|
Perca
(bungkan singkatan dari 'pacar kecil'), bukan maksudku Bung Smas menggunakan
nama samaran Kembang Manggis, rasanya itu orang yang berbeda. (Lho, tapi siapa
tahu sama ya? -- nggak kok, KembangManggis itu rasanya perempuan
kok.
Kef
Oooooh...Kembang Manggis itu Bung
Smas? Aku kira Arswendo. Aku baca tuh Tia. Indah sekali novel itu.
Ada satu istilah yang masih kuingat dari cerita itu : pohon bantal. Itu
sebutan Tia untuk pohon kapuk. Terus satu lagi : Kenturi Fried Chicken, itu
untuk menyebut Kentucky. Settingnya di Bogor, pacarnya Tia, Dion, itu
mahasiswa IPB. Iya kan? Tia ini tomboy banget dan fans berat Tintin. Iya kan?
Iya kan? kan? (girang banget deh gue, ternyata Kef baca Tia juga). Aku pernah
berkhayal, kalau novel ini diangkat ke film, yang pas memerankan Tia itu Ria
Irawan.
Aku juga nonton tuh Gadis
Penakluk. Ita Mustafa (benar ya?) di situ dapat citra untuk pemeran
pembantu wanita terbaik. Adegan yang aku suka tuh, waktu si GP pake baju dari
spanduk. Keren deh hehehe.
Salam,
Endah
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, April 05, 2006 7:39
AM
Subject: [KlubSastraBentang] bung
SMAS
Rasanya karya bung Smas yang 'legendaris' adalah
"Cinta Sang Penakluk" (bersambung di majalah HAI?) yang kemudian difilmkan
menjadi "Gadis Penakluk" dengan tokoh utama Merlina Husin dan Adi Kurdi
(selagi muda). Ibu sang gadis penakluk adalah Tuti Kirana (ibunda Djenar
Maesa Ayu). Setelah film itu cukup 'meledak' (kata meledak adalah 'metafor
mati' menurut Hasif Amini, seperti 'memanas' untuk politik, dsb), bintang
utama Merlina Husin dalam kenyataannya mengalami kecelakan yang membuat
wajah cantik dengan gigi gingsulnya berubah. Lalu dia menghilang. Dan Bung
Smas, sebagai pengarang yang berempati, menulis cerber lagi di HAI yang
mengisahkan tentang misteri gadis dengan luka / cacat di wajahnya (saya lupa
judulnya).
Kemudian ada cerita sejenis (jauh lebih indah dan
mendidik ketimbang teenlit sekarang, apalagi saya membacanya berkali-kali)
berjudul Tia, tapi langsung terbit sebagai novel remaja, ditulis oleh (nama
samaran): Kembangmanggis. Rasanya tahun 2000an novel itu dicetak
ulang.
Salam,
Kef
Duma, kau suka juga Bung Smas?
Weeeh..sekarang gak diterbitin lagi ya buku-bukunya, padahal kalo diingat
sekarang, itu buku cerita anak dengan muatan lokal yang nggak kalah
menariknya sama cerita-cerita impor. Aku paling suka serial
Pulung (benar kan ini karya Bung Smas atau Darto Singo ya?).
Terus, ada juga Noni ya? Hihihi...duh..pada kemana ya
mereka?
Oiya, Trio Detektif
juga dan Hardy Boys.
Kalau komik tuh Nina
dan Deni Manusia Ikan, ikutinnya di Bobo.
Tak lupa Mahabarata
(RA Kosasih), Si Buta dari Goa Hantu,
Jaka Sembung, Mimin...
Agatha Christie baru kubaca di
SMA. Sheldon pas kuliah. Buku pertamanya yg kubaca Malaikat Keadilan.
Trilogi Roro Mendut dan Ronggeng Dukuh Paruk.
Asyik juga nih bernostalgia
sama buku-buku jadul. Gara-gara Ve nih hehehe.Ternyata banyak juga ya
setelah teman-teman ikutan nostalgia. Tadi kayaknya susah banget
mengingatnya.
Salam,
Endah
/*-----------------*|*------------------*\
kalo mau promosiin ni milis, minta buat yang mau join untuk kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED], kalo mau unsubscribe dari milis ni, sila kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED], nah kalo mau tengok-tengok kabar bisa mampir di http://klub-sastra-bentang.blogspot.com
/*-----------------*|*------------------*\
YAHOO! GROUPS LINKS
|