Rejim SBY Musuh Bersama


.fullpost{display:none;}
Jakarta,
Bingkai Merah - Ribuan orang dari puluhan kelompok berunjuk rasa