|
Syallom..
Saya mau beri kesaksian ttg apa yang pernah saya alami. Saya harap kesaksian
saya ini berguan untuk pertumbuhan iman teman2.
MASA
KECIL..
Saya adalah anak bungsu dari keluarga yang secara ekonomi bisa dikatakan
serba kecukupan.Dan kehidupan kami sekeluarga pada waktu saya kecil cukup
bahagia.Sampai pada suatu saat ayah saya mengalami kecelakaan pada waktu dia
bekerja, setelah kejadian itu ekonomi keluarga kami menjadi berantakan. Suatu
hari ayah saya pulang ke kampung halamannya untuk merintis usaha warisan dari
kakek saya. 1 tahun..2tahun..3tahun..tidak ada kabar berita sampai akhirnya
mama & saya (waktu itu masih berusia 8 tahun)pergi ke kampung halaman
ayah dengan maksud untuk menjemput ayah untuk pulang bersama kami keJawa.
Tapi ternyata bukannya bisa menjemput ayah tapi kami harus mendapati
kenyataan pahit bahwa ayah saya mempunyai WIL.
Dengan hati yang hancur lebur & kecewa, mama akhirnya mengajak pulang
saya. Dengan kondisi ekonomi yang semakin hari semakin susah maka mau tak mau
mama harus membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan hidup saya &
kakak2 saya.
Sudah bukan hal yang aneh kalo saya & kakak sering telat membayar SPP
sekolah, bahkan sering 3 bulan sekali baru mama bisa membayar.
Tapi Puji Tuhan..meskipun kami dalam keadaan miskin tapi Tuhan selalu
menyertai seiap langkah kami, pihak sekolah (sekolah katolik) malah sering
membebaskan kami dari biaya2 sekolah & kami juga sering mendapat juara 1
di kelas. Tapi karena biaya hidup di kota besar terlalu berat untuk
ditanggung seorang diri maka mama memindahkan sekolah saya & 1 orang
kakak saya ke tempat kakek (dari pihak mama) yang merupakan desa kecil dan
fasilitas yang ada pun sangat terbatas. Tapi saya & kakak2 saya tidak
pernah mengeluh, kami tetap menerima apa yang mama berikan karena kami tahu
betapa berat perjuangan mama untuk membiayai kami.
DIPAKSA
PINDAH AGAMA..
Disinilah kehidupan kami sebagai anak2 Tuhan harus mendapat ujian.Kakek nenek
saya merupakan pemeluk agama seberang, dan kami diharuskan untuk mengikuti
keyakinan mereka.Kami memberontak tapi apa daya perlawanan kami yang masih SD
malah membuat kami semakin sering dimarahin, ditampar & sering diberi
makan makanan yang sudah tidak layak lagi untuk dimakan. Apalagi kami
dimasukkan ke SD yang pelajaran agamanya cuma 1, yaitu agama Islam. Sedih
hati saya karena sebelum pindah sekolah mama sudah berjanji akan mencarikan
sekolah yang mengajarkan agama Kristen sebagai pelajaran agamanya. But life
must go on..saya akhirnya tetap sekolah di SD itu dan mau tidak mau saya
harus menjadi seorang muslim(karena sebelum masuk SD itu saya dipaksa
mengucapkan syahadat), tapi Puji Tuhan..semua itu tidak berpengaruh pada
prestasi kami malah semakin banyak piagam & piala yang sering saya
peroleh.
Sebagai anak yang baru menjadi muslim, maka banyak hal baru yang saya dapat.
Saya diajarkan (tepatnya dipaksa)mengaji, sholat & 1 yang merupakan
terpenting bagi seluruh umat Muslim : membenci orang Kristen!Karena saya
cepat menguasai materi yang diberikan, maka tidak heran kalo guru2 agama saya
sangat sayang kepada saya. Jujur saat itu dalam hati saya mulai tertanam
doktrin2 kebencian terhadap orang Kristen(meskipun saya dulunya Kristen).Saya
sangat membenci apa saja yang dikerjakan oleh orang2 Kafir itu(panggilan
"mesra" umat muslim untuk anak2 Tuhan).
KEAJAIBAN PERTAMA..
Sampai pada suatu ketika sewaktu akan mandi saya terpleset & terjatuh ke
dalam sumur, tapi untung tangan kanan saya masih memegang bibir sumur
itu.Tapi lama2 saya merasa capek&tenaga saya melemah..sampai akhirnya
pada saat saya akan terjatuh didalam sumur itu saya merasa ada sesosok
berjubah putih mengulurkan tangannya untuk mernarik saya dari dalam sumur.Dan
begitu saya menggenggam erat tangannya..saya merasa ada kekuatan dari bawah
yang mendorong tubuh saya keatas.
