palsu, Allah bukanlah Tuhan, Muhammad bukan
seorang Nabi, Islam dikarang oleh orang-orang yang berniat dan berwatak
buruk, serta didukung kekuatan pedang,ujar sejarwan Inggris, Albert
Hourani. Seorang Crusader pada abad ke-13 menyatakan: Islam diawali dengan
pedang, dipertahankan dengan pedang dan dengan pedanglah akan diakhiri.
Sedangkan cendekiawan Perancis Maxime Rodinson menyatakan: Umat Kristen di
Barat mempersepsi dunia Muslim sebagai bahaya, jauh sebelum Islam dilihat
sebagai masalah nyata. (Fawaz A Gerges; 2002:47) 

Begitulah pandangan banyak cendekiawan Kristen (juga Yahudi) terhadap Islam.
Pendeta-pendeta Kristen juga tak kalah galaknya dengan cendekiawannya.
Misalnya, Pendeta Filemon bersembunyi sampai sekarang, setelah
berkampampanye dimana-mana, bahwa Zaenuddin MZ telah dibaptis secara
Kristen. Pengakuan Filemon itu disebarkan lewat VCD, Zaenuddin telah
membantahnya dan mengadukan Filemon ke kepolisian. Sebelumnya muncul pendeta
Suradi menyebarkan isu yang menghina Nabi Muhammad, Al Quran dan Islam.
Beberapa pendeta AS yang dekat dengan presiden Bush, beberapa waktu yang
lalu juga membuat opini di media massa bahwa Nabi Muhammad adalah teroris. 

Strategi pemburukan citra atau stigmatisasi terhadap Islam itu, memang
dilakukan sejak lama. Di Indonesia, sejak masa pendeta Yusuf Roni, tahun
70-an. Dalam sebuah ceramah di Gereja Maranatha, Surabaya (16 September
1973) pendeta Yusuf Roni yang saat ini masih hidup, menyatakan tentang
sebab-sebab ia murtad: Saya adalah orang yang memegang dan taat sekali
melaksanakan ajaran Islam. Karena saya dari aliran Darul Islam, yang
dipimpin oleh almarhum Kartosuwiryo. Bila ditanya ideologi yang paling saya
benci, tentu saja ideologi itu adalah Kristen. Karena Kristen adalah
ideologi lawan Islam yang paling saya benci. Karena itu, saya memimpin
pembakaran gereja di Majalaya Kabupaten Bandung tahun 1967. Juga memimpin
perusakan gereja di Ciwidei Kabupaten Bandung pada tahun 1966. Saya juga
memimpin pengusiran misi penginjilan Immanuel dan perusakan sebuah rumah
tangga yang dipakai kebaktian di jalan Bima, Bandung. Banyak sekali
aktivitas saya waktu itu yang melawan Kristen. Semua i! tu! adalah bentuk
konsekuen saya terhadap Al Quran. Didalam Al Quran ada ayat As sidau alal
kufar, yang artinya Potong itu orang-orang Kristen. Kemudian dilanjutkan
La takhiduuna kaafirina auliya, artinya,Jangan engkau dekat-dekat dengan
mereka, karena kelak engkau mati dalam kesesatan. Inilah doktrin yang kami
pegang. Sehingga kami bergerak agresif sekali. Ayat ini zahidu fi
sabilillah artinya,berpeganglah engkau di jalan Allah. Kemudian ada
hadits berbunyi,ma qoddamin illa bil saef, artinya,Tidak akan tegak
Islam, kecuali dengan pedang. Dengan kata lain, Islam tidak akan tegak
tanpa kekerasan. Inilah ayat-ayat dan hadis yang saya pegang, sehingga saya
membenci Kristen. 

Meski ungkapan Yusuf Roni itu penuh kebohongan dan lafadz-makna ayat Al
Quran keliru, tapi ucapan pendeta radikal itu, menjadi pegangan banyak
orang Kristen. Sehingga nama Yusuf Roni sekarang tetap ngetop di kalangan
gereja. 

