Assalamualaikum.Wr.Wb.

Cerita di bawah ini ,timbul dikarenakan ada salah
seorang netter cukup berilmu setahu saya, yang
menginginkan saya menjelaskan bagaimana sebenarnya
masalah hal-hal yang berbau Porno di kemukakan di
milist,atau di warnet-warnet,mengapa harus di protect
dan sebagainya.


Dan tulisan ini sudah lama saya tulis,namun tetap ngak
ingin  di kirimkan , karena ini suatu perjalanan
hidup,dan cinta saya.Saya ngak ingin  ada yang  macam2
terhadap saya dari tulisan ini,tapi setelah saya
pikir2,.manusia yang berinternet ria disini sudah
cukup dewasa dalam menilai sesuatu itu.Kita harus
berbaiksangka pada siapapun juga.



Mulanya saya bingung harus jawab apa,karena sejujurnya
masalah ini sudah pasti kita semua bisa memahaminya
dari sisi agama itu bagaimana ?.

Akhirnya mulai timbul keinginan saya menyampaikannya
di mulai dari kisah nyata diri saya sendiri.

Kalau ada yang bertanya,bagaimana sebenarnya
pendidikan sex terhadap anak-anak,apakah  memang ada
dalam Islam ? 

Sebenarnya,kalau kita mau meneliti kandungan Al
Qur'an,Allah ada menceritakan hal-hal yang cukup
romantis,tetapi hanya saja bahasa dan kata serta
caranya,tidak sebagaimana cara manusia membuat
Film,flm,terutama flm-flm yang berasal dari
Eropah.Astagfirullah  sangat terbuka sekali.!!.

Dalam Al Qur'an sebenarnya ada Allah membuat " flm "
romantis ,tapi bahasa dan kata sangat menarik
sekali,dan cukup sopan,sayang kita kurang menyadari
akan hal ini.

Okay saya memulai kisah sejati dan nyata saya kali
ini.Dan maksud cerita ini ngak ada niat apa-apa,selain
karena saya kebingungan saja,harus memulai dari mana
saya mengabulkan permintaan salah seorang
netter,masalah memprotect porno ini.

Sewaktu masih SD,aku dididik keras oleh
ayahku,sedangkan ibuku sedang-sedang saja.Keras yang
di maksudkan disini adalah keras dalam pergaulan
sesama lawan jenis.Apa yang dinamakan orang " Pacaran
",No Way ",sama sekali,sampai anak-anaknya menduduki
tingkat kuliyah,itupun harus di rumah,ngak boleh pergi
berduaan.

Ada beberapa kakak-kakak dan abangku yang patuh pada
ortu,ada juga yang suka mencuri-curi sepulang dari
sekolah ,atau di sekolah,mereka pacaran juga.Kalau
ketahuan oleh ayahku,maka babak belurlah badan mereka.

Entah kenapa,sejak dari kecil,aku sangat takut sekali
melawan ortuku,katanya,kalau melawan sama ortu,maka
akan masuk neraka.Ayah ku tidak pernah memaksakan
anaknya untuk membaca,tetapi membelikan anak-anaknya
buku-buku bacaan,komik,bobo,dan sebagainya itu.Buku
terletak begitu saja di atas meja.Ada yang
menyentuhnya,ada yang tidak.Sementara aku,melihat
buku-buku menarik dan bergambar itu,kumencoba membulak
� balikkannya.Lama kelamaan aku ketagihan juga
membacanya.

Mula-mula bacaan yang kubaca, adalah bacaan cerita
rakyat dan cerita-cerita raja,karangan
HC.Andersen.Majalah anak-anak Bobo.Kemudian meningkat
membaca Femina,Gadis.dan semacam itu.Setelah itu aku
ketagihan membaca.Aku mulai mengikuti langkah ayahku
membaca buku " Intisari ",yang isinya banyak Ilmu
pengetahuan umum.Sampai saat ini , aku ngak tahu
apakah buku itu masih terbit atau sudah tidak terbit
lagi.

Buku-buku agama,banyak juga,karangan Buya Hamka,Imam
Ghazali dan sebagainya,mulanya sedikitpun ngak menarik
perhatianku.Tapi ada satu buku yang tebalnya sampai
600 halaman,berisikan adab pergaulan antar
sesama,menarik perhatianku.Mulailah aku
membacanya,ternyata cukup asyik juga.

Sampai buku itu tammat,aku mulai lagi melirik karangan
Imam Al Ghazali yang sangat terkenal itu,yaitu buku "
Ihya 'Ulumuddin ".Mungkin saat itu aku sudah menanjak
SMP.Buku tersebut sangat menyentuh hatiku.

Sejak saat itulah kegemaranku membaca,sampai detik ini
ngak pernah luput.Aku benar-benar Gila akan
buku-buku.Bea siswa ku setelah aku menikah kuhabiskan
untuk membeli buku semuanya.Tiap bulan,selalu
kusisihkan duit untuk budget pembelian
buku,sampai-sampai suamiku bingung,buat apa buku
sebanyak itu,gimana membawanya pulang,dan apa kebaca
semuanya ?

Kujawab saja dengan tenang hati,"
yah..sayang..sayang,..yang penting di beli dulu,soal
bacanya kapan ima sempat aja.".Dan memang,setiap hari
mataku ngak tahan melihat buku-buku itu ,harus
kubaca,karena penasaran apa isi kandungan di dalamnya.

Kubaca ternyata asyik,dan mataku tak mau berhenti
,sebelum selesai buku itu kulahap habis sampai
tuntas.terkadang,sambil menunggu ikan,atau ayam di
penggorengan,buku ada di tanganku ,karena saking
sempitnya waktuku untuk membaca  setelah berumah
tangga.sebab berumahtangga,banyak tugas-tugas rumah
yang harus lebih dahulu kuselesaikan.itulah asal
muasalnya aku menyukai membaca,karena didikan ortuku
juga.


Saat itu sebagai manusia  normal,aku  sudah mulai
tertarik dengan lawan jenisku.Tapi dikarenakan baca
buku Imam Al Ghazali itu,aku jadi ketakutan.Di Dalam
buku tersebut ada tertulis,memandang pria yang bukan
muhrim kita dan memikirkannya terus,merupakan zina
hati juga ( ini menurut pendapat Imam Al Ghazali yang
ngak pernah kulupakan sampai saat ini ) .Aku
tahu,kalau zina itu berdosa , zina itu bermulanya dari
pandanggan mata,hati langsung ke pusatnya..sehingga
perasaan itu kutepiskan.

Ada keinginan berjilbab,tapi jelas,saat itu di
kampungku,ngak boleh sekolah umum berjilbab.Sementara
hatiku lebih cenderung ke umum.Tapi hatiku ingin
berjilbab juga,karena aku tahu juga,wanita kalau ngak
berjilbab akan berdosa.Jilbab itu sudah jelas perintah
Allah,dan perempuan kalau sudah baligh haruslah
menutup auratnya.Yang boleh di lihat hanyalah muka dan
telapak tangannya.

Cita-citaku mulanya,adalah ingin jadi dokter muslimah
.Tapi ortuku menginginkan aku masuk pesantren.Entah
kenapa aku menurut saja.Alhamdulillah ternyata di
pesantrenpun aku bisa belajar umum dan agama
juga,tidak semata-mata agama saja.Bahkan aku bisa 
mengambil dua sekolah : pesantren dan SMA ( ketika
itu,yang sekarang berubah menjadi SMU ).

Mungkin sudah nasibku harus ke agama juga,ada tawaran
dari Pimpinan Din Put untukku agar disekolahkan sampai
ke Mesir ( Al Azhar University ) ,atas bea siswa
Gubernur Sumbar,yang ketika itu Gubernur Sumbar masih
Hasan Basri Durin ( kalau  aku  tidak salah nama
).Orang tuaku sangat setuju sekali,sementara hatiku
sedih,karena bukan cita-citaku itu.Aku ingin jadi
dokter,soal agama kupikir bisa di pelajari sendiri
dengan baca-baca buku.Tapi ternyata ortuku
menginginkan aku benar-benar belajar agama ada yang
membimbing dan memang spesialis agama,tahu hukum,tahu
Al Qur'an dan tahu bahasa Arab,dan sebagainya itu.

Setelah aku menjalani semua itu,akhirnya akupun
bersyukur,karena patuh dengan ortukulah maka aku bisa
dapat mengerti membaca Al Qur'an dan faham akan
artinya,tanpa harus kubaca terjemahannya.Dan memang
dengan mengertinya aku membaca Al Qur'an itu sekaligus
isinya yang sering membuat air mataku berlinang,kala
membacanya,begitupun kala aku shalat.Tanpa disadari
hatiku benar-benar terpaut dengan Allah,aku merasakan
Allah benar-benar dekat denganku.Kalau aku punya
persoalan,aku sering minta dan mengadu pada
Allah,kubaca Al Qur'an ,hatiku jadi tenang.

Aku berterimakasih pada ortuku, suamiku , juga
guru-guruku yang telah mendorongku belajar
terus.Karena dengan spirit dari merekalah aku bisa
mampu membaca buku-buku Arab karangan ulama-ulama
terdahulu yang kalau kuperhatikan,sampai saat ini
masih belum,atau ada,..tapi sangat sedikit sekali ,
ada ulamawan,ataupun ilmuwan yang menyaingi keahlian
ulama zaman dahulu kala,dalam hal banyaknya mereka
menuliskan buah pena mereka yang segitu banyaknya.

Sungguh suatu rahmat dari Allah,dalam usia mereka yang
tak seberapa,namun mereka mampu menulis buku yang
masyaAllah banyaknya minta ampun dan jilidnya juga
tidak tanggung-tanggung, hanya dalam satu judul buku
sampai berjilid-jilid begitu.



        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25�
http://photos.yahoo.com/ph/print_splash
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke