Dear Minang fellows. Kini ada kencenderungan di kalangan urang awak bahwa "kawin jauh" bisa menghasilkan keturunan yang lebih berdaya saing baik dari segi ketahanan mental, fisik maupun inteligensi. Persepsi itu syah-syah saja.
Tapi akan lebih bertanggung jawab jika kita mencantolkan amal-amal dunia ini dengan prakondisi yang ada di sekitar kita. Sesuai pengamatan akal budi dan sejauh yang kita bisa telusuri. Kompiliasi ilustratif: A> Di Pulau Jawa, dari 100 juta penduduknya, 65% adalah perempuan. Artinya, sekitar 65 juta orang perempuan hidup di Jawa berbanding 35 juta laki-laki. Jika satu pria bermonogami (satu istri) maka akan ada (65-35=30) sekitar 30 juta perempuan terancam nafkah dan kodratnya. B> Sebaliknya, di Sumbar 65% penduduknya adalah pria sementara 35% wanita. Tersedia cukup pria di Sumbar untuk mengawini wanita. Tersisa 30% dari populasi 1.000.000 orang di Sumbar yang dianggurkan atau setara 300.000 kaum pria. Apabila kedua fenomena ini dikompilasi, penggiringan "amal shalihin" yang muncul adalah: 1. Panggilan "jihad" bagi 300.000 kaum pria Minang untuk merantau dan mencari nafkah ke Pulau Jawa --insyaAllah bakal berhasil jadi "orang." Yakinlah bahwa anda pasti akan dibantu oleh Malaaikati wa'r Ruhi (malaikat dan ruh yang bekerja menjalankan tugas) seperti dikutip oleh Surat Al Qadar dalam Al Quran. 2. Panggilan "jihad" bagi 300.000 kaum pria Minang untuk mencari jodoh dari kalangan Sunda, Jawa, Betawi, dll--insya-Allah bakal dikaruniai anak-anak yang pintar. 3. Insya-Allah telah Disiapkan surga bagi 300.000 kaum mujahid Minang yang peduli dengan nasib kaum Muslimah di Pulau Jawa yang terancam nafkah dan kodratnya. Dalam Quran ini termasuk dalam konsep "mereka" yang berjuang dengan harta dan dirinya. Mereka yang mati dalam keadaan ini, tidaklah mati, tapi hidup abadi mendapat rizki tanpa batas di sisi Tuhan-Nya dan bahagia. 4. InsyaAllah akan dibukakan pintu rizki seluas-luasnya bagi 300.000 mujahid Minang yang sungguh-sungguh ingin menjadikan hidupnya lebih bermakna di dunia. Quran mengutip firman Allah: "Janganlah kamu mengatakan apa-apa yang kamu sendiri tidak mengerjakannya." InsyaAllah saya telah melakukannya sejak 1990-an saya selalu menolak setiap "calon jodoh" dari Minang. Akhirnya saya mengawini seorang gadis Sunda dan kini dikarunia sepasang putra dan putri "luar biasa." Saya mendidik keduanya dengan konsep "SuperKids" yang kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan di AS. (Jika sanak berminat bisa saya kirimkan kopian artikel tentang SuperKids tersebut). Hanya saja formatnya saya sesuaikan dengan format yang lebih Islami. Ini penting agar tiap diri kita bertanggung jawab mendidik generasi-generasi yang kuat di masa datang, seperti disitir Quran: "Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah, hendaklah kamu takut meninggalkan generasi-generasi yang lemah di belakang (setelah) kamu." Dalam waktu dekat (habis Lebaran) saya juga siap menyunting seorang gadis Betawi, cukup umur, tak ternafkahi, dibawah garis kemiskinan dan yatim piatu. Kini kami sudah bertunangan. Istri pertama sudah tahu dan....coba tebak...NO PROBLEMO! Saya ikut program KB pemerintah saja: "DUA ISTRI CUKUP!" Dalam level ini, pembahasan kawin sesuku sudah tak relevan lagi atau wacana yang tak maju-maju. Agama tak melarang kawin sesuku. Yang dilarang kawin dengan muhrim atau kelompok orang yang haram dikawini (golongan yang termasuk muhrim dirinci oleh Quran). Bagi Islam, syarat utama untuk mencari jodoh yang mutlak berlaku adalah "korelasi model." "Tidak akan kawin wanita musyrik melainkan dengan laki-laki muysrik, demikian pula sebaliknya, dan yang demikian itu diharamkan bagi mukmin." "Tidak akan kawin wanita pezina melainkan dengan laki-laki pezina, demikian pula sebaliknya, dan yang demikian diharamkan bagi mukmin." "Wanita tayyibin (taubat) hanya kawin dengan laki2 tayyibin (baik-baik). Mereka bebas dari segala dakwaan (dosa). Bagi mereka rizki dan ampunan yang mulia dari Tuhannya.' Nah, akan lebih baik lagi bila ke-300.000 pemuda Minang itu bisa mengawini dua Muslimah di Pulau Jawa. Tantanglah dunia, tinju congkaknya iblis yang selalu menghasut dunsanak supaya takut miskin dan lapar. Kalau sanak berani, iblis frustasi. Kaum Muslim di Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sudah saatnya memikirkan nasib kaum Muslimahnya. Atau,....dekadensi moral bakal tak terelakkan. Musibah sosial akan selalu berulang. Prostisusi semakin menjamur dan tak terpecahkan. AIDS menebar mangsa. Indonesia tinggal sejarah....saja. Di AS sendiri ada gereja Mormon yang menganjurkan jemaahnya untuk berpoligami, kendati tak sesuai dengan konstitusi negara itu yang menganut monogami. Sayang, tujuan mereka tak lebih untuk mempercepat populasi saja. Saya melihat etnis Minang menyimpan potensi genetika yang "cerdas" yang bila disalurkan untuk etnis yang sama maka potensi itu justru akan semakin memudar. Namun sebaliknya, bila potensi "cerdas" itu disalurkan ke gen yang jauh berbeda (etnis lain), maka potensi "cerdas" itu sangat berpeluang untuk meningkat menjadi potensi "jenius" atau dalam beberapa generasi berikutnya melejit menjadi potensi "superjenius." Kita harapkan, konsep ini bisa melahirkan generasi-generasi baru yang bisa membangun bangsa dan agama kita di masa datang, siap bersaing dengan Barat. Bukankah kita sudah bosan dijajah melulu dari dulu sampai sekarang? Atau, generasi mendatang tak lebih dari seonggok daging dan tulang yang hanya menonton lalu lintas global di kampungnya sendiri,.. lalu terlindas,.. dan tewas dengan genas?. Jadi, demi perjuangan Islam, "hinalah" mereka yang kawin sesuku. "Cacilah" mereka yang kawin sekandang. Tapi, dukunglah asimilasi antaretnis demi ketangguhan sebuah negara yang mayoritas adalah Muslim. "Tidaklah kami jadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa melainkan agar (kalian bisa) saling kenal-mengenal," kata Tuhan seperti dikutip Quran. Wallahualam Esteranc Labeh [EMAIL PROTECTED] JKT ____________________________________________________ Dapatkan email gratis Anda di http://mail.astaga.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

