coba saya nimbrung dikit tentang novel sastra dan novel pop   kalo novel
sastra cenderung membunyai struktur cerita yang kompleks, misal: alur
padat dengan suspense yang mengikutinya, tokoh dengan karakter yang
berbeda, tema yang lebih khusus dan YANG PASTI setiap novel sastra yang
satu dengan yang lainnya mempunyai perbedaan struktur sehingga tejadi
hubungan interteks antara mereka (transformasi).   sedangkan novel pop
selalu mempunyai struktur cerita yang stereotip antar karya yang satu
dengan yang lainnya, misalnya: bertema cinta dengan jalan cerita
sepasang kekasih yang bertemu kemudian terpisahkan oleh keadaan dan
akhirnya dipertemukan kembali dalam suasana yang lebih romantis, tokoh2
di dalamnya selalu terdiri atas sepasang kekasih, orang tua yang kurang
setuju, keadaan sosial yang berantakaan (yang memungkinkan si tokoh
untuk berpisah), dan YANG PASTI selalu bercerita tentang kehidupan
orang-orang muda.   terima kasih
--- In [email protected], ECHY <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tertarik dengan tulisan mas Firdaus , mungkin teman-teman ada yang
bisa menjelaskan(atau mungkin mas Firdaus sendiri ?)
> apa perbedaan mendasar antara novel sastra dan novel pop .
> Terima kasih.
>
>
> Tabik.
> -Echy-
>
>
> Tapi dalam hal ini, ada dua masalah sebenarnya. Pertama, banyak yang
menganggap novel-novel Marga T termasuk Badai Pasti Berlalu adalah novel
pop dan bukan sastra. Meski pembagian yang demikian sebenarnya polemis,
namun ke-pop-an sebuah karangan tentu saja membuat sebuah karya mungkin
mencapai khalayak yang lebih luas dari pada bila karya tersebut masuk
dalam kategori sastra. Maka, bisa jadi muncul pemikiran bahwa
keberhasilan Badai Pasti Berlalu baik film maupun novelnya adalah karena
ia masuk dalam genre pop sehingga lebih mudah dipahami dan lebih bisa
menghibur secara sederhana.
>
>
> ---------------------------------
> 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
> with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
>

Kirim email ke