Saat itu saya melihat jelas bahwa sosok jubah putih itu seperti sosok yang
sering saya lihat di pelajaran agama(sewaktu masih di sekolah
Katolik).Wajahnya begitu damai&sangat tenang.
Setelah kejadian itu, saya bercerita ttg kejadian itu ke teman2 & guru
agama saya. Tapi guru agama saya menjawab bahwa itu adalah Jin(dalam Islam
ada Jin yang baik)&saya dilarang untuk menceritakan hal ini ke siapa
pun.Tapi logika saya tidak terima dengan penjelasan itu..kalau memang dia Jin
buat apa dia menolong saya.Sedangkan di surga tidak ada mahluk yang bernama
Jin, jadi buat apa dia berbuat baik toh pada akhirnya dia tau kalo dia pasti
masuk neraka.Suatu penjelasan yang sangat tidak bisa saya terima.
KEAJAIBAN
KEDUA..
Kejadian itu dengan cepat saya lupakan..saya selalu coba patuhi apa yang
diucapkan guru saya.Sampai pada akhirnya saya melihat sebuah Alkitab di kamar
saya(rupanya kakak saya begitu masuk SMP, dia kembali lagi ke Kristen karena
di kota kecamatan ternyata banyak orang Kristen).Karena marah lalu saya sobek
Alkitab itu,setelah itu saya pergi bermain kerumah teman saya.Tapi setelah
ngobrol ini-itu tiba2 darah mengalir dari hidung saya & saya merasakan
demam yang tinngi saat itu juga.Teman saya ketakutan&dia bermaksud mengantarkan
saya ke dokter terdekat,tapi saya menolak..saya minta diantar pulang. Begitu
sampai kamar,saya terkejut karena sosok jubah putih yang bertahun2 lalu
pernah saya lihat tiba2 datang lagi memandang saya & berkata
"Bertobatlah anakKu", sebuah kalimat pendek tapi penuh dengan
kedamaian & kasih itu membuat saya jatuh ke lantai&menangis.Saya
sedih..benar2 sedih kenapa Tuhan yang sudah saya sakitin & kecewakan
ternyata masih tetap setia mengharapkan saya kembali.
TUHAN
BEKERJA..
Dengan segala rendah hati..Tuhan bekerja dalam kehidupan saya sekeluarga.
Saya menamatkan SMU kemudian kuliah.Sekarang saya bekerja di Perusahaan MIGAS
Asing & kakak saya kini mempunyai usaha yang cukup maju.Kalau melihat
kondisi kami sekeluarga sekarang..saya hanya bisa mengucapkan Ajaib Tuhan
mengingat kami bukanlah siapa2 tapi Tuhan bekerja & menjadikan kami
sebagai saksi dari Kasih-Nya.
Saya sadar banyak teman2 seiman, yang sekarang banyak mendapat cobaan &
seringkali merasa cobaan ini terlalu berat untuk kita tanggung. Tapi
percayalah apa yang Tuhan janjikan pasti Tuhan beri.Pertanyaannya adalah
kapan? Jawabannya adalah saat Tuhan tahu bahwa kita benar2 berserah padaNya.
Ingatlah kisah Abraham,yang setia menanti jawaban Tuhan dan Tuhan menjawab!
Banyak teman2 yang sekarang bingung karena mempunyai kekasih yang bukan anak2
Tuhan,banyak juga teman2yang sekarang bingung karena tidak mendapat
pekerjaan/belum mendapatkan pekerjaan yang cocok dll. Saya pernah merasakan
semua itu dulu saya punya pacar muslim & kami sudah 7 tahun tapi saya
tidak mau mengorbankan iman saya karena saya sadar cinta duniawi tidak ada
yang abadi(kecuali cinta Tuhan tentunya). Saya pernah merasakan bekerja jadi
penjaga toko dengan gaji yang sangat minim bahkan untuk makan sekalipun tapi
Tuhan tidak biarkan saya mati kelaparan(kalau kelaparan karena gak punya uang
sih pernah juga,he..he..). Saya hanya bisa berkata..Letakkanlah semua
permasalahanmu itu ke tangan Tuhan dan biarkan Tuhan yang bekerja..
GBU All,
Your Friend
|