Prospek Xi Jinping dalam Kongres Partai ke-20 Mendatang
Norman Meoko
- Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:06 WIB
Oleh: Sjarifuddin Hamid
Presiden China Xi Jinping.(Dok/Xinhua/Ju Peng)
SINAR HARAPAN - Presiden Xi Jinping menyatakan Kongres Nasional Partai Komunis
China ke-20 sangat penting untuk menentukan arah bagi masa depan China. Suatu
negara sosialis yang demokratis. Kuat. Berbudaya. Makmur. Harmonis. Beautiful.
Xi mengutarakan hal tersebut pada seminar yang melibatkan para menteri dan
pejabat provinsi di Beijing, 27 Juli 2022. Pernyataan yang bisa menjadi patokan
tentang subjek yang akan dibicarakan pada Kongres Partai Komunis China yang
dimulai 16 Oktober 2022.
Kongres berlangsung yang setiap lima tahun sekali itu diikuti semua pejabat
pemerintah pusat dan daerah. Pejabat teras partai komunis dari seluruh negeri.
Partai Komunis China (PKC) memiliki lebih dari 90 juta anggota. Dari jumlah,
sebanyak itu 2.354 peserta berasal dari 31 provinsi dan akan mengikuti kongres
kali ini.
Ditinjau dari strukturnya PKC terdiri dari Komite Sentral, sebuah organ politik
yang terdiri dari para pemimpin utama partai. Jumlah anggotanya terdiri dari
205 anggota penuh dan 171 anggota pengganti.
Dari 205 orang itu, sejumlah 25 di antaranya merupakan anggota Politbiro
Partai. Dari ke-25 anggota itu akan dipilih lagi tujuh orang anggota Standing
Comitte Party (PSC) atau Komite Pengarah Partai. PSC ini sangat berkuasa dan
berpengaruh.
Komite Tetap Sangat Berperan
Keputusan mutlak kongres berada di tangan ke tujuh anggota komite tetap yang
sekarang ini terdiri dari Xi Jinping, Li Keqiang, Li Zhanshu, Wang Yang, Wang
Huning, Zhao Leji, Han Zheng.
Di antara ke tujuh anggota, hanya Li Zhanzu yang telah mencapai usia pensiun
(68 tahun). Ada kemungkinan dia akan diganti pada kongres ke-20 ini.
Xi Jinping selain anggota komite pengarah juga menjabat Presiden, Sekjen Partai
dan Ketua Komite Militer Pusat. Tiga posisi penting yang membuatnya mempunyai
kekuasaan mutlak sejak Kongres Partai tahun 2012.
Kongres partai pada tahun ini menarik perhatian karena Xi berusia 69 tahun.
Padahal, biasanya mereka yang berusia 68 tahun sudah harus memasuki masa
pensiun. Apakah Xi akan mengundurkan dari dari ketiga posisi itu? Apakah Xi
hanya akan menyerahkan posisi Sekjen dan Ketua Komite Militer Pusat?
Apakah hanya jabatan presiden yang akan dipertahankannya. Mengingat pembatasan
masa jabatan presiden sudah dihapus dalam Kongres pada tahun 2018?
Penghapusan itu membuat Xi memperoleh peluang menjadi presiden seumur hidup.
Persis seperti Mao Zedong. Bukan seperti Jiang Zemin (1993-2003) atau Hu
Jintao (2003-2013).
Persaingan
Kongres partai mendatang disebut tidak akan sepi dari persaingan. Kelompok
Shanghai yang dibesarkan Jiang Zemin akan bersaing dengan Liga Pemuda Komunis
di mana Hu Jintao berasal.
Xi Jinping berasal dari kelompok Shanghai tetapi dia juga telah membangun
kelompoknya sendiri yang berasal dari berbagai provinsi. Liang Yanshun. Sun
Shaocheng. Ni Yuefeng. Cai Qi. Li Xi. Chen Min’er. Li Qiang dikategorikan
sebagai anggota kelompoknya. Juga Wang Xiaohong yang sekarang menjabat menteri
keamanan.
Sebagaimana banyak pemimpin di berbagai negara, pemerintahan Xi Jinping juga
terdampak wabah Covid-19. Dia disebut terlampau ketat menerapkan peraturan
sehingga berbagai indikator ekonomi seperti investasi karut-marut. Produksi
sektor industri termasuk penjualan eceran melemah. Utang di sektor properti
menumpuk. Konsumen properti di sejumlah kota mengeluh karena belum mendapat
apartemen. Pengangguran di kalangan anak muda telah mencapai 20%.
Problem yang dihadapi sebenarnya serupa dengan yang ditemui para pemimpin
negara lain akibat wabah Covid-20 yang terjadi dua tahun terakhir ini. Bank
Dunia menyatakan, wabah telah menggoncangkan perekonomian dunia dan
membangkitkan krisis ekonomi global terbesar dalam seratus tahun terakhir.
Krisis secara dramatis menyebabkan kenaikan ketidaksetaraan di dalam negara
yang bersangkutan dan antar negara.
Data itu sekaligus menunjukkan kondisi ekonomi China pasca wabah serupa yang
dialami negara lain. Sementara dampak perang di Ukraina dalam jangka pendek
mempengaruhi perbankan. Operasionalisasi perusahaan dan lembaga keuangan.
Perdagangan dan transaksi energi China dengan Rusia.
Namun Bank Dunia juga menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) China pada 2022
tetap berada diurutan kedua dengan US$14,72 Triliun. Amerika Serikat di posisi
pertama dengan US$20,89 Triliun. Jepang di urutan ketiga US$5,06 Triliun.
Adapun Indonesia di posisi ke 15 dengan US$1,05 Triliun.
Sekalipun menghadapi kondisi ekonomi yang tidak mudah. Para anggota gang Jiang
Zemin seperti Li Hongzhong (dari Provinsi Tianjin), Wang Weizhong (Guandong)
dan Yuan Jiajun (Zhe Jiang) menyatakan penghargaan terhadap kepemimpinan Xi
Jinping.
Belt and Road Initiaves
Kepemimpinan Xi telah berhasil merealisasikan program Belt and Road Initiatives
(BRI). Menurut Green Finance and Development Centre, sejumlah 146 negara turut
serta dalam program itu di samping 32 organisasi internasional.
Negara-negara Barat menyebut program BRI merupakan bagian dari kebijaksanaan
China yang assertive atau tegas. Malah diartikan sombong apabila kebijaksanaan
Xi di Laut China Selatan turut diperhitungkan.
Tampaknya Xi tidak akan mengalami kesulitan dalam Kongres Nasional PKC ke-20
ini. Salah seorang penantangnya, Tuanpai dari kelompok Hu Jintao dan Li Keqiang
telah meredup.
Meskipun demikian kalangan domestik maupun internasional akan menanti
kebijaksaan ekonomi Xi setelah pertumbuhan ekonomi China mencapai 2,2% di paruh
pertama tahun ini. Apakah dia bisa mengendalikan ketidakpuasan?
Sejarah pasca Deng Xiaoping juga mengajarkan apabila terjadi pergantian
kepemimpinan maka dampaknya tidak drastis seperti Revolusi Kebudayaan.***
Editor: Norman Meoko
Sumber: opini
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/358039FCC7074732A7936E0124C192B1%40A10Live.