Semestinya jangan hanya Komodo saja yang dijadikan bahan promosi
tapi juga alam yang lain (danau berwarna Kelimutu, Flores) dan
budaya serta kehidupan penduduknya yang menarik!

Kilimanjaro selain gunung terkenal juga ada national park, suku
Masai, adventure berburu seperti yang dibuat terkenal oleh film
dan buku karya Hemingway dan sebagainya...

Kalau cuma lihat Komodo saja kan cukup ke kebun binatang saja?
Inilah yang perlu dipikirkan! Bagaimana Pak/Bu?

Salam
Las

--- On Mon, 15/2/10, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote:


From: Agus Hamonangan <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Komodo Jatuh ke Peringkat Ke-14
To: [email protected]
Received: Monday, 15 February, 2010, 1:47 PM


  



Kupang, Kompas - Komodo, hewan langka dari Flores, Nusa Tenggara Timur, 
terancam tersingkir dari tujuh keajaiban dunia. Hasil sementara pemungutan 
suara di internet 1-4 Februari 2010 menunjukkan, komodo jatuh ke urutan ke-14, 
padahal sebelumnya berada di urutan ketujuh. Pada September 2009, ada di posisi 
keenam.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya NTT Ansgerius Takalapeta mengingatkan hal 
itu di Kupang, Kamis (4/2).

Berdasarkan situs resmi tujuh keajaiban dunia, ada 28 finalis. Selain komodo, 
antara lain, yaitu Galapagos, Amazon, Angel Falls, Maladewa, Jeju Island, 
sungai bawah tanah Puerto Princesa, Laut Mati, Grand Canyon, dan Kilimanjaro.

Komodo masuk kategori hewan langka dan endemik Flores. Komodo sudah menjadi 
milik warga Asean. Jika Komodo masuk kategori salah satu dari tujuh keajaiban 
dunia, Indonesia dan Asean akan diuntungkan.

"Turis mancanegara, terutama dari Eropa, Amerika, dan Australia, yang datang 
melihat komodo juga akan singgah di Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, 
Sumatera, Jawa, Papua, Ambon, Kalimantan, terus ke Singapura atau Malaysia," 
kata Takalapeta.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia dan Asean diharapkan memberikan dukungan 
melalui pemberian suara di internet sebanyak dan sesering mungkin, sampai batas 
akhir Desember 2011. "Apabila Komodo lolos dalam nominasi tujuh keajaiban 
dunia, NTT bukan lagi menjadi Nusa Tenggara Timur, melainkan New Tourism 
Territory. Saya minta masyarakat Indonesia jangan berpikir sempit kedaerahan. 
Kita harus berpikir jauh ke depan," tambahnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Manajemen Pariwisata Sosial dan 
Humaniora NTT Frans Lawalu mengatakan, tugas mendukung komodo masuk nominasi 
tujuh keajaiban dunia bukan hanya pada pemda NTT, melainkan juga pada Menteri 
Pariwisata dan Budaya RI. Menurut Lawalu, ini pekerjaan besar dan butuh 
sinkronisasi dan koordinasi program lintas kementerian. (KOR)

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2010/02/05/ 05264966/ komodo.jatuh. 
ke.peringkat. ke-14









      
__________________________________________________________________________________
Yahoo!7: Catch-up on your favourite Channel 7 TV shows easily, legally, and for 
free at PLUS7. www.tv.yahoo.com.au/plus7

Kirim email ke