Salam,

Kok kirimannya banyak banget gus.....biar ramai infonya ya di milis :)

Maaf lahir batin :)



Salam,


Rosa

http://safiramachrusah.blogspot.com




--- On Fri, 25/9/09, Abdul GhOfuR <[email protected]> wrote:

From: Abdul GhOfuR <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Menelusuri Jejak Islam di Kepulauan Solor
To: [email protected]
Received: Friday, 25 September, 2009, 4:31 PM

Menelusuri Jejak Islam di Kepulauan Solor
Jumat, 25 September 2009 11:30

Kupang, NU Online
Saat ini, wilayah kepulauan Solor yang terdiri atas Pulau Solor, Pulau 
Adonara, Pulau Lembata, Pantar, Alor dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, 
lebih dipengaruhi oleh kebudayaan Katolik.

Tetapi siapa kira, kalau kawasan yang meliputi tiga Kabupaten di Nusa 
Tenggara Timur (NTT) itu, pernah mendapat pengaruh kuat dari beberapa 
kerajaan Islam di Maluku, Jawa dan Sulawesi sejak abad ke-15.

Seorang sosiolog dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Drs. 
Syarifuddin Gomang, MHons, dalam sebuah tulisannya, menghubungkan 
perkembangan di gugusan kepulauan itu dengan perkembangan salah satu 
kerajaan Islam di timur yakni Ternate.

Tersebutlah, pengganti Sultan Baabullah yang membalas kematian ayahnya 
Sultan Hairun, yang dibunuh Portugis, dengan mengepung Portugis dalam 
benteng di Ternate dan mengambil alih benteng pada tahun 1574.

Dalam puncak kejayaan itulah, Sultan Baabullah mendapat pengakuan kedaulatan 
dari masyarakat di 72 pulau, termasuk Kepulauan Solor.

Dari dokumen Portugis, Gomang mengungkapkan, Sultan Baabullah mengutus 
keponakannya bernama Kaichili Ulan ke Pulau Buru di Maluku, merekrut 
orang-orang dan mempersiapkan perahu untuk penyerangan ke Lohayong, sebuah 
basis pertahanan Portugis di Pulau Solor.

Rencana serangan itu, atas permintaan bantuan dari Solor untuk menyerang 
orang Portugis di Benteng Lohayong.

Dalam pelayaran Kaichili Ulan ke Solor tersebut, ikut pula banyak bangsawan 
Ternate dan pengikut mereka yang kemudian menetap di beberapa pulau di NTT. 
Di antara mereka terkenal nama Sultan Syarif Sahar dan isterinya, Syarifah, 
yang menetap di Pulau Solor dan nantinya memimpin orang Solor bertempur 
melawan Portugis, setelah bersekutu dengan VOC atau kongsi dagang Belanda 
yang bersaing dengan Portugis.

Tokoh ini, kemudian ikut pindah ke Kupang di Pulau Timor, ketika VOC 
memindahkan pusat kedudukan dari Solor ke Kupang pada tahun 1657. Di Kupang, 
Sultan Syarif lebih dikenal dengan nama Atu Laganama dan menjadi penyebar 
agama Islam pertama di sekitar Batu Besi, Kupang. Diduga, kedatangan Atu 
Laganama ini menandai migrasi pertama orang Islam Solor ke Kupang, sehingga 
sampai kini di ibukota Provinsi NTT itu, masih ada Kelurahan Solor.

Sebagian dari pasukan Kaichili Ulan, tidak hanya menetap di Pulau Solor, 
tetapi juga pulau-pulau lain mulai dari Flores Timur sampai ke Kabupaten 
Alor.

Karena itu, di Alor terdapat sebuah pulau bernama Pulau Ternate, sementara 
mereka yang menetap di Flores Timur antara lain dari klen Gogo, Likur dan 
Maloko. Bahkan, seorang ulama dari Ternate bernama Usman Barkat, menjadi 
tokoh penyebar agama Islam.

Di Blang Merang, Alor, pun sudah ada kampung Maluku pada abad ke-15, yang 
dihuni penduduk beragama Islam. Pada abad ke-17, gugusan kepulauan Solor 
dikabarkan resmi menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Ternate yang berubah 
menjadi kerajaan Islam pada tahun 1683.

Kerajaan Islam

Penelitian lain yang dilakukan dosen Undana, Drs. Munandjar Widyatmika 
menyebut, pada tahun 1680 Lohayong di Solor merupakan sebuah kerajaan Islam 
yang memiliki supremasi terhadap kerajaan Islam lainnya.

Saat itu, Lohayong di Solor diperintah oleh seorang ratu bernama, Nyai Chili 
Muda, yang pada tahun 1663 mengirim surat kepada Gubernur Jenderal VOC di 
Batavia, memohon agak dikirimkan gading berukuran besar yang dijadikan 
bantal di kala ia wafat nanti.

Ia juga menyebut, Kedang sebuah wilayah di timur Pulau Lembata merupakan 
bagian dari Kerajaan Ternate, sementara di selatan Pulau Lembata juga 
terdapat sebuah kerajaan Islam yakni Lebala dengan raja terakhir Ibrahim 
Baha Manyeli.

Sementara Solor telah diduduki VOC sejak tahun 1646, tetapi Sultan Ternate 
baru resmi menyerahkan kepada Solor pada tahun 1683.

Pada saat yang sama, di Kalikur Kedang, Lembata terdapat klen Honi Ero yang 
berasal dari Seram, sedangkan raja Adonara di Pulau Adonara, masih keturunan 
dari Ternate.

Bahkan, Gomang dan Widyatmika menyebut, tidak diketahui pasti, siapa pendiri 
kerajaan Lohayong Islam di Solor, yang jelas pada masa Kerajaan Majapahit 
memperluas wilayah kekuasaan dalam kerangka persatuan Nusantara sejak tahun 
1357 dengan menaklukkan Dompo di Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah 
Laksamana Nala.

Kemudian Lohayong Solor yang strategis dijadikan salah satu pusat kedudukan 
pasukan Majapahit.

Karena letaknya yang strategis, Lohayong di bawah pengaruh pedagang Islam 
dari Jawa dan Sulawesi, diduga pada waktu itu agama Islam telah berkembang 
di Lohayong Solor. Gomang dan Widyatmika menyebut tiga pilar kekuatan Islam 
pasca keruntuhan Majapahit, yakni Gresik, Gowa dan Ternate.

Gresik disebut-sebut telah mempunyai pengaruh di Solor, sebelum militer 
Portugis membangun benteng pada tahun 1566. Pelabuhan Solor dijadikan 
transit bagi perdagangan kayu cendana sebelum dijual ke Cina dan India.

Demikian pula Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan, telah menjadi kerajaan 
Islam tahun 1605, di mana raja beserta perdana menteri pada tahun 1626 
melakukan ekspedisi ke timur, termasuk ke Solor dan Timor.

Dari rangkaian pengaruh Islam dari Jawa, Sulawesi dan Ternate Maluku 
tersebut, hingga kini beberapa perkampungan di lima pantai di Solor, Adonara 
dan Lembata atau lebih dikenal dengan "Solor Watan Lema" dikenal sebagai 
perkampungan muslim hingga kini.

Kelima kampung itu adalah, Lohayong dan Lamakera di Solor, Lamahala dan 
Terong di Adonara dan Lebala di Lembata.

Dari tempat-tempat itulah, Islam tersebar ke berbagai tempat terutama di 
pedalaman Solor, Adonara dan Lembata, namun umumnya di Kepulauan Solor, umat 
Islam umumnya menempati daerah pesisir mulai dari Pulau Solor, Adonara, 
Lembata, Pantar, Alor dan pulau-pulau kecil di sekitarnya dan menjadikan 
kawasan itu salah satu daerah muslim di Nusa Tenggara Timur (NTT). (ant/mad) 


_



      
__________________________________________________________________________________
Get more done like never before with Yahoo!7 Mail.
Learn more: http://au.overview.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke