Minggu ini beberapa organisai Islam di Indonesia ramai mengusulkan agar 
beberapa Masjid memperbaiki arah Kiblat-nya. Well, apa sih itu Kiblat? Dan 
kenapa arahnya harus diperbaiki?
Kiblat adalah kata Arab yang merujuk arah yang dituju saat seorang Muslim 
mendirikan sholat. Pada mulanya, kiblat mengarah ke Yerusalem, Palestina. 
Adalah Nabi Muhammad SAW — nabi agama Islam yang gue yakini — dan para sahabat 
Beliau, awalnya shalat dengan menghadap Baitul Maqdis di Yerusalem. Namun pada 
tahun 624, saat Beliau sudah menetap di kota Madinah yang berada jauh di Utara 
kota Mekkah, turunlah surat Al Baqarah ayat 144 sebagai bagian dari Al Qur’an — 
kitab suci umat Islam — yang memerintahkan “… palingkanlah mukamu ke arah 
Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke 
arahnya…”yaitu arah Kiblat yang baru ke Ka’bah yang berada di dalam Masjidil 
Haram, di kota Mekkah.
Karena letak Indonesia yang jauh dari Ka’bah, maka umumnya arah Kiblat 
ditentukan oleh arah mata angin: ancar-ancar antara arah Barat dan Utara, atau 
arah Barat Laut. Namun arah ini tidak presisi, terutama saat umat Islam akan 
membangun sebuah Masjid untuk shalat. Makanya banyak sekali Masjid di Indonesia 
memiliki arah Kiblat yang tidak presisi menghadap Ka’bah. Untuk itulah kenapa 
beberapa organisasi Islam di Indonesia mulai meminta pengurus Masjid 
memperbaiki arah Kiblat-nya. Tapi bagaimana..?
Baca selanjutnya... http://ihsankusasi.wordpress.com/2010/03/19/kiblat/



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke