-----Original Message-----
From: Lekson
Sent: Tuesday, February 13, 2001 10:10 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [RantauNet] sangek baik

You wrote:

Alhamdulillah bahwa Indra Piliang telah dapat menulis tentang Bundo
kanduang dengan malikundang.
Tapi ambo mohon pejelasan kenapa bundo kanduang yang ibu sejati ( ibu
yang baik tempat berlindung dan tempat megadu keluhan serta menjadi
penasehat yang hebat bagi sanak saudaro ) dapat menyumpah anaknya si
malin menjadi batu.
Kalau alkisah tentang si malikundang itu salah maka agar kita dralat
jangan sampai yang salah menjadi tontonan orang lain selain minang

Evi:

Nah, hal ini juga sudah lama mengganjal dalam benak saya, mengapa seorang
ibu sampai sedemikian tega menjatuhkan sumpah yang sedemikian dahsyat pada
sang anak walaupun ia durhaka. Saya juga seorang ibu dan tak mengharapkan
bahwa anak saya tumbuh menjadi anak durhaka tapi kalaupun toh sampai terjadi
juga, insya Allah saya tak akan menyumpahi mereka seperti yang dilakukan
oleh ibu Malin Kundang. Paling-paling saya hanya menyesali diri bahwa saya
belum cukup memberikan semua pendidikan yang mereka butuhkan agar berfungsi
secara sosial. Waktu nenek saya yang tukang cerita itu masih hidup, pernah
saya katakan bahwa tak salah kalau si Malin itu sedemikian kurang ajar,habis
ibunya tidak tulus, masa gara-gara tak diakui sang anak saja dia bisa jadi
kalang kabut seperti itu. Dengan bahasa kampungnya, nenek saya menjawab
simpel saja bahwa yang mengarang cerita Malin Kundang pasti lah bukan
seorang ibu, seseorang yang tak mengerti psikologi ibu, seseorang yang
memandang dunia ini cuma sebatas hitam  dan putih saja.Singkatnya, cerita
Malin Kundang adalah milik laki-laki.

Tapi saya kira, cerita Malin Kundang itu tak salah dan sayang kalau diralat
karena cerita itu menggambarkan kepada kita suatu nilai-nilai yang berlaku
dalam struktur sosial pada suatu masa. Tidak seperti kebudayaan Jawa,
Minangkabau hingga saat ini masih sangat kurang memiliki data-data empiris
tentang perjalanan kesejararahannya. Melalui interprestasi, cerita-cerita
tambo ini sedikit banyak diharapkan akan membantu menguak kabut misteri yang
masih telingkup dalam sejarah Minang. Dan rasanya si Malin Kundang tak perlu
membuat kita malu menjadi tontonan orang lain selain orang Minang. Karena
setiap kebudayaan memiliki keunikan cerita dan sejarahnya sendiri.


Wassalam,

Evi





RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke