Maaf, mau klarifikasi. Maksudku dengan kata: "e-mail Mas Ridho sudah kelewat" 
adalah kemunculan di kmnu2000 terlambat, kalah cepat dengan kemunculan "cc"-nya 
ke e-mailku pribadi. Gitu. Bukan "kelewat" dalam makna keterlaluan.

Aku berterima kasih ke Mas Ridho... dari "ngedumel"-nya aku berfikir: betul 
juga, Mas ini mengingatkan.
Dimana letak kekeliruan aku yang utama? Itu.... Menuliskan pertanyaan: "NU 
bekerja di kawasan yang mana sih??" 
NU kan banyak, tetapi pertanyaanku tidak menjelaskan. Jadi, orang berhak 
marah-marah dengan 'generalisir'-ku ini.

Yang aku maksudkan dengan NU ini adalah PBNU.
Selagi mau hajatan Muktamar, ya boleh donk "ngedumelin" PB, siapa tahu ini akan 
berkembang menjadi pemikiran kiprah organisasi ke depan.

Kalau soal kalimat-kalimat yang "diselentingkan" Mas Ridho sbb:
1) Pantas gak ya saya bicara seperti itu? Jawabnya: anjing menggonggong kafilah 
berlalu. Bila saya diumpamakan pd posisi anjing, gerombolan besarnya adalah 
kafilah.
2) Kira-kira ada gak ya yang tersinggung? Jawabnya: Kafilah jalan terus 
mengejar waktu wukuf di Arafah. Dak usah mikiri anjing. kalau tak begitu, 
ketinggalan wukuf, tak jadi haji, donk.

He.he.he.

Aku jadi ingat.
Dulu di madrasah, pernah di-"marahi" ustad gara-gara menolak ustad yang bicara: 
Matematika itu untuk apa dipelajari, karena tidak ditanya di Akherat. Aku 
menolaknya, karena setahuku ustad yang tak bisa matematika tidak bisa 
menghitung ilmu waris, sehingga dpt memberi yang tidak sepatutnya diterima oleh 
yang tidak berhak. Karena itu, ustad yang tak bisa matematika bakal jadi tumbal 
neraka sebab tidakbisa menyelesaikan bab waris.

Belum lagi dicap mu'tazilah... ditampar...

Dulu di kampung, pernah diusir dari seluruh kegiatan yang biasa dijalani. Ya 
gara-gara melaksanakan "rumus" dari safinatun najaa bahwa solat itu bacaannya 
harus betul. Tajwid dan tahsiin qiroatnya. Sehingga bertahun-tahun saya 
diboikot dari kegiatan yang pernah diasuh bertahun-tahun sebelumnya. Saya 
sampai-sampai diancam diadukan ke Koramil... maklum zaman itu masih orba. 
Padahal, saya menegurnya tidak dimuka umum, melainkan datang ke rumahnya, 
melalui surat yang dibawa sendiri untuk langsung dibaca.

Pengalaman ini semua, sejak awal sudah mempersiapkan diri untuk bisa mengerti 
dengan kemarahan orang. Semoga. Tapi, pada kejutan pertama, masih merasa sesak 
juga. Oh Allah, anugerahilah hamba kekuatan untuk memahami setiap kemarahan dan 
keraguan.



________________________________
From: sofwan nadi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, January 21, 2010 1:34:29 PM
Subject: Re: [kmnu2000] Adabkan diri sendiri dulu, baru bicara kepada orang 
lain.

  
Oh... e-mail Mas Ridho ini sudah kelewat, Mas Admin.... He.he.he.... .

Aku sudah ambil kursus dari Mas Ridho ini... Aku punya komandan banser ntuk 
njaga ndiriku ini. Mas Ridho tu lah ndan mbanser-ku itu.

Peace ah

____________ _________ _________ __
From: Ahmad Ridho <ahraar...@yahoo. com>
To: PCI NU Mesir <kmnu2...@yahoogroup s.com>
Cc: sofwan nadi <de_a...@yahoo. com>
Sent: Thu, January 21, 2010 11:01:01 AM
Subject: [kmnu2000] Adabkan diri sendiri dulu, baru bicara kepada orang lain.

Aduh... NU bekerja di kawasan yang mana sih???? Kursus-kursus adab berfatwa 
saja tidak pernah jadi program rutin nasional tahunan di daerah-daerah. .. 
Apalagi urusan menyenangkan umat....!!! wah..wah..

Saudara Sofwan, coba review lagi tulisan2 saudara sebelumnya, dan tulisan 
saudara yang diatas itu yang sengaja saya kutip...kemudian tanya diri saudara 
sendiri, SUDAHKAH SAUDARA BERADAB? ?? SAYA HARAP SEBELUM ANDA MENUNJUK ORANG 
LAIN / PIHAK LAIN, TUNJUK DULU DIRI SENDIRI, INTROSPEKSI DAN INTEROGASI DIRI 
SENDIRI DULU, TANYAKAN : PANTAS GAK YA SAYA SAYA BICARA ATAU MENULIS SEPERTI 
INI??? KIRA-KIRA ADA YANG TERSINGGUNG GAK YA DENGAN PERRKATAAN ATAU TULISAN 
SAYA INI???
INI SAJA DULU KURSUS PERTAMA TENTANG ADAB UNTUK SAUDARA SOFWAN NADI.

Wassalaam

Ridho 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke