On Wed, 5 Mar 2003, Taufik Kurniawan wrote: > Ada produk untuk filter seperti itu pak , > websense salah satunya ( www.websense.com) >
Marno : Terimakasih mas, memang ada beberapa produk dan itu ada yang harus dibeli atau gratis. Kalau yang gratis akan memerlukan skill oprek ini dan itu shg akhirnya akan mentok kepada kapasitas kemampuan program gratis itu sendiri (selain soal hardwarenya juga). Produk jadi juga akan seperti itu bedanya hanya tidak perlu oprek ini dan itu lagi, tapi ketika kita isikan sekian ratus data akan terlihat kebutuhan lain (bisa pengubahan atau ganti produk yg dipakai) atau kebutuhan hardwarenya (sebab program semakin besar kemampuannya akan meminta sarana hardware yg lebih baik, meskipun dari sisi teknik informatika belum tentu karena ada yg besar kemampuannya tapi programnya kecil saja ukuran filenya). Jadi kembali ke soal moral itu tergantung masing-masing komunitasnya. Apakah dg banyak dogma yang ditabukan akan menjamin kelancaran pembelajaran dan pensurvivan orang Indonesia di era global ini ? saya kira belum tentu, sebab justru dg semakin banyak "tidak boleh" maka orang akan malas mempelajarinya (kecuali dia orang bandel dan ulet, macam hacker internasional, nggak dibayar atau diproyekan terus belajar sampai malam tiap hari :-)). Misalnya mau akses situs jurnal ilmiah harus bayar sekian dollar dulu, maka rata-rata orang Indonesia yg kurang wangnya akan malas akses ke situs tsb. Kalau di Indonesia orang Indonesia sendiri membuat peraturan yang membatasi pengembangan skill dan wawasan orang Indonesia sendiri bagaimana bisa sebuah harapan "orang Indonesia yang maju", akan tercapai ? jelas maju itu sendiri perlu dilakoni dan diperjuangkan bukan sebuah pemberian gratis. Kita perlu belajar konsisten untuk mencapai kemajuan namun kekonsistenan itu perlu dimana pada awalnya memasukan parameter dari yang disebut parameter maju (ini relatif tergantung bidangnya kalau ekonomi begini kalau agama begitu, kalau ilmu pengetahuan bisa saja IP nya gede). Karena begitu relatif soal kemajuan itu tergantung bidangnya, maka memang tidak mudah mengembangkan soal wacana domain di Indonesia, selain harus memperhatikan soal ragam budaya dan suku, juga soal bidang-bidang kehidupan lainnya. Kecuali batasan teknis dijunjung tinggi dan dihormati semua orang Indonesia, sehinga tiap orang akan dg penuh kesadaran menerima putusan IDNIC misalnya soal domain kulo.or.id sudah ada yang punya maka diberi domain kulonuwun.or.id sudah merasa puas, ndak harus ke pengadilan perdata. Mau kulo atau kulonuwun toh kita dilahirkan ke dunia sama yaitu tak punya apa-apa, jadi seyogyanya orang Indonesia perlu menyadari kalau batasan teknis itu ada, dan perlu cukup puas diberi alternatif domain tanpa perlu ke pengadilan perdata, kecuali punya warisan dari mbah sekian triliun boleh lah ke pengadilan perdata internasional sebab mbayar konsultan hukumnya bisa, dan untung yang diperoleh pun bisa meliputi seluruh benua Amerika, misalnya ini sih :-). Salam, Marno _______________________________________________ Idnic mailing list [EMAIL PROTECTED] http://www.idnic.net.id/cgi-bin/mailman/listinfo/idnic

