Perca (bungkan singkatan dari 'pacar kecil'), bukan maksudku Bung Smas menggunakan nama samaran Kembang Manggis, rasanya itu orang yang berbeda. (Lho, tapi siapa tahu sama ya? -- nggak kok, KembangManggis itu rasanya perempuan kok.
 
Kef
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of perca
Sent: Wednesday, April 05, 2006 7:00 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [KlubSastraBentang] bung SMAS

Oooooh...Kembang Manggis itu Bung Smas? Aku kira Arswendo. Aku baca tuh Tia. Indah sekali novel itu. Ada satu istilah yang masih kuingat dari cerita itu : pohon bantal. Itu sebutan Tia untuk pohon kapuk. Terus satu lagi : Kenturi Fried Chicken, itu untuk menyebut Kentucky. Settingnya di Bogor, pacarnya Tia, Dion, itu mahasiswa IPB. Iya kan? Tia ini tomboy banget dan fans berat Tintin. Iya kan? Iya kan? kan? (girang banget deh gue, ternyata Kef baca Tia juga). Aku pernah berkhayal, kalau novel ini diangkat ke film, yang pas memerankan Tia itu Ria Irawan.
 
Aku juga nonton tuh Gadis Penakluk. Ita Mustafa (benar ya?) di situ dapat citra untuk pemeran pembantu wanita terbaik. Adegan yang aku suka tuh, waktu si GP pake baju dari spanduk. Keren deh hehehe.
 
Salam,
Endah
 
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, April 05, 2006 7:39 AM
Subject: [KlubSastraBentang] bung SMAS

Rasanya karya bung Smas yang 'legendaris' adalah "Cinta Sang Penakluk" (bersambung di majalah HAI?) yang kemudian difilmkan menjadi "Gadis Penakluk" dengan tokoh utama Merlina Husin dan Adi Kurdi (selagi muda). Ibu sang gadis penakluk adalah Tuti Kirana (ibunda Djenar Maesa Ayu). Setelah film itu cukup 'meledak' (kata meledak adalah 'metafor mati' menurut Hasif Amini, seperti 'memanas' untuk politik, dsb), bintang utama Merlina Husin dalam kenyataannya mengalami kecelakan yang membuat wajah cantik dengan gigi gingsulnya berubah. Lalu dia menghilang. Dan Bung Smas, sebagai pengarang yang berempati, menulis cerber lagi di HAI yang mengisahkan tentang misteri gadis dengan luka / cacat di wajahnya (saya lupa judulnya).
 
Kemudian ada cerita sejenis (jauh lebih indah dan mendidik ketimbang teenlit sekarang, apalagi saya membacanya berkali-kali) berjudul Tia, tapi langsung terbit sebagai novel remaja, ditulis oleh (nama samaran): Kembangmanggis. Rasanya tahun 2000an novel itu dicetak ulang.
 
Salam,
Kef
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of perca
Sent: Tuesday, April 04, 2006 9:08 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [KlubSastraBentang] Re: newbie! luv les mis ^^

Duma, kau suka juga Bung Smas? Weeeh..sekarang gak diterbitin lagi ya buku-bukunya, padahal kalo diingat sekarang, itu buku cerita anak dengan muatan lokal yang nggak kalah menariknya sama cerita-cerita impor. Aku paling suka serial Pulung (benar kan ini karya Bung Smas atau Darto Singo ya?). Terus, ada juga Noni ya? Hihihi...duh..pada kemana ya mereka?
Oiya, Trio Detektif juga dan Hardy Boys.
 
Kalau komik tuh Nina dan Deni Manusia Ikan, ikutinnya di Bobo.
Tak lupa Mahabarata (RA Kosasih), Si Buta dari Goa Hantu, Jaka Sembung, Mimin... 
 
Agatha Christie baru kubaca di SMA. Sheldon pas kuliah. Buku pertamanya yg kubaca Malaikat Keadilan. Trilogi Roro Mendut dan Ronggeng Dukuh Paruk.
 
Asyik juga nih bernostalgia sama buku-buku jadul. Gara-gara Ve nih hehehe.Ternyata banyak juga ya setelah teman-teman ikutan nostalgia. Tadi kayaknya susah banget mengingatnya.
 
Salam,
Endah
 
 


/*-----------------*|*------------------*\
kalo mau promosiin ni milis, minta buat yang mau join untuk kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED], kalo mau unsubscribe dari milis ni, sila kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED], nah kalo mau tengok-tengok kabar bisa mampir di http://klub-sastra-bentang.blogspot.com
/*-----------------*|*------------------*\




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke