\o/ \o/~~~~~~~~(((( Hidup oleh Roh, Dipimpin oleh Roh, Gal.5:25 ))))~~~~~~~\o/ \o/
From: "dianabrsihotang" <[EMAIL PROTECTED]>
 
KEMENANGAN GEREJA <Ibrani 13:7>

Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Tuhan
kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

Di lahan kami banyak pohon besar. Setriap musim gugur kami menyapu daun-daun
yang berjatuhan dan mengumpulkannya di tepi jalan. Lalu, petugas kebersihan kota akan mengambilnya. Daun-daun itu kemudian akan diolah menjadi pupuk untuk bunga-bunga di taman kota dan tumbuh-tumbuhan di sepanjang jalan raya.

Pagi hari, di musim gugur ini, saat berjalan kaki, aku menikmati cahaya matahari yang seolah bermain dengan dedaunan yang indah itu. Aku juga menikmati "lautan" dedaunan dengan warna-warninya yang menakjubkan tersebut.
Kami baru saja merayakan Hari Orang-orang Kudus di gereja, dan daun-daun yang berguguran itu membuat kami terkenang akan orang-orang kudus yang telah meninggal. Begit ubanyak kehidupan iman yang mulia! Dan betapa banyak kenangan akan orang-orang baik, yang saat ini telah meninggal di dalam Tuhan.

Setiap orang kudus memberi teladan bagi kita bagaimana seharusnya menjalani
hidup. Mereka melayani Tuhan dalam hidupnya, dan bahkan kematian mereka menjadi inspirasi bagi kita yang hidup sesudah mereka. Saat mengingat kehidupan orang-orang kudus ini, imanku diperkaya, dan mendorongku untuk memikirkan kontribusiku sendiri bagi generasi-generasi sesudah aku.

Warisan iman apakah yang akan kutinggalkan kepada mereka yang hidup sesudah
aku?
===================================================
From: "dianabrsihotang" <[EMAIL PROTECTED]>

DI MANAKAH HAL ITU TERTULIS?

Rut 1:16-17
16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah  aku bermalam; bangsamulah bangsaku dan Tuhanmulah Tuhanku;
17 di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan.
Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!"

Aku sangat bahagia! Akhirnya aku berkesempatan magang, seperti yang selama
ini kuimpikan. Namun, baru saja aku mulai bekerja, suamiku menerima tawaran
untuk bekerja di perusahaan di negara bagian lain. Aku marah. Bagaimana mungkin suamiku tega menerima tawaran kerja itu sementara aku baru saja menjalani pekerjaan baruku? Dan memintaku berhenti dari pekerjaanku yang sangat berarti ini? pikirku.

Bertahun-tahun aku telah berkorban demi membesarkan anak-anak kami, dan kami
telah sepakat bahwa aku boleh bekerja. Untuk pertama kalinya aku menggugat,
"Siapa yang berhak membuat keputusan terakhir tentang di mana kita bekerja
dan tinggal? Di mana tertulis bahwa kita harus pergi ke tempat kau ingin pergi?"

Lalu, aku merenungkan Kitab Rut yang berisi teladan tentang kasih, komitment
dan pengorbanan. Ia tidak tahu apa yang akan menghadangnya pada masa depan,
namun karena kasih ia mengorbankan seluruh hidupnya dan percaya kepada Tuhan
Naomi. Melalui teladan Rut, Tuhan menunjukkan egoisme dan kekerasan hatiku,
hingga aku dapat lebih terbuka terhadap suamiku.

Hikmat datang dari Tuhan yang pengasih, berbelas kasih, dan berdasarkan kebenaran. [baca Yakobus 3:17 - Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

========================================
From: "dianabrsihotang" <[EMAIL PROTECTED]>
 
Saat Semua Tampak Indah <Ulangan 6:10-19>

Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah
membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan (Ulangan 6:12)

Bagi banyak orang, hidup ini tampak menyenangkan. Pekerjaan mereka berhasil.
Rumah atau apartemen tidak butuh diperbaiki. Rekening uang di bank mereka
surplus. Keluarga sehat dan bahagia. Teman-teman pun setia.

Akan tetapi, saat yang menyenangkan dapat menimbulkan bahaya. Pada saat
seperti itu, kenyamanan dan kesenangan duniawi dapat menjadi sangat penting
sehingga kita tidak memberi banyak tempat bagi Tuhan dalam pikiran kita.
Kesejahteraan dapat segera menjadi tolok ukur kepuasan hidup.

Tuhan tahu bahwa hal seperti di atas dapat terjadi pada anak-anak-Nya pada
saat mereka memasuki Tanah Perjanjian. Oleh sebab itu, Dia mengingatkan
mereka agar tidak melupakan sumber dari segala anugerah yang mereka terima
(Ulangan 6:12). Dia memberi perintah yang jelas agar mereka:

takut kepada Tuhan (ayat 13);
melayani Dia (ayat 13);
tidak berpaling kepada ilah-ilah lain (ayat 14);
tidak mencobai Tuhan (ayat 16);
berpegang pada perintah-perintah-Nya (ayat 17); dan
melakukan apa yang baik dan benar (ayat 18).

Para sejarawan pernah berujar bahwa dorongan iman biasanya menurun pada
saat-saat yang sejahtera. Namun, hal itu tak perlu terjadi pada kita jika
kita belajar dari pengalaman orang Israel dan patuh pada perintah-Nya.

Marilah kita selalu mengingat Tuhan, terutama ketika semua terasa indah -HVL

KESEJAHTERAAN DAPAT MENJADI ALAT PENGUJI KARAKTER YANG LEBIH BAIK DARIPADA KEMISKINAN
===================================
From: "dianabrsihotang" <[EMAIL PROTECTED]>

SAPU LAPANGAN

Ibrani 12:1
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepda kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memanggul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Tuhan.

Ketika masih pelajar, aku senang bermain tennis. Sebelum pra pemain meninggalkan lapangan, kami bergantian menarik sapu lapangan yang besar untuk menyapu kotoran, sehingga bersih untuk dipakai pemain berikutnya. Mula-mula aku mengalami kesulitan menarik sapu yang berat itu dan jalurku selalu berkelok-kelok. Aku kagum kepada para seniorku yang membuat jalur mereka bersih dan lurus ketika menarik sapu.

Seorang senior memberiku petunjuk. "Tentukan sebuah titik dan tujukan matamu pada titik itu. Jika kau terus memandang ke titik itu saat menarik sapu, pasti kau dapat membuat garis lurus."

Sekarang ini aku menjadi pendeta di kota Fukuoka, Jepang. Dalam posisi ini, aku selalu bergumul dengan kritik dan nasikaht dari anggota jemaat. Sering kali aku merasa seoah-olah sedang menarik sapu yang terlalu berat, dan berpikir: apakah aku sedang membuat garis berkelok-kelok dalam usahaku melayani umat Tuhan?

Saat membaca nas ini, "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus," aku ingat kemana mataku harus memandang. Saat membaca tentang
perlawanan yang Yesus hadapi, aku mamu mengangkat sapuku lagi dan melanjutkan pelayanan yang diberikan-Nya kepadaku. Dengan fokus yang benar, aku dapat berjalan lurus dalam melayani Tuhan.

Ketika mata kita terfokus kepada Kristus, kita dapat tetap di jalan yang lurus.
Naoko Okamura (Fukuoka City, Jepang)

o)----------------------[ Hapus dan Edit Pesan yang tidak perlu ]----------------------(o

Retreat Nasional 2006 - Seminyak Bali
30 Desember 2006 s.d. 1 Jan 2007
Pembicara :
+ Rev. Armanda Olivera (London UK)
+ Pnt. Daud Raubun
+ Pnt. Dorcas Daud

Info Lebih lanjut Hub :
Jakarta : 021 5702135 ; Bandung : 022 6121203
Magelang : 0293 361786 ; Bali : 0361 415069

o)---------------------------( Milis ini didukung oleh I-KAN )--------------------------(o

http://rdsb.org ; http://beritasorgawi.com ; http://ob.or.id ; http://revival.or.id
Berhenti dari Milis : [EMAIL PROTECTED] Langganan Milis : [EMAIL PROTECTED]
Administrasi & Teknis : [EMAIL PROTECTED]
petunjuk nomail,mail,digest,gantiemail : [EMAIL PROTECTED]
Untuk info lebih lanjut kunjungi web kami di http://revival.or.id

Kirim email ke