-----Original Message-----
From: ZaQ Zf
Sent: 12 April 2004 10:55
Subject: [Fwd: FW:"Ancaman Lee dan Masa Depan PKS"]
"Ancaman Lee dan Masa Depan PKS"
Simpatisan PKS mungkin akan merayakan kemenangan atas meroketnya suara
dalam Pemilu 2004 kali ini. Tapi, stigma dan ancaman, akan makin
berdatangan. Baca CAP ke-49 Adian Husaini, MA
Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew mengulangi lagi seruannya agar
kelompok Islam moderat memerangi ekstrimis Islam, yang ia sebut telah
membuat teror di dunia. Jika tidak, maka AS dan sekutunya akan memerangi
kelompok ekstrimis Islam itu. Lee mengingatkan kelompok Islam moderat di
dunia jika tak segera mengambil sikap dan memulai memerangi kelompok
ekstrimis di masjid-masjid dan sekolah-sekolah muslim, maka yang akan
terkena getahnya tidak saja kelompok ekstrimis itu saja, melainkan
komunistas Islam secara keseluruhan. Adanya respons dari kelompok
moderat ini, kata Lee, juga akan mengurangi jurang pertentangan antara
Barat dengan Muslim.
Lee membuat pernyataan itu dalam wawancara dengan BBC East Asia Today,
Sabtu (27 Maret 2004), yang juga dikutip oleh Tempo Interaktif. Lee
mengatakan, berdiamnya kelompok Islam moderat membuat Islam ekstrimis
leluasa meledakan bom seperti di Bali dan di Madrid baru-baru ini yang
menewaskan 190 orang. Karena ada reaksi dari kalangan Islam moderat,
menurut Lee, mendorong Amerika Serikat dan sekutunya memerangi kelompok
ekstrimis Islam itu. Jika bom-bom terus meledak setelah 11 September,
Madrid, dan Bali lalu kelompok Islam moderat diam saja, dan bahaya Barat
mulai terasa, maka tak akan ada yang menang melawan teroris. "Ini
masalah yang sangat berbahaya," katanya.
Selain Amerika, menurut Lee, negara-negara Eropa juga akan mengambil
sikap yang sama menumpas kelompok-kelompok ekstrimis itu. Sehingga tidak
bisa disalahkan jika dua kekuatan besar itu kemudian memerangi Islam,
karena orang Islamnya sendiri membiarkan aksi kelompok-kelompok Islam
garis keras itu. Begitulah pernyataan mutakhir Lee Kuan Yew.
Pernyataan Lee itu tentu bukan hal yang baru. Beberapa kali ia
menyatakan sikap senada. Ia pernah meminta agar AS membantu TNI untuk
menumpas gerakan yang disebutnya sebagai Islam radikal dan ekstrimis.
Berulang kali pula Lee menyerukan kepada dunia akan bahaya Islam
militan, radikal, dan sebagainya. Kita tidak terlalu terkejut dengan
ucapan tokoh Cina perantauan (Overseas Chinese) yang mutakhir ini.
Meskipun demikian, ucapan Lee perlu menjadi perhatian dan catatan serius
kalangan Muslim. Apalagi, ucapan itu diungkapkan dan disebarluaskan di
tengah-tengah momentum Pemilu Indonesia tahun 2004, yang memunculkan
fenomena baru, meroketnya perolehan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Bagaimanapun jargon dan strategi yang digunakan PKS dalam meraih suara,
PKS tetaplah akan dipandang Barat sebagai partai Islam yang berkeinginan
melaksanakan syariat Islam. Para aktivis dan tokoh PKS dengan mudah akan
dituding memiliki hubungan dengan teroris, karena mereka aktif mendukung
perjuangan Palestina dan mau tidak mau harus berhadapan dengan Israel
yang sekaligus pelindung utamanya, AS.
Siapapun tau, para aktivis PKS dikenal aktif dalam mendukung perjuangan
Hamas, yang oleh Israel dan AS sudah dimasukkan ke dalam daftar
organisasi teroris. Karena itu, tidaklah heran, jika beberapa waktu
lalu, Presiden PKS, Dr. Hidayat Nurwahid juga dikaitkan dengan jaringan
teroris, karena organisasi yang dipimpinnya, yakni Yayasan Haramain,
dicap punya kaitan dengan organisasi teroris tertentu versi AS dan PBB.
Jika Lee Kuan Yew meminta agar Islam moderat memerangi Islam teroris dan
ekstrimis, maka yang perlu dipertanyakan kepada kakek Lee adalah tentang
definisinya, siapakah yang disebut sebagai "moderat" dan siapakah yang
disebut sebagai "ekstrimis" atau "teroris". Dalam kamus "terorisme"
definisi ini tidak pernah jelas. Dunia dengan gamblang melihat bagaimana
standar ganda diterapkan. Pembunuhan tentara Israel terhadap Syeikh
Ahmad Yassin dan tokoh-tokoh Hamas bukanlah termasuk tindakan teror.
Dalam kurun waktu 28 September 2000 hingga 8 April 2004, sudah lebih
3.800 warga Palestina yang dibunuh oleh Israel. Satu jumlah yang
melampaui korban serangan 11 September 2001.
Jika warga Palestina yang jadi korban, maka itu bukanlah tindakan
terorisme. Tetapi jika orang Yahudi atau Amerika dan sekutunya yang jadi
korban, maka itu dikatakan terorisme. Padahal, dunia mengakui, Israel
adalah penjajah wilayah Palestina, karena terus-menerus melanggar
berbagai resolusi PBB yang memerintahkan mereka keluar dari wilayah
Palestina yang didudukinya. Sudah terlalu banyak pakar yang mengritik
kebijakan AS dalam soal terorisme, yang tidak melihat pada akar
persoalan, tetapi terus-menerus menebar permusuhan dan melindungi
berbagai tindakan kejahatan sekutu-sekutu atau kroninya, hanya karena
menguntungkan politik dan kepentingan-kepentingannya.
Karena itu, kita perlu memahami apa yang ada di balik ucapan Lee Kuan
Yew. Sejatinya, dunia Barat, khususnya AS dan sekutunya, sudah mulai
ketakutan dan kebingungan dengan kondisi mereka sendiri, yang tidak lagi
akur dan bersatu padu. Karena itu, mereka resah. Perdebatan antara
Huntington dengan Anthony Giddens beberapa waktu lalu dipublikasikan
oleh sejumlah media internasional dengan judul "Two West" (Dua Barat).
Thomas L. Friedman, dalam kolomnya di International Herald Tribune (3
November 2003), berjudul "Is this the end of the West?" menulis, bahwa
Barat memang telah pecah. AS dan Eropa, khususnya Jerman dan Perancis,
telah berbeda dalam banyak hal prinsip. Carld Bildt, mantan PM Swedia,
menyatakan, bahwa selama satu generasi, Amerika dan Eropa bersepakat
selama puluhan tahun bersama Aliansi Atlantik Utara membangun komitmen
bersama untuk menciptakan pemerintahan demokratis, pasar bebas, dan
menangkal pengaruh komunisme Uni Soviet. Namun, kini, semua itu sudah
berubah. Bagi Eropa, tahun penting adalah 1989 (keruntuhan Soviet),
sedang bagi AS adalah 2001 (Tragedi WTC). Eropa dan AS juga gagal untuk
membangun visi bersama dalam menghadapi isu-isu global. "We have also
failed to develop a common vision for where we want to go on global
issues confronting us," kata Bildt. Karena itulah, Barat membutuhkan
musuh bersama.
Berbagai isu mereka bangkitkan untuk menyatukan visi dan langkah mereka.
Isu "terorisme Islam" merupakan isu yang sensitif bagi Barat, karena
pengalaman sejarah yang panjang tentang Islam. Memori kolektif
masyarakat Barat - juga sekutunya, seperti Lee Kuan Yew, yang negaranya
terjepit di tengah negeri Muslim -- akan dengan mudah dibangkitkan
dengan tantangan dan ancaman Islam. Mengapa? Di dunia ini tidak ada
peradaban lain yang begitu lama mampu menaklukkan peradaban Barat dan
masuk ke jantungnya, selain peradaban Islam. Di Spanyol, umat Islam
bertahan hampir 800 tahun (711-1492). Mereka masih sulit melepaskan
ingatan, bagaimana Kota Kebanggaan Kristen, Konstantinopel, direbut oleh
umat Islam pada 1453. Oleh Sultan Muhammad al-Fatih, Kota itu diubah
namanya menjadi "Islambul" (Kota Islam). Konstantin adalah Kaisar Romawi
yang sangat dihormati oleh kalangan Kristen, karena dialah yang pertama
kali memberikan kelonggaran kepada kaum Kristen untuk menjalankan
agamanya di wilayah Romawi, dengan mengeluarkan Edict of Milan pada 311
M. Maka, dia dijuluki sebagai "The Great Constantine". Atas prakarsa dia
pula, pada 325 diselenggarakan Konsili Nicaea, yang merumuskan Teologi
Kristen resmi, yang masih dijadikan pegangan Gereja hingga kini.
Secara teologis, Islam juga memberikan tantangan besar sejak awal mula,
terhadap pondasi dan Kitab Yahudi dan Kristen (Bible). Al-Quran menyebut
mereka sebagai kafir ahlul kitab dan karena mereka ingkar kepada
kenabian Muhammad maka mereka tidak akan mendapatkan keselamatan. Secara
tegas al-Quran menyatakan, mereka yang beriman kepada trinitas sebagai
kafir (QS Al-Maidah 72-75). Bahkan, Al-Quran juga secara tegas menyebut
bahwa mereka sudah mengubah-ubah kitab suci mereka, sehingga menjadi
tidak suci lagi. Bukan hanya itu, al-Quran juga membongkar asas-asas
peradaban Barat modern yang berbasis kepada rasionalisme dan menolak
wahyu.
Tidak ada satu agama dan kitab suci pun di muka bumi ini, yang
membongkar dan mengkritisi habis-habisan unsur-unsur peradaban Barat,
sebagaimana peradaban Islam. Karena itu, meskipun sebagian besar
masyarakat Kristen Barat telah menjadi "Kristen-nominal", namun sentimen
keagamaan mereka dan memori kolektif mereka terhadap Islam, masih sangat
mudah diungkit dan dibangkitkan. Tidak heran, pasca peristiwa 11
September, umat Islam di berbagai negara Barat menghadapi pelecehan dan
serangan, meskipun mereka tidak tahu menahu tentang peristiwa 11
September.
Jadi, pada perspektif politik internasional, demi menjaga kepentingan
Barat, khususnya "American interests", maka isu "teroris Islam"
terus-menerus dipelihara. Dan memang, ada saja diantara kaum Muslim,
yang terpancing atau dengan sadar dan terpaksa melakukan tindakan
kekerasan terhadap Yahudi di Palestina atau berbagai penindas kaum
Muslim (di Chekhnya, Kashmir, Moro, dan sebagainya). Mereka melakukan
itu biasanya sebagai respon. Bom Madrid, misalnya, sangatlah penting
nilainya bagi AS untuk meyakinkan sekutu-sekutunya di Eropa akan bahaya
"teroris Islam". Bom Bali, terbukti memiliki nilai strategis bagi AS
untuk mengokohkan imej dunia, bahwa ancaman "teroris Islam" bukanlah
isapan jempol.
Sebenarnya, mayoritas kaum Muslim bukannya membenarkan tindakan bom Bali
dan sejenisnya. Yang mereka tuntut adalah keadilan. Jika Imam Samudera
dkk dihukum karena membunuh 190-an orang, maka bagaimana dengan Israel
atau AS yang membunuh ribuan wanita dan anak-anak di Palestina, Iraq,
Afghanistan dan sebagainya? Jika Lee Kuan Yew berteriak tentang bahaya
Islam teroris, mengapa dia membiarkan para koruptor dan pelarian
Indonesia yang menggondol trilyunan rupiah uang rakyat Indonesia,
bersembunyi di Singapura. Mengapa Singapura selalu menolak menandatangai
perjanjian ekstradisi dengan Indonesia? Bukankah terorisme ekonomi
memiliki dampak yang jauh lebih dahsyat dari pada terorisme dengan bom
tangan? Sebab, terorisme ekonomi membunuh generasi. Jutaan orang
sengsara sebab hak-hak hidup mereka dirampas. Kita berharap,
tuntutan-tuntutan keadilan semacam ini akan semakin banyak diungkapkan
oleh pemerintah Indonesia di masa depan, siapa pun yang menjadi
presiden.
Di tengah situasi politik internasional saat ini, yang masih didominasi
oleh kekuatan-kekuatan neo-konservativ (terutama Yahudi sayap kanan dan
Kristen-Zionis), maka partai-partai Islam yang sedang menanjak naik
bintangnya --seperti PKS-- perlu sangat cermat, dan tidak tenggelam ke
dalam kegembiraan yang berlebihan. Sejumlah kasus menunjukkan, Barat dan
kekuatan-kekuatan sekuler-misionaris, tidak pernah berhenti untuk
menghancurkan partai-partai Islam. Kasus FIS di Aljazair tahun 1991,
menunjukkan bagaimana Barat begitu risau ketika FIS memenangkan pemilu.
Necmetin Erbakan, hanya bertahan 18 bulan di pemerintahan Turki.
Awal Januari 1992, militer garis keras di Aljazair membatalkan pemilu,
memberangus FIS dan menahan ratusan anggotanya sehingga negara itu terus
menerus dalam perang sipil dan menimbulkan korban sampai 80 ribu jiwa.
Pembatalan pemilu itu, dimana pemerintahan Bush (senior) menghormati
keputusan militer Aljazair, dianggap sebagai suatu keputusan Washington
yang membingungkan. Bahkan lebih jauh, ketika militer mengambil paksa
pemerintahan Aljir pada Januari 1992, Departemen Pertahanan AS
mengatakan hal itu dibenarkan dalam konstitusi Aljazair.
Diplomat-diplomat Amerika secara pribadi juga setuju bahwa kemenangan
kaum Islamis di Aljazair dapat menimbulkan efek anti Barat dan dapat
menimbulkan gejolak yang luas di negara-negara lain. Pemerintahan Bush
juga khawatir kemenangan Islam Fundamentalis ini menyeberang ke Afrika.
Menteri Luar Negeri AS di masa pemerintahan Bush, James Baker lebih
jelas lagi menyatakan ketidakinginannya melihat hasil pemilu di
Aljazair. Sebab ia melihat, FIS adalah sebuah gerakan Islam
fundamentalis radikal yang benar-benar anti Barat, anti nilai-nilai
demokrasi, kebebasan pasar dan prinsip-prinsip serta nilai-nilai Barat.
Baker menyatakan: "Kita tidak bisa hidup dengan gerakan itu
(fundamentalis radikal) di Aljazair, sebab kita merasa bahwa
pandangan-pandangan fundamentalis radikal bertentangan dengan apa yang
kita yakini dan kita dukung dan bertentangan dengan kepentingan nasional
AS."
Sebagai partai Islam yang bintangnya sedang bersinar, PKS haruslah
mencermati kasus FIS juga Erbakan. Pernyataan Lee bisa jadi serius. Jika
begitu, apakah pernyataan Lee dimaksudkan agar PKS, PPP, PBB, PNUI, PBR,
dan lain-lain, diperangi? Yang perlu dicermati adalah bagaimana
kiat-kiat dan cara melumpuhkan kekuatan Islam. Mereka memulai dari
dasarnya, dari unsur aqidah atau ideologisnya. Justru partai-partai
Islam yang meraih suara signifikan kali ini perlu lebih menyadari, bahwa
jumlah besar bukan jaminan kekuatan dan kebenaran.
Al-Quran banyak mengingatkan untuk tidak berbangga-bangga dengan jumlah
besar. Dalam Perang Hunain, ketika kaum muslim berbangga-bangga dengan
jumlah yang besar, justru mereka mendapatkan pukulan hebat dari kaum
kafir. (QS 9:25). Jumlah besar, disamping potensi, juga menyimpan
kerawanan, terutama dari para infiltran yang berniat tidak baik terhadap
Islam. Wallahu a'lam. (KL, 9 April 2004).
To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED]
To Unsubscribe, send a blank message to:
[EMAIL PROTECTED]
To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED]
To Unsubscribe, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
<http://rd.yahoo.com/SIG=12ci0np3d/M=291630.4786521.5933964.1261774/D=egroup
web/S=1707209001:HM/EXP=1081822093/A=2072414/R=0/SIG=11tc61npd/*http://www.n
etflix.com/Default?mqso=60178418&partid=4786521>
click here
<http://us.adserver.yahoo.com/l?M=291630.4786521.5933964.1261774/D=egroupweb
/S=:HM/A=2072414/rand=946247744>
_____
Yahoo! Groups Links
* To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/rimthom/
* To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
* Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> .
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________