Salam, 
Kok seperti membicarakan Ketua RT saya saja.

Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sab, 28/8/10, muskitawati <[email protected]> menulis:


Dari: muskitawati <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- Allah Menipu Kafir Karena Ditipu Kafir ???
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 28 Agustus, 2010, 9:14 PM


  



Allah Menipu Kafir Karena Ditipu Kafir ???

Allah menipu orang kafir karena orang2 kafir juga menipu Allah. Masa sih Allah 
yang serba tahu itu bisa ditipu orang kafir sehigga dendam membalas menipu 
orang kafir ??? Ini ayat Quran yang dibawah ini perlu dicermati kebenarannya. 
Maksudnya bukan kebenaran isi Quran-nya tetapi kebenaran adanya Allah ini. Masa 
sih Allah itu adalah penipu ??? Yaaa... disinilah satu contoh kebenaran Quran 
yang tidak benar sama sekali. Ini pemikiran antara orang sehat dan orang sakit. 
Apakah karena Allahnya penipu menjadi membolehkan umatnya juga jadi penipu, 
atau karena umatnya penipu menjadikan gambaran Allahnya sebagai sang penipu ???

Dalam hal ayat ini, meskipun namanya cuma kepercayaan, namun jelas tidak boleh 
dipercaya, berbahaya untuk dipercaya. Tujuannya menipu orang kafir hasilnya 
mereka yang percaya yang tertipu dan orang kafir tidak pernah bisa ditipu !!!

> siap murtad <islamic.invas...@...> wrote:
> AUWLOH, PENIPU TERHEBAT (Oleh Ali Sina )
> Ada sebuah ayat dalam Quran yang berkata:
> [3.54] Orang-orang kafir itu membuat tipu
> daya, dan Auwloh membalas tipu daya mereka
> itu. Dan Auwloh sebaik-baik pembalas tipu
> daya.

Sang Penipu itu adalah Nabi Muhammad, karena Allah itu adalah ciptaan sang nabi 
dengan gambaran kepribadian dirinya sebagai penipu.

Tidak mungkin Allah mengirimkan utusan, dan utusan itu adalah dirinya. Jadi 
kalo Allah mengirimkan utusan, seharusnya bukan diberitahukan kepada utusannya 
itu tetapi harusnya diberitahukan kepada orang yang akan kedatangan utusannya.

Lucunya, enggak ada seorangpun yang pernah mendapatkan pemberitahuan bahwa 
Allah akan mengirimkan utusan, yang memberitahukannya justru utusan itu sendiri 
tanpa legitimasi dari Allah yang katanya mengutusnya.

Allah yang maha kuasa, maha bisa, serba kuasa, dan serba bisa, masa sih masih 
perlu utusan ???

Kalo Yesus dianggap Allah, maka Muhammad cuma utusannya, jadi lebih rendah-lah 
pangkatnya, dan ini tentu penghinaan.

Akibatnya pengikut Yesus dan pengikut Muhammad saling mencaci maki. Pengikut 
Muhammad menuduh, mana mungkin manusia dianggap Allah, padahal sama tidak 
mungkinnya Allah yang bukan manusia mempunyai utusan yang manusia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Kirim email ke