----- Original Message ----- 
From: haryo 
Sent: Friday, 01 December, 2006 00:31



Jerapah
 
Mari kita belajar dari peristiwa alam.  Kita mengenal binatang jerapah, seekor 
induk jerapah melahirkan anaknya sambil berdiri & pada saatnya bayi jerapah 
akan jatuh ke tanah yang keras dari kandungan induknya. Hal pertama yang 
dilakukan oleh induknya adalah berdiri di belakang anaknya & memberikan 
tendangan yang cukup keras ke tubuh bayi jerapah. Bayi jerapah terbangun 
mencoba berdiri namun terjatuh karena kakinya yang masih lemah & mudah goyah. 
Sang induk bergerak ke belakang bayi jerapah & memberi tendangan lagi 
kepadanya.  Demikian berlangsung beberapa kali hingga si bayi berdiri kokoh & 
mulai berjalan menuju puting susu sang induk.  Mengapa? Karena induk jerapah 
tahu bahwa satu-satunya peluang bagi bayinya untuk bisa bertahan hidup di hutan 
adalah dengan berdiri di atas kakinya sendiri.  Jika tidak, akan sedemikian 
mudahnya dia diterkam binatang buas & menjadi mangsa mereka.

Apakah tindakan induk jerapah adalah tindakan kasih? Sudah pasti.
 
Disiplin pasti bukan berarti bahwa seseorang menghajar anak-anaknya dengan ikat 
pinggang, itu adalah kegilaan.  Disiplin adalah ketegasan yang penuh kasih. 
Disiplin adalah bimbingan. Disiplin bersifat mencegah timbulnya permasalahan.  
Disiplin menghasilkan & menyalurkan energi untuk meraih prestasi besar. 
Disiplin bukan tujuan yang ingin anda capai, tapi anda melakukannya untuk 
sebuah kepedulian.

Disiplin adalah tindakan kasih.  Kadangkala anda harus bersikap keras untuk 
kebaikan. Tidak semua operasi medis menyakitkan, tidak semua obat berasa manis, 
tapi kita harus menelannya.
 
"Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang penuh cinta kasih & disiplin, 
pada saatnya akan menaruh rasa hormat kepada orang tua mereka."


"These days people seek knowledge, not wisdom. Knowledge is of the past, wisdom 
is of the future."




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke