http://www.kompas.com/kompas%2Dcetak/0403/29/or/938039.htm

Pencak Silat Berkembang Pesat di Inggris, tetapi Merisaukan
Senin, 29 Maret 2004

London, Kompas - Pencak silat prestasi dan pencak silat seni (tradisi) asal
Indonesia sejak satu dasawarsa terakhir berkembang pesat di Inggris. Namun,
di balik perkembangan itu timbul kerisauan karena sebagian besar guru
silatnya bukanlah seorang pendekar, melainkan orang-orang asing yang baru
belajar satu-dua bulan.

"Padahal, untuk menjadi seorang pendekar, guru besar pencak silat butuh
belajar bertahun-tahun, tak mungkin bisa satu-dua bulan. Kesannya di mata
dunia luar, ilmu bela diri asli Indonesia itu tak berarti apa-apa," kata
Presiden Pencak Silat Federation of United Kingdom Aidinal Alrashid kepada
wartawan Kompas Yurnaldi di London, Inggris, baru-baru ini.

Ia mengatakan, besarnya minat orang asing untuk belajar pencak silat adalah
sesuatu yang membanggakan. Sebab, di situ akan muncul pemahaman budaya
Indonesia, yang untuk jangka panjang akan berdampak dalam rangka mempererat
hubungan kebudayaan kedua negara, Indonesia dan Inggris. Setidaknya, ke
depan akan banyak orang asing yang mencintai Indonesia.

Menurut Aidinal yang juga pendekar silat asal Bugis Makassar ini, pencak
silat yang berkembang di Inggris terutama pencak silat asal Bugis dan
Minangkabau.

Ia berharap ke depan orang-orang asing yang layak menjadi guru di luar itu
harus memiliki semacam sertifikat yang dikeluarkan oleh organisasi
persilatan di Indonesia. Kalau di Minangkabau, misalnya, ada Perhimpunan
Aliran Silat Tradisional (Pasti) Minangkabau.

"Karena tidak bersertifikat, para pelatih atau guru pencak silat asing bisa
saja melakukan gerakan-gerakan sembarangan tanpa melihat filosofinya.
Artinya, gerakan asli dari pencak silat Indonesia itu lama-kelamaan bisa
hambar dan pudar, atau dicampurbaurkan dengan gerakan lain. Ini mencemaskan
kita, orang Indonesia," papar Aidinal, yang juga satu-satunya orang
Indonesia yang bekerja di British Council dengan jabatan sekarang visits
manager.

Atau bisa juga pendekar silat Indonesia membuka semacam cabang perguruan di
Inggris, memberikan pelatihan langsung dan mempersiapkan calon-calon
pendekar baru, yang mampu menularkan ilmunya kepada murid-muridnya kelak.

Hal ini, menurut Aidinal, selain menumbuhkan kebanggaan di kalangan anak
murid, juga membuat ia semakin mencintai budaya Indonesia.

Ia melukiskan, di Inggris pencak silat asal Indonesia menjadi salah satu
lahan bisnis yang menggiurkan karena peminatnya relatif banyak. Persoalannya
itu tadi, guru silatnya adalah orang asing yang belum profesional dan belum
mendapat tempaan yang memadai dari pendekar-pendekar Indonesia.

Kejuaraan silat

Pada bagian lain, Aidinal mengatakan, tanggal 11-13 Juni 2004 pihaknya akan
menggelar kejuaraan pencak silat se-Asia dan Eropa dengan label "United
Kingdom International Championship" di Kensington, London.

Sejumlah negara yang diundang sudah memastikan keikutsertaannya, antara lain
Indonesia, Singapura, Malaysia, Belanda, Perancis, Jerman, dan Swiss, di
samping tuan rumah Inggris.

"Kejuaraan pencak silat se-Asia dan Eropa ini adalah untuk yang pertama
kalinya dan ternyata sangat direspons oleh berbagai perguruan pencak silat
di berbagai negara," katanya.

Untuk memeriahkan kejuaraan, panitia akan mendatangkan tim atraksi dari
Indonesia. Tim ini diharapkan dapat memperlihatkan keterampilan gerak yang
memukau, yang mungkin gerakan itu belum diketahui dan dikuasai pesilat asing
yang belajar silat di berbagai negara.

Kejuaraan pencak silat ini akan memperebutkan Piala Bergilir Eddy Nalapraya
dan Piala Duta Besar Indonesia untuk Inggris.*



____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke