Cerita dari Prosesi Lamaran Dhohir Farisi dan Yenny Wahid Soal Jodoh, Gus Dur Bebaskan Pilihan Putrinya
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=116879 Minggu (27/9) malam lalu, keluarga besar Dhohir Farisi melamar Yenny Wahid, putri kedua mantan presiden KH Abdurrahman Wahid. Dalam balutan tradisi Jawa dua keluarga bertemu dan membicarakan rencana pernikahan putra-putri mereka. MUHAMMAD FAHMI, Kraksaan --- Kemarin, tempat kediaman orang tua Faris (panggilan akrab Dhohir Farisi) di perumahan Jatiasri J4 Desa Kebonagung, Kraksaan masih terlihat lengang. Pintu pagar yang berwarna oranye kecoklatan tersebut masih tertutup rapat. "Orangnya masih ke Jakarta. Salah satu anaknya melamar puteri Gus Dur," ujar Rifai, tukang becak yang siang itu mangkal di dekat rumah orang tua Faris. Sejak Jumat (25/9) rumah itu memang ditinggalkan para penghuninya. Sang pemilik H Ma'ruf dan Hj Ma'rufah sedang ke Jakarta untuk melamar Yenny Wahid untuk putera kempatnya, Dhohir Farisi. Meski prosesi lamaran sudah dilangsungkan Minggu (27/9), namun kedua orang tua Faris tidak langsung pulang ke kediamannya. "Khusus bapak dan ibunya memang tidak pulang dulu usai lamaran. Karena harus mendampingi pelantikan Dhohir Farisi sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober di Senayan," kata Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin, paman Faris. Diketahui Faris memang anggota dewan terpilih asal partai Gerindra. Dengan begitu kedua orang tua Faris dari awal sampai akhir tidak bareng bersama rombongan keluarga besar dari Rangkang. Keluarga besar Rangkang balik ke Probolinggo sore kemarin. "Usai istirahat sehari, kami langsung balik. Karena di Probolinggo ada banyak kesibukan juga," kata Ahmad Badawi alias Memed, sepupu Faris. Dijelaskan Memed, meski Yenny merupakan lulusan Harvard University, namun secara keseluruhan rangkaian prosesi lamaran tak terpengaruh tradisi * western*. Keluarga Gus Dur dan Faris lebih memilih adat Jawa dalam preosesinya. Lamaran itu dilaksanakan usai salat Maghrib. Faris yang ditemani oleh sekitar 20 keluarga besarnya mendatangi rumah Gus Dur di Ciganjur. Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin yang didapuk sebagai juru bicara lantas mengenalkan satu persatu rombongan keluarga besar iring-iringan Faris. "Pak Hasan itu dipilih menjadi juru bicara karena selama ini memang beliau sudah kenal dengan keluarga Gus Dur. Lantas Pak Hasan mengenalkan satu persatu keluarga besar kami," kata Memed. Di kubu Yenny yang menjadi juru bicara adalah Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), adik kandung Gus Dur sekaligus paman Yenny. Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang yang sempat mencalonkan diri menjadi wakil presiden pada pilpres 2004 lalu itu juga mengenalkan satu persatu keluarga Yenny kepada tamunya. Usai saling berkenalan, Hamid Nawawi, paman Faris gantian mewakili keluarga besar Rangkang untuk menyampaikan maksud kedatangan. "Istilahnya itu dari pihak kami meminta atau melamar Mbak Yenny," beber Memed. Mendapatkan lamaran tersebut, Gus Dur yang kondisinya sudah membaik setelah sebelumnya sempat dirawat di RSCM langsung memberikan sambutan. Mantan presiden RI dan ketua PBNU tersebut memberi pesan kepada anak-anaknya. Dalam kehidupan anaknya, Gus Dur mengaku memberi 2 kebebasan. Yakni masalah pendidikan setelah S-1 dan masalah jodoh. "Karena jodoh itu mereka sendiri yang menentukan. Itu masa depan mereka," ujar Memed menirukan ucapan Gus Dur. Gus Dur dalam kesempatan itu juga mengucapkan pentingnya untuk menjaga tali silaturahmi. Jadi dengan proses lamaran ini diharapkan tali silaturahmi antara keluarga Ciganjur dengan keluarga Rangkang Kraksaan tetap terjalin. Usai acara seremonial acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bareng. Keluarga besar Rangkang Kraksaan yang ikut dalam rombongan Faris tidak mau melewatkan kesempatan foto bersama itu. Prosesi lamaran sendiri berakhir sekitar pukul 21.30. Rombongan Kraksaan yang membawakan oleh-oleh kue dan mangga dibalas oleh keluarga Gus Dur yang memberikan oleh-oleh berupa *angsol-angsol* (oleh-oleh) yang berisi kue juga. "Tetapi yang diberi itu cuma yang perempuan saja," beber Memed. Selanjutnya prosesi pernikahan Yenny dengan Faris bakal dilanjutkan pada 15 Oktober nanti. Agendanya adalah akad nikah. Sementara resepsi pernikahannya digelar 3 hari selanjutnya pada 18 Oktober. "Semuanya pakai adat Jawa," jelas Memed. (nyo) [Non-text portions of this message have been removed]
