Assalamualaikum Wr.Wb.
Kak Kisby,saya mohon maaf baru sekarang dapat
membalas mailnya dikarenakankesibukan lebaran yang
masih saja di kairo itu.Kami baru habis berkunjung
ketempat2 bersejarah di Mesir.
Mengenai nyik aki Bilal,nama mesjidnya saya kurang
tahu tapi dekat tangah sawah itu,karena beliau sering
jadi khatib di mesjid di tangah sawah itu.Kampung ibu
saya pun disitu,serta rumah gadang masih ada
disana.Saya menikahnya saja di Mesjid AL Wustha Kamang
hilir pd thn 93,yang lalu.
Saya mengajar di MAKN 2 di Bukittinggi itu yang
dulunya adalah PGAN yang sempat terkenal sekolah
tersebut banyak menghasilkan orang2 menjadi orang
besar,katanya,tapi saya kurang tahu.Saya memang yang
pilih Bukittinggi itu saya minta langsung ke DEpag
Pusat di Jakarta,karena setelah sebulan di jakarta
saya merasakan ngak betah tinggal di
jakarta,sebab,keramaian dan kurangnya ada kerjasama
sesama tetangga,semua pada sibuk cari duit sendiri2
jadi saya ngak betah,saya biasa hidup
bermasyarakat,tanpa segala sesuatunya tidak harus dgn
duit,kalau di Jakarta memang orangnya baik2 tapi kalau
kita ada duitnya(maaf bukan semua orang jakarta yang
saya maksudkan).karena keluarga kandung saya juga
banyak di jakarta.Saya anak kedelapan dari 9 orang
bersaudara,jadi ingin yang paling kecil ngak
jadi,karena nongol satu lagi,dan keluarga saya
tersebar,ada di medan,jakarta,P.Baru,Padang
dllnya,sementara saya sendiri sudah semenjak thn 89 di
Kairo,saya mengikuti suami sambilan kuliyah.sebenarnya
kisah saya mengambil PNS tahun yang lalu itu ada
ceritanya saya tulis (Inilah kisahku setahun di
Indonesia..)jadi saya baru 100%baru bulan july
kemaren,tetapi terhitung dari bulan april,karena sk
saya keluar 01 maret 2000,dan saya mulai pulang ke
Indonesia utk mengajar mulai bulan September 2001,jadi
setelah beberapa bulan keluar pengmuman lulus test
saya baru mau mengajar,dikarenakan masih ada keragu2an
dalam diri saya utk meneruskan PNS itu atau
tidak,karena pada mulanya saya test tsb,hanya iseng2
saja,saya masih ingin menyelesaikan dulu skripsi
saya,tapi atas dorongan dari suami dan juga Bapak2
yang ada di KBRI itu saya ambil juga,dan saya pulang
ke Indonesia.ngak sampaidua bulan saya ngajar ada
panggilan LPJ di Padang besi,setelah itu pada bulan
september (setelah setahun pas ngajar,baru saya dapat
tugas belajar,sementara PNS 100%nya hanya baru sebulan
lebih)Alhamdulillah mungkin ini rahmat dan rezeki dari
Allah yang maha kuasa,karena niat saya ikhlas,dari
awalnya,) ketika ngajar juga saya benar2 membaktikan
diri saya ke sekolah itu,sehingga sekolahpun memang
sangat kehilangan saya,murid2 beserta guru2nya
termasuk Bapak Kakandepagnya,karena beliau sangat
mengharapkan sekali saya dapat menunda dulu
keberangkatan saya,karena ingin di utus dulu utk
MHQ(Musabaqah Hifzil Qur,an )Tingkat Sumbar,jadi
beliau ingin saya utusan Bukittinggi karena jarang
sekali bahkan boleh dikatakan tidak ada orang yang
hafal sampai 30juz seumur dewasa,kecuali dari
Padang(IIQ)
Di MAKN2 itu saya mengajar Ulumul
Hadist,kaligrafi,serta Hifzil Qur,an.Alhamdulillh
semenjak saya mengajar disana selama setahun banyak
murid2 tsb,yang hafal Qur,an meskipun hanya beberapa
juz saja,merka sering datang kerumah dimana tempat
saya menyewa rumah di Panganak itu tepat didepan
sekolah,jadi belajar disekolah dan dirumah
juga.sementara anak2 saya sering saya bawa
kesekolah,ketika saya mengajar saya biarkan mereka
bermain di halaman sekolah,dan anak saya yang paling
besar sekolah Sd kls satu ketika itu,terkadang juga
ank2 saya yang dua lagi saya letakkan di Tk(Play
group),saya memang ngak suka berpembantu,karena aya
ngak mau nak saya dididik oleh pembantu,ntar
wataknyapun watak pembantu,meskipun saya sibuk,tetapi
anak2 saya tetap saya yang mendidiknya.Alhamdulillah
anak saya termasukjuara disekolahnya,dan belum ada
yang setingkatan ia sudah bagus tulisan arab dan
Englisnya,serta dapat baca AlQur,an dan hafal beberapa
surat,selain ia sendiri,sehingga banyak yang bertanya
pada saya bagaimana cara mendidik anak sementara saya
termasuk orang yang sibuk mengajar.Saya mengajar hanya
tiga kali dalam seminggu,atau 4 kali paling banyak,dan
mengajar hanya 18 jam saja seminggu itu pagi
sore.kalau pagi memang itu berat anak2 ngak boleh ikut
sya dalam kelas,tetapi kalau sore,saya ngajar
kaligrafi dan hafalan qur,an,jadi anak2 saya bisa
masuk dalam lokal,karena tidak mengganggu,
Kalau mendidik anak dan mengajari biasanya saya
selalu bangun pagi pukul 4 saya bereskan makan dan
bersihkan rumah,setelah itungajarin anak saya yang sd
itu,baik ttg pelajaran disekolahnya,maupun ngajidan
hafalan qur,an serta bacaan shalatnya.Anak kalau didik
disekolah saja tidak cukup tanpa ada peran orangtua
didalamnya terutama ibu.terkadang disekolah itu guru2
tsb,kurang memperhatikan lafazh,atau makhraj
huruf,bagi pembacaan al Qur,an,serta kurangnya
memperhatikan tulisan yang benar,baik itu arab maupun
Englishnya,padahal didikan itu bermulanya dari awal
anak tersebut mulai menuis dan membaca,karena
ingatannya masih kuat dan cepat melekat,otaknya masih
bersih,karena itu yang pertama ia terima tentu itu
yang melekat dalam dirinya.Anak saya sebelum masuk Sd
udah bisa tulis baca.dan Melafazkan huruf2 Alqur,an
itupun sudah tepat sesuai dgn makrajnya.setelah ia SD
baru saya ajarkan Tajuid,panjang pendek
Alqu,an,sehingga kalau sudah besar nantik saya tidak
susah lagi mendidiknya.karena banyaknya oran tidak
benar baca tulis aL Qur,an itu,karena tidak ada
bimbingan dari orang tua,terutama ibu,karena ibu lah
yang lebih banyak waktunya pada anak ktimbangayah yang
seharian sibuk diluar mencari nafkah.
mengenai Bea siswa yang kak Kis tanyakan,bea siswa
saya langsung dari Gubernur,tanpa melalu Kakanwil
dulu,malah kakanwil mungkin tidak tahu hal tsb,karena
Pimpinan Diniyyah Puteri (Almarhum)yang tahu urusan
tsb.Ketika itu Pimpinan Dinyyah Puteri menginginkan
saya kembali ke Diniyyah,namun Bapak Hasan Basri
mengtakan,dimana saja saya kembali asalkan di Sumbar
jangan trlalu diikat,jawab beliau,dimana sajapun ia
berbakti asalkan jangan lari dari negeri
Indonesia.seperti kebanyakan orang yang lebih suka
mengabdikan ilmunya kenegeri lain,karena duitnya lebih
banyak disana.Apalagi bea siswa yang diberikan pada
saya hanya setahun dan tiket keberangkatan saja,ngak
baik banyak menuntut thdpnya,lontar beliau.setelah itu
justru orang mesir yang memberikan bea siswa pada
saya,sampai datang ICMI.dan setelah saya kawin biaya
saya jelas dari suami,namun sekarang saya cukupkan dgn
gaji saya yang masih jalan kok,buat apa terlalu tamak
sekali,mahasiswa lain juga butuh.Alhamdulillah yang
dari suami sudah cukup.Bea siswa saya biasanya saya
belikan utk beli buku2begitupun dgn gaji saya,semuanya
buat keperluan kuliyah saya,jadi jangan heran kalau
buku2 dirumah saya cukup banyak,karena saya termasuk
kutu buku juga.saya ngak punya harta apa2 kecuali
buku2.Orang banyak berprasangka bahwa gaji orang yang
di LN itu banyak,saya rasa tidak seperti itu,mungkin
itu gaji mereka yang dikirim dari Indonesia,ataupun
yang bekerja di swasta,tapi suami saya hanya lokal
staf,jadi gaji itu cukup buat makan.karena itu saya
tidak akan lama2 di Mesir ini,selesai kuliyah
pulang.Hidup di Negeri sendiri lebih enak dan lega
ketimbang dinegeri orang lain,meskipun hujan emas
dinegi orang tsb,dan hujan batu dinegeri
sendiri,tetapi saya sudah merasakan setahun hidup di
Indonesia itu semenjak saya berumahtangga,ternyata
jauh lebih bahagia dan enak dinegeri sendiri,meskipun
keadaan Indonesia yang sekarang ini sangat
memprihatinkan.Sekian dulu semoga kak kis puas dgn
jawaban saya..Wassalamualaikum wr.wb.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send your FREE holiday greetings online!
http://greetings.yahoo.com
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================