08/05/2001 http://www.jaga-jaga.com Presiden Gus Dur bersikeras bertahan dalam posisinya sebagai RI-1 dan bahkan mengancam untuk memberlakukan kondisi darurat militer (martial law) di negara kepulauan terbesar di dunia ini. dalam sidang kabinet akhir pekan lalu, Gus Dur memberi semacam panduan bagi cara-cara berbagi kekuasaan dengan Wapres Megawati Sukarnoputri. Menurut Gus Dur, Mega bisa memegang semua hak eksekutifnya kecuali yang menyangkut pembuatan kebijakan (policy making) dan penunjukkan para pejabat (kunci). Mega dilaporkan sangat terkejut dengan sikap 'sok' Gus Dur tersebut dan memutuskan untuk meninggalkan ruang sidang segera setelah Gus Dur 'cabut' lebih dahulu. Sebelumnya, menurut sebuah sumber harian tersebut, ia sempat berucap, "Kalau begitu, soal urusan inpres (tentang pembagian kekuasaan) ini hanyalah antara Anda (para peserta sidang) dan dia (Gus Dur)." Seorang anggota kabinet yang hadir dalam sidang mengatakan, tak seorangpun merespon pernyataan Gus Dur yang sudah menerima dua memorandum dari DPR itu meskipun dia meminta pendapat para peserta sidang. Ketika menyadari bahwa semua cuma diam, dia mengatakan akan menunggu hingga Selasa ini rekomendasi-rekomendasi guna menyelamatkan kursi RI-1 yang kini didudukinya dari para pembantunya. Jika tidak dia akan memberlakukan situasi darurat militer pada 25 Mei, membubarkan parlemen dan mengumumkan percepatan pemilu. Setelah membuat pernyataan 'menghebohkan' itu, ia menginstruksikan Mega untuk mengambilalih kursi pimpinan sidang dan kemudian pergi begitu saja. Sang sumber menyatakan dirinya tak mengerti mengapa Gus Dur menawarkan konsep pembagian kekuasaan di satu pihak, namun di lain pihak juga mengancam untuk memberlakukan situasi darurat militer, ini mungkin saja semata-mata merupakan "taktik untuk bernegosiasi" dari pihak Gus Dur. Sebuah sumber lain menyatakan pemberlakuan situasi darurat militer jauh dari kemungkinan bisa dilaksanakan karena para petinggi militer Indonesia diketahui sudah menyatakan secara terbuka ketidaksukaan mereka pada 'gagasan' tersebut. Sebelum sidang kabinet Sabtu tersebut, para orang dekat Mega sudah menyatakan bahwa Mega telah sampai pada keputusan hanya dua cara untuk menghindari kekacauan di Indonesia. Pertama, mundurnya Gus Dur dan kedua, suatu persetujuan pembagian kekuasaan secara formal yang disepakati dan disahkan oleh MPR. Meski demikian Mega juga menyadari bahwa 'kompromi' dengan Gus Dur bukannya tak mengundang bahaya. Karena terbukti Gus Dur juga sudah mengingkari janji-janjinya soal 'kekuasaan' yang lebih besar bagi Mega yang diutarakan pada MPR Agustus tahun lalu. ===== __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices http://auctions.yahoo.com/ RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