Kini, untuk menggencarkan Kristenisasinya, Yusuf Roni mendirikan Sekolah
Tinggi Teologia (STT) Apostolos di Jakarta. Apostolos ini selain berfungsi
sebagai sekolah tinggi, juga tempat penggodokan kader-kader para penginjil.
Mahasiswa yang kuliah di Apostolos ini, selain mendapat pengajaran tentang
ajaran-ajaran Kristen, juga mendapat pengajaran tentang Islamologi 40
sks,kata Abu Deedat dalam diskusi rutin bulanan di Pesantren Husnayain,
Jakarta akhir Juli lalu. 

Dosen Apostholos tadinya ada sembilan orang dari UIN. Tapi setelah
tokoh-tokoh Islam datang ke Rektor UIN, protes mengenai dosen-dosen itu,
akhirnya beberapa orang mengundurkan diri,kata Abu Deedat, dai yang ahli
dalam masalah Kristologi, kepada Media Dakwah. Kini, masih ada beberapa
dosen dari UIN yang mengajar di Apostolos, tapi namanya tidak tercantum di
leaflet resmi. 

Pendeta lain yang gencar juga melakukan Kristenisasi, adalah Pendeta Bambang
Noorsena. Bambang mengumpulkan jamaatnya dengan sebutan Kanisah Ortodoks
Syiria. Ia mensosialisasikan kaligrafi Arab yang lafadz-lafadznya memuji
Yesus dan juga aktif menerbitkan buku-buku. Salah satu buku Bambang Noorsena
diberi kata pengantar oleh KH Agil Siradj menyatakan bahwa tidak ada
perbedaan Tauhid yang berarti antara Kristen dan Islam. 

Selain Yusuf Roni dan Bambang Noorsena yang mendirikan lembaga-lembaga
Kristen, juga ada Pendeta Josias Lengkong yang mendirikan Institut Teologi
Kalimatullah. Sedangkan Pendeta Edi Sapto yang pernah ditangkap di Bekasi
karena mengkristenkan paksa beberapa pemuda Islam dari Indonesia
Timurmendirikan Sekolah Tinggi Teologia Kiyai Sadrach. 

Memang di Indonesia ini, Kristenisasi diberikan kebebasan yang seringkali
keblabasan. Di beberapa negeri Muslim, seperti di Afghanistan dan Libia,
misionaris-misionaris yang melakukan Kristenisasi, ditangkapi. Kaum Kristen
di sini merasa mempunyai kekuatan ekonomi dan dapat dukungan dari
Washington, Vatikan dan lain-lainberani terang-terangan menolak tentang
aturan pendirian rumah ibadah, UU Peradilan Agama dan terakhir menolak RUU
Sisdiknas. 

Selingkuh Kristen dan Islam Liberal 

Strategi gerakan Kristen saat ini, menurut Abu Deedat ada tiga : pertama,
menjauhkan kaum Muslim dari ajaran Islam. Kedua, menguasai dunia, dengan
menguasai ekonomi (politik), budaya dan media. Ketiga, strategi multiplikasi
rohani yaitu dengan: memanggil, membina, melatih dan mengutus (menjalankan
misi). 

Salah satu jaringan yang terkenal sebagai pusat pengkaderan Kristen adalah
Lippo Cikarang dan Lippo Karawaci, Bekasi. Pusat Kristenisasi di Bekasi
adalah di Lippo Karawaci yang dikuasai oleh kelompok Kristen Bettani.
Menurut sumber Media Dakwah, tiap minggu disitu ada pembaptisan puluhan
orang. Mereka juga menggunakan sistem pengkaderan sistem sel, dengan nama
G-12, mencontoh misi Yesus. Nama lain yang digunakan adalah MLM, Multilevel
Misi (MLM). 

Model Kristenisasi aktif MLM itu, sekarang juga masuk ke hampir semua pusat
perbelanjaan mall-mall kota besar. Pengusaha Ciputra, saat ini juga dikenal
sebagai penginjil yang aktif. Mereka sekarang juga mengenalkan doa lima
patok,ungkap Abu Deedat. Maksudnya doa yang dilakukan selama lima waktu,
meniru umat Islam menjalankan sholat lima waktu. 

Gerakan Kristen di Indonesia, juga pernah dihebohkan dengan kejadian
pembakaran Doulos di Cipayung. Doulos dalam dokumentasinya yang disebar
resmi lewat internet, memang menargetkan dapat menyebarkan Kristen di 125
suku untuk 160 juta rakyat Indonesia. Gerakan Doulus menfokuskan pertama
pada 125 suku terasing yang sudah mendengar injil. Kedua, mendirikan pos-pos
penginjilan, rumah ibadah, gereja dan Sekolah Tinggi Teologia. 

Saat ini kaum penginjil juga aktif menyusup ke kantor-kantor, kampus,
perusahaan dan lain-lain, untuk mengadakan doa bersama dan khotbah-khotbah
Kristiani. Berbagai cara ditawarkan di Kampus, misalnya dengan membantu
pencarian kos mahasiswa, kursus bahasa Inggris dan lain-lain. Di
Kampus-kampus Bandung, diantaranya di Universitas Pendidikan Indonesia
(tadinya IKIP) penginjil-penginjil dari Kanada dan Amerika aktif mengadakan
kursus bahasa Inggris gratis, untuk menyelubungi misi Kristennya. 

Selain itu ini yang perlu diwaspadaigerakan-gerakan penginjilan melakukan
program-program pendekatan ke masyarakat Islam, dengan kegiatan doa bersama,
kegiatan bersama antar agama dan penyebaran faham penyamaan agama. Disinilah
kepentingan Islam Liberal dan Misi Kristen bertemu. 

Di Yogyakarta, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga membentuk
forum kerjasama resmi dengan mahasiswa STT Apostolos, dengan nama STAFUKA.
Dalam kegiatannya mereka diantaranya mengadakan Pekan Agama Islam dan
Kristen, berupa pentas drama, doa bersama dan lain-lain. Mahasiswa Islam
yang mengadakan kerjasama dengan mahasiswa Apostolos itu, dikenal sebagai
sebagai mahasiswa yang mempunyai paham Islam Liberal. Selain mengadakan
kerjasama dengan IAIN Suka, mahasiswa-mahasiswa Kristen itu juga melakukan
pendekatan ke aktivis-aktivis HMI. Di Jakarta, sejumlah mahasiswa UIN Sahid
beberapa minggu lalu, mengadakan Kajian Kristologi dengan mengundang Yusuf
Roni. 

Di Jakarta, pendeta-pendeta dan umat Kristen sering mengundang Ulil Abshar
untuk berceramah tentang Islam. Dan Ulil Abshar sebagai tokoh ICRP
(Indonesian Conference on Religion and Peace) aktif mewadahi kerjasama
dengan Kristen dan agama-agama lain, sekaligus menjadi sponsor dengan dana
melimpah dari Asia Foundation dan Ford Foundation (AS). 

ICRP yang bermarkas di Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34 Jakarta ini
sekarang juga membuka kursus agama terbuka untuk umum dengan KALAM (Kelas
Lintas Iman). Dengan biaya yang murah sebesar 50 ribu untuk mahasiswa,
mereka dapat mengikuti Kelas Elementary, Intermediate atau Kelas Advance.
Kelas Elementary diajarkan Sejarah Agama-agama dan Sejarah Perjumpaan
Agama-agama di Dunia dan Indonesia. Kelas Intermediate diajarkan
Sistematika/Dogma/Doktrin Agama-agama dan Tradisi Agama-agama dan Kelas
Advance diajarkan Etika Agama-agama. 

Gerakan agresif Islam Liberal dan aktivis-aktivis Kristen itu, sebenarnya
dimulai sejak Islam Liberal membentuk resmi jaringan . Markas Islam Liberal
68H Utan Kayu --milik Gunawan Moehammad--, dikenal sebagai tempat pertemuan
anak-anak muda lintas agama. Kerjasama mereka itu, selain penyebaran gagasan
penyamaan agama lewat buku, internet, radio dan lain-lain (di Yogya ada
penerbit senafas JIL yang bernama LKIS), mereka juga aktif dengan Paramadina
menyebarluaskan wacana bolehnya nikah beda agama. 

Begitulah kehidupan, persatuan komunitas terjadi karena kesamaan ide,
kesamaan kepentingan dan kesamaan melihat musuh bersama. 

Al Quran jelas-jelas melarang kerjasama dengan orang-orang yang memusuhi
Islam dan melarang kerjasama dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Nabi
Muhammad saw. 

Firman Allah SWT : Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada
Allah dan hari akherat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang
menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau
anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah
orang-orang yang Allah telah menenamkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya (QS Al Mujaadilah
22). * 

Nuim (Media Dakwah, Agustus 2003) 

. 



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke