Empat Airlines Baru Siap Beroperasi Tahun Ini
Sedikitnya empat maskapai penerbangan (airlines) baru diperkirakan siap beroperasi pada 2004, menyusul makin kondusifnya sektor angkutan udara niaga berjadwal domestik sehingga pada 2004 diperkirakan penumpang tumbuh 25 persen.
"Keempat airlines berjadwal domestik itu sudah pegang SIUP (surat ijin usaha penerbangan) dan AOC (Air Operation Certificate), perkiraan kita mereka akan siap pada tahun ini karena potensi pertumbuhan penumpang kita prediksi masih 25 persen," kata Dirjen Perhubungan Udara, Dephub, Cucuk Suryo Suprojo saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Cucuk menjelaskan, data hingga Desember 2003, keempat perusahaan baru tersebut statusnya sedang tidak operasi meski sudah punya SIUP dan AOC. Sementara total SIUP yang diterbitkan pemerintah secara akumulatif hingga Desember 2003 sebanyak 38 dengan 34 perusahaan pemilik SIUP yang masih berlaku. Dari jumlah itu, empat di antaranya sudah dicabut SIUP-nya karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
Empat perusahaan yang sudah dicabut itu yaitu PT Sempati Air yang sejak 5 Juni 1998 sudah tidak beroperasi, PT Alatief Alair International dicabut Mei 2003, PT Rusmindo Internusa (September 2003) dan PT Nusantara Internasional Services (9 Oktober 2003). Dengan demikian, kata Cucuk, sampai saat ini secara akumulatif pemilik SIUP dan AOC sebanyak 27 perusahaan, 23 di antaranya sudah beroperasi. "Artinya, masih tersisa empat yang kita dorong untuk beroperasi pada tahun ini," kata Cucuk.
Sedangkan tujuh perusahaan lainnya sudah memiliki SIUP tapi belum memiliki AOC. Tujuh perusahaan itu antara lain PT Satrio Mataram Airlines, PT Fajr Air, PT Gelatik Air Inter, PT Papua Indonesia Air System, PT Paradise Air Indonesia, PT Golden Air dan PT Efata Papua Airlines. Total penumpang domestik 2003 diketahui mencapai 16 juta orang atau meningkat 30 persen dibanding 2002 yang mencapai 12,4 juta orang.
Dalam proses
Sementara itu, menurut Direktur Angkutan Udara Dephub Santoso Edy Wibowo, kondusifnya iklim angkutan udara dalam negeri telah menarik sejumlah investor mendirikan maskapai penerbangan berjadwal dalam negeri dalam tiga tahun terakhir. "Hingga Desember 2003, masih ada tujuh perusahaan baru yang sedang memproses perijinannya," kata Edy.
Edy merinci tujuh perusahaan itu antara lain PT Lintas Betari Perkasa, PT Sulawesi Air, PT Cartensz Papua Airlines, PT Minang Air, PT Phiavia Nusantara, PT Maya Laura dan PT Bumi Cendrawasih. Dari ketujuh perusahaan itu, tiga diantaranya studi kelayakannya masih berlangsung, satu perusahaan setelah presentasi belum pernah melakukan perbaikan studi kelayakannya dan satu sedang dievaluasi.
Z Chaniago - Palai Rinuak -http://photos.yahoo.com/bada_masiak/
====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ======================================================================
_________________________________________________________________
Get reliable dial-up Internet access now with our limited-time introductory offer. http://join.msn.com/?page=dept/dialup
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://groups.or.id/mailman/options/rantau-net
____________________________________________________
