From: "Jaringan Kerja Budaya" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Simposium Internasional Antropologi, Padang, 18-21 Juli 2001

Catatan Redaksi:

Pada tanggal 18-21 Juli akan dilangsung Simposium Internasional Antropologi
di Universitas Andalas, Padang. Berikut kami sampaikan cuplikan dari
kerangka acuannya. Untuk informasi lebih lanjut harap hubungi panitia
simposium

Organizing Committee
Jurusan Antropologi
FISIP Universitas Andalas
e-mail [EMAIL PROTECTED]

Jurusan Antropologi
FISIP Universitas Indonesia
e-mail [EMAIL PROTECTED]
web http://www.jurnal-ai.net


----------------------------------------------------------------------------
----

'Globalisasi dan kebudayaan lokal: suatu dialektika menuju Indonesia Baru'

Serbagai tindak kekerasan serta kerusuhan akhir-akhir ini merupakan cerminan
dari terabaikannya hak dan eksistensi kebudayaan komuniti yang terwujud
dalam berbagai lembaga dan pranata lokal di antara beratus-ratus suku bangsa
dan kelompok sosial dalam masyarakat Indonesia yang majemuk ini. Selama
lebih dari tiga dasa warsa, peningkatan efisiensi dan produktivitas
pembangunan yang dilakukan rezim Orde Baru telah diupayakan melalui
penyeragaman kebudayaan-kebudayaan berbagai komuniti di Indonesia.
Kecenderungan penyeragaman itu terdorong oleh tuntutan stabilitas guna
memperlancar eksploitasi sumberdaya manusia dan sumberdaya alam. Tindakan
sewenang-wenang dan persaingan yang tidak seimbang dalam memperebutkan
peluang dan sumberdaya itulah yang telah membangkitkan reaksi masyarakat
untuk menuntut keadilan dalam berbagai wujud. Simposium/lokakarya
internasional yang dilaksanakan di Makassar tgl. 1-4 Agustus 2000 oleh
Jurnal ANTROPOLOGI INDONESIA; Jurusan Antropologi FISIP-UI bekerja sama
dengan berbagai institusi (Jurusan Antropologi, FISIP-Universitas
Hasanuddin; Department of Anthropology, RSPAS, The Australian National
University; Center for South East Asian Studies, Kyoto University; dan
National Museum of Ethnology, Osaka) menyimpulkan bahwa hak azasi, beserta
segala kewajiban yang menyertainya, haruslah ditegakkan secara berimbang
antara hak perorangan (individual), hak komuniti, dan hak negara. Pengakuan
atas eksistensi serta pengaktifan hak budaya komuniti/masyarakat haruslah
dilaksanakan untuk melengkapi hak azasi manusia (hak individual). Upaya
pemerintah pusat dalam merancang dan melaksanakan otonomi daerah pun
haruslah mengakomodasi penghargaan pada hak-hak komuniti lokal di samping
hak individu (HAM) dan hak negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.

Tantangan yang kini dihadapi ialah mengupayakan bagaimanakah eksistensi dan
hak berbudaya setiap komuniti dalam suatu proses dialektika menuju Indonesia
Baru itu dapat dipertahankan, dan juga dikembangkan dalam konteks masyarakat
yang berubah dan berkembang? Terutama, dalam membina kehidupan bersama
sebagai masyarakat yang majemuk, yang juga hidup berdampingan dengan
kebudayaan-kebudayaan tetangga dan manca negara. Eksistensi dan hak
berbudaya individu serta komuniti tidaklah berarti bahwa eklusivisme dapat
dibenarkan. Tidak pula berarti diperkenankannya upaya untuk menjauhkan diri
dari keterbukaan dan kesediaan untuk saling berinteraksi, melaksanakan
pertukaran timbal balik, atau kemauan untuk terus belajar dari pihak-pihak
yang berbeda.

Dalam konteks globalisasi dewasa ini, keterbukaan arus informasi dan
komunikasi dapat semakin memperkaya kebudayaan-kebudayaan lokal dengan
wacana, paradigma, nilai-nilai, norma-norma, perilaku dan teknologi asal
dari berbagai negara di dunia. Sebaliknya, berbagai pihak/kelompok dalam
masyarakat yang mengembangkan usaha dan kegiatannya dalam beragam aspek
kehidupan masyarakat (ekonomi, sosial, politik, agama, hukum, pendidikan,
kesehatan, pengelolaan sumberdaya alam dll.) dengan 'kebudayaannya'
masing-masing, perlu pula mengakomodasi dan menyesuaikan diri pada kebutuhan
dan kebudayaan pihak-pihak lain, termasuk penduduk setempat. Dengan
demikian, dapat dielakkan berbagai konflik dan benturan kepentingan antara
pelbagai pihak.

Karena itu, perlu kiranya dikaji secara seksama bagaimanakah pengembangan
hakekat hubungan atas dasar dialektika di antara komuniti-komuniti yang
beragam, dan di antara komuniti setempat dengan berbagai
kelompok/pihak-pihak yang berkepentingan, penyelenggara pemerintahan, serta
masyarakat dan kebudayaan manca negara dalam era globalisasi ini dapat
dilaksanakan. Terutama, dalam proses mewujudkan suatu masyarakat dan bangsa
Indonesia yang tangguh, memiliki jati diri yang kuat, tetapi yang dapat
tetap menjaga kehidupan sebagai suatu bangsa yang majemuk, dan yang terus
berkembang secara dinamis.

Inilah saatnya kita bersama-sama mengkaji bagaimanakah dalam segala aspek
kehidupan sehari-hari, hal di atas terwujudkan. Untuk itu, Redaksi Jurnal
ANTROPOLOGI INDONESIA, Jurusan Antropologi FISIP Universitas Indonesia dalam
kerja samanya dengan Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas, Padang
dan Center for South East Asian Studies, Kyoto University; dan Pemerintah
Daerah Sumatera Barat mengundang para ilmuwan, peneliti, pemerhati,
praktisi, dan pengambil kebijakan untuk bersama-sama mengulas dan membahas
hal-hal di atas dalam suatu arena temu ilmiah. Kami mengundang
Bapak/Ibu/Saudara untuk menyajikan hasil-hasil temuan berupa pengalaman
penelitian, pendampingan, pelaksanaan kebijakan atau program kerja berkaitan
dengan isu di atas dalam suatu Simposium Internasional yang akan diadakan di
Padang dengan pihak penyelenggara: Universitas Andalas pada tgl. 18-21 Juli
2001.



-




RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke