BismiLLahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Kalau buliah ambo ingin pulo urung rembuk jo dunsanak
tantang pandangan PK-Sejahtera terhadap perempuan.
Kalau sepengatahuan ambo PK-Sejahtera atau masih
banamo PK atau malah sabalum jadi Partai politik pun
punyo perhatian bana jo masalah perempuan, dari
berbagai aspek kehidupan. Tantunyo indak samo manuruik
pandangan "urang barat" terhadap perempuan doh.
Kalau indak salah jumlah partisipasi perempuan di
daftar caleg secara nasional dari PK-Sejahtera
termasuk nan terbanyak. Dan dalam proses pembinaannyo
secara konsisten memperhatikan masaalah perempuan.
Karano pembinaan pribadi muslim sangat bergantung
kepado perempuan. Secara detail pelaksanaan dari
konsep "mar'ah shalihah (Wanita shalehah)" dari PK-S
mungkin terlalu panjang diuraikan di milist ko.

Menanggapi "wacana" PK-S nan dibaco di media ttg
kemungkinan mencalonkan BJ. Habibie, mungkin masih
dalam kalkulasi politik. Dan keunggulan "kapasitas
intelektual" Habibie serta komitmennya yang kuat utk
perbaikan bangsa mungkin menjadi salah satu konsideran
penting keluarnya "wacana" itu. Kalaulah isteri
Habibie mengenakan pakaian muslimah sebagaimana
kebanyakan perempuan PK-Sejahtera (Utk hal ini
tentunya mudah-mudahan bukan hanya sekedar simbol,
namun betul-betul dengan hakikatnya - bagi semua
muslimah) dan searah dg konsep PK-S, saya rasa
pencalonan BJ-Habibie bukan lagi sekedar wacana.

Sebaliknya sampai saat ini tidak ada kader PK-S yang
punya kapasitas seperti Habibie tersebut.

Yang saya dengar kalau PK-S mendapatkan suara 20 %
maka akan mencalonkan Presiden dari kader sendiri,
kalau ini terjadi tentunya isteri calon presidennya
menggunakan pakaian muslimah..., nampaknyo paralu di
dukuang ko, he,he,he..
Namun tantunyo masaalahnyo bukan hanyo sekedar pakaian
muslimah. Banyak aspek nan paralu diperhatikan.

Berkaitan kritikan atau saran untuk PK-S, tentunya
merupakan hal yang wajar, apalagi kalau hal itu
disampaikan dengan cara baik, karano tak ada yang
sempurna toh. Kalau persentase keseriusan dan ke
istiqomahan untuk berbuat baik dari berbagai partai
yang ada perkisar antara 1-80 %, maka yang 80 %
tentunya yang akan menjadi pilihan.

Mensikapi He-Man, saya teringat cerita sahabat
RasuluLLah SAW yang bernama Ikrimah. Sebelumnya
Ikrimah bukan beragama Islam yang selalu menghina
Islam di setiap kesempatannya, apapun sarananya
digunakan untuk menjelek-jelekkan Islam. RasuluLLah
SAW tidak kemudian selalu mengganggap Ikrimah sebagai
objek da'wah dan memperlakukannya sebagaimana
seseorang yang di da'wahi ke cahaya Islam. Akhir
cerita dengan pendekatan RasuluLLah SAW, Ikrimah
menjadi teratrik dan meng-ikrar-kan ke Islamannya.
Suatu kisah yang sangat baik diambil hikmahnya dan
dipraktekkan pada zaman ini.

Saya juga sering baca postingan He-Man di berbagai
milist dengan irama yang sama


Wallau'alam

Wassalam

Elfahmi
Urang rantau nan selalu rindu jo perbaikan bangsa
awak, dan menaruh harapan kepada PK-Sejahtera yang
merupakan salah satu komponen bangsa









 --- "M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >

> Assalamu'alaikum wr.wb
> 
> Apa yang diungkapkan oleh He Man di bawah menurut
> saya ada benarnya, bahwa
> petinggi PKS memang tidak memperhatikan atau
> mengabaikan para wanita kader /
> simpatisannya. Cobalah anda perhatikan para wanita
> kader / simpatisan PKS
> yang terlibat dalam semua kegiatan atas nama PKS
> baik dalam kegiatan orasi,
> demonstrasi, sosial kemasyarakatan ataupun kegiatan
> politik lainnya,
> semuanya dengan tekad yang lurus (kalau menurut saya
> .............. terlalu
> lugu ......... karena rata-rata berusia muda) yang
> ditandai dengan pakaian
> mereka yang berupa mukena yang menututupi kepala
> serta teruntai menutupi
> dada selalu dominan jumlahnya dibandingkan para
> lelaki. Malahan ada yang
> lebih berani, lebih gigih, lebih tabah, lebih
> konsisten, lebih konsekwen dan
> lebih-lebih lain-lainnya.
> 
> Kenapa saya mengatakan terlalu lugu atau telah
> diabaikan oleh para petinggi
> PKS karena keberadaan mereka atau ciri-ciri yang
> mereka tampilkan dihampir
> seluruh kegiatan PKS selama ini bukan cuma di
> Jakarta tapi di seluruh
> Indonesia telah dianggap angin lalu oleh petinggi
> PKS yaitu dengan baru-baru
> ini mencalonkan Habibie sebagai calon presiden PKS,
> padahal kita sama-sama
> tahu bahwa wanita (isteri Habibie) tidak pernah
> dalam setiap penampilannya
> di depan umum berpakaian yang mencirikan wanita
> kader / simpatisan PKS. Saya
> yakin dan percaya para petinggi PKS ikut ambil
> bagian dalam hal menggembleng
> para wanita kader / simpatisan PKS dalam penampakan
> ciri wanita kader /
> simpatisannya selama ini. .................. Tapi
> sayang ketika ingin
> menampilkan seorang yang akan menjadi pimpinan
> mereka mengabaikan ciri /
> penampakan masa mereka sendiri.
> 
> Itulah salah satu sebabnya mengapa sanak kita AE
> Riyadi yang menulis email
> dalam milis ini beberapa waktu yang lalu sangat
> perhatian sekali terhadap
> Habibie, karena beliau itu selain teman sekantoran
> saya mengetahui benar
> cara berpakaian istrinya yang berpakaian seperti
> para wanita kader /
> simpatisan PKS.
> 
> 
> Wassalam
> 
> MII
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: Adrisman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <b>Milis Komunitas MINANGKABAU (Urang Awak)</b>
> sejak 1993
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Saturday, March 20, 2004 2:14 AM
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Fw: [wanita-muslimah] PKS
> Partai Anti Perempuan
> 
> 
> > Assalamu'alaikum wr.wb.
> >
> > Kata orang kalau ingin maju kita harus bisa
> menerima kritikan dan
> menjadikan
> > kritikan tersebut untuk pemicu kita agar menjadi
> lebih baik.
> > Kritikan yang paling tulus dan tanpa tedeng aling
> aling adalah dari orang2
> > yang membenci kita.
> >
> > Karena ini musim kampanye, dan rasanya di RN
> banyak kader2 PKS.
> > Kira2 ada nggak yang bisa kasih komentar tentang
> hal ini.
> >
> > wassalam
> > Adrisman
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: "He-Man" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [wanita-muslimah] PKS Partai Anti
> Perempuan
> >
> >
> >
> >
> >  Partai Keadilan Sejahtera menyumbang satu nama
> dalam daftar caleg
> > bermasalah
> > (politikus busuk) dalam kriteria kekerasan
> terhadap perempuan yaitu Daud
> > Rasyid Sitorus dosen IAIN SGD Bandung yang
> merupakan salah satu pelaksana
> > Poligami Award beberapa waktu lalu.Satu lagi caleg
> PKS yang masuk dalam
> > daftar politikus busuk adalah Irwan Prayitno
> karena menolak memasukkan
> > tragedi Trisaski-Semanggi
> > I & II sebagai kejahatan HAM berat.
> >
> >  PPP , PBB dan PKS merupakan tiga partai yang
> paling anti perempuan.PPP
> dan
> > PBB misalnya menggunakan alasan teologis untuk
> menolak kuota 30 %
> perempuan
> > di parlemen , mereka pakai alasan bahwa mereka
> kesulitan mencari caleg
> > perempuan karena partainya berbasis Islam.Ini
> benar-benar sebuah pelecehan
> > seakan-akan aktivis perempuan Islam itu nggak ada
> yang bermutu.Selain itu
> > PDI-P pun juga dalam proses di parlemen cenderung
> menolak hal ini.
> >
> >  Sementara PKS adalah yang paling anti
> perempuan.Walaupun mereka mengklaim
> > memiliki banyak kader perempuan akan tetapi dalam
> wacana-wacana mereka
> > cenderung anti perempuan.Salah satu anggota DPP
> PKS bahkan pernah
> mengatakan
> > bahwa pernikahan monogami itu darurat dan poligami
> itu wajib , ini belum
> > lagi didukung keterlibatan banyak kader PKS yang
> ikut dalam poligami award
> > dan demo pro poligami di Jogja yang menuntut
> penghapusan syarat-syarat
> untuk
> > berpoligami dalam UU Perkawinan.Isu anti perempuan
> lain yang dikembangkan
> > PKS (juga PPP) adalah masalah isu reproduksi
> perempuan / KB , beberapa
> lalu
> > Hamzah Haz bahkan pernah memberi usulan agar
> program KB dihentikan dan
> BKKBN
> > dibubarkan .
> >
> >  Sementara PKS bertindak lebih jauh lagi dengan
> mengembangkan isu berbasis
> > SARA dalam masalah KB dengan membuat isu bahwa
> program KB konspirasi kaum
> > nasrani yang ditujukan untuk menekan jumlah
> populasi penduduk
> muslim.Bahkan
> > lebih jauh lagi PKS menyerukan agar kader-kadernya
> memiliki anak banyak
> > untuk meningkatkan jumlah kader mereka , mereka
> memaksa agar kader-kader
> > perempuannya menjadi mesin pembuat anak demi
> perolehan suara partai mereka
> > di masa depan.
> >
> >  Isu lain yang berbahaya adalah isu masalah
> segregasi sosial atau
> pemisahan
> > laki-laki dan perempuan di tempat publik mereka
> menggunakan istilah konyol
> > 'ikhtilat' dalam masalah ini , istilah yang tidak
> ada di kitab fiqh
> manapun
> > selain istilah ciptaan mereka sendiri.Isu ini
> merupakan isu yang banyak
> > diangkat kaum islam fundies di dunia dengan alasan
> untuk menjaga moral
> > masyarakat , tapi dalam prakteknya di sejumlah
> negara isu ini menyebabkan
> > akses perempuan untuk memperoleh pelayanan publik
> menjadi terbatas.Misal
> > saja dalam masalah pendidikan dan kesehatan, di
> sejumlah negara yang
> > menerapkan sistim segregasi sosial , fasilitas
> pendidikan dan kesehatan
> > lebih diutamakan bagi laki-laki sementara
> perempuan hanya mendapatkan
> > sisanya saja dengan anggaran yang sangat terbatas
> bahkan minim.
> >
> >  Yang paling lucu sih reaksi Majalah Hidayatullah
> yang langsung bereraksi
> > ketika LSM-LSM ini memasukkan para politikus yang
> menolak memasukkan kasus
> > Trisakti-Semanggi sebagai kejahatan HAM Berat
> sebagai politikus busuk ,
> 
=== message truncated === 

________________________________________________________________________
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" 
your friends today! Download Messenger Now 
http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________

Kirim email ke