>  Dalam semua contoh-contoh yang di sebutkan di atas, tanpa
>terkecuali, kita akan melihat bukti-bukti keimanan mereka yang
>memancarkan cahaya, dan membuat kagum setiap yang melihat-
>nya. Kagum dan bertanya-tanya, apakah yang dapat mengeluarkan
>mereka dari kegelapan kepada cahaya dan membuat mereka men-
>jadi sebaik-baik generasi dalam waktu yang secepat itu.

Assalamu'alaikum.w.w.

  Bila kita telusuri jalan sejarah para sahabat itu, maka kita 
akan mendengar dan melihat lebih jauh tentang mereka.
  Kita akan saksikan Bilal, yang menentang Umayyah bin Khalaf
dengan keteguhan ucapannya, "Ahad... Ahad..", sementara
punggungnya disengat padang pasir yang panas membara dan
dadanya ditindih batu besar.
  Kita saksikan Khabbab, yang walaupun seluruh badannya
diseterika, namun tidak membuatnya berpaling dari dinnya.
  Kita saksikan keluarga Yasir yang disiksa. Sumaiyah yang
dibunuh. Namun, mereka tetap bersabar dan mereka tidak mau
menjadi kafir karena siksaan yang mereka derita. Mereka lebih
memilih untuk mendengar himbauan dan janji Rasulullah: "sabar
hai keluarga Yasir, janji kamu adalah surga."
  Kita saksikan keikhlasan para sahabat Muhajirin. Mereka
meninggalkan keluarga, harta, dan anak, menyeberangi padang
pasir antara Makkah dan Madinah tanpa bekal, semata-mata untuk
hijrah kepada Allah dan rasul-Nya.
  Kita saksikan Abu Ubaidah yang membunuh ayahnya dalam
Perang Badar. Dalam peperangan yang sama Abu Bakar juga
hampir membunuh anak kandungnya, sedangkan Mus'ab mem-
bunuh saudaranya, Ubaid bin Umair.
  Kita saksikan pula Mus'ab yang terbunuh dalam perang uhud.
Tidak ditemukan kain untuk mengkafaninya, kecuali hanya selimut
yang apabila kepalanya ditutup dengan selimut itu, maka kakinya
terbuka, padahal sebelumnya dia adalah pemuda Quraisy yang
hidupnya paling berada.
  Kita dapat menyaksikan juga tangan-tangan sahabat Anshar
yang berbai'at pada malam Aqabah, padahal mereka tahu bahwa
bangsa Arab akan mengeroyok mereka, pedang-pedang kaum
musyrikin akan berebut untuk memenggal leher mereka dari
segala penjuru. Akan tetapi, walaupun semua derita ini sudah di
depan mata, mereka tetap pada pendiriannya, "Jual beli tetap
untung. dan kami tidak akan mengubahnya dan berpindah."
   Kemudian lihatlah mereka, ketika mereka membagikan harta,
rumah, dan perabotnya kepada sahabat-sahabat mereka kaum
Muhajirin.
  "....Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin)
atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesu-
sahan..." (QS:Al-Hasyr:9)

   Dengarkanlah mereka pada hari terjadinya Perang Badar, yaitu
ketika seorang dari mereka berkata kepada Rasulullah Saw,  
"Majulah wahai Rasulullah, dalam apa yang engkau kehendaki, kami
besertamu, demi Dzat yang mengutus engkau membawa barang
haq. Seandainya engkau memperlihatkan laut ini lalu kau memasu-
kinya, kami akan memasukinya besertamu, dengan tak akan ter-
tinggal seorang pun dari kami. Teruslah bergerak di atas barakah
dari Allah."

   Dalam perang Uhud mereka membentengi Rasulullah Saw, se-
hingga tujuh orang di antara mereka terbunuh terkoyak pedang dan
panah. Kemudian marilah kita pergi ke Hunain di mana dua belas
ribu prajurit Rasulullah mencoba lari dari sekeliling beliau. tetapi
akhirnya bergabung kembali dengan Rasulullah dan 8O sahabat
Anshar, hingga mereka dapat mengalahkan suku Hawazin dan
mengumpulkan rampasan perang. Kemudian Rasulullah membagi-
bagi rampasan perang itu kepada yang selain sahabat Anshar.
Beliau berikan rampasan itu kepada mereka yang pertama-tama lari
dan yang paling belakangan kembali bergabung dengan beliau, dan
juga kepada mualaf.
  Kemudian apakah yang beliau berikan kepada sahabat Anshar?
Nabi bersabda kepada mereka :

    "Apa kalian tidak rela jika para manusia pergi dengan
  membawa kambing-kambing dan unta, sedangkan kalian
  pulang dengan membawa RasuluIIah?".  Di saat itu mena-
  ngislah para sahabat Anshar seraya berkata. "Kami rela
  Rasulullah sebagai pembagian untuk kita". (HR. Bukhari)

  Dan marilah kita bersama kembali ke Madinah, untuk melihat
Abu Bakar Ash Shiddiq mengorbankan seluruh harta kekayaan-
nya untuk membiayai keberangkatan tentara muslimin, sehingga
Nabi bertanya kepadanya, "Apakah yang kau tinggalkan untuk
keluargamu?" Abu Bakar menjawab, "Allah dan rasul-Nya".
Sedangkan Umar bin Khathab menginfakkan seperdua dari harta-
nya. Dan Utsman bin Affan yang menanggung pembiayaan kese-
luruhan pasukan yang berangkat ke Tabuk.
 Kemudian mari kita berhenti sejenak di belakang pertahanan
Nabi. Suku-suku yang bersekutu mengepung Madinah selama
satu bulan, sehingga sebagaimana difirmankan-Nya:

    "(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan
  dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu)
  dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan
  kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-
  macam prasangka"(QS:Al-Ahzab:10)
  "Inilah yang dijanjikan Allah dan RasuI-Nya kepada
  kita...". (QS:Al-Ahzab:22)

 ...Bersambung...

RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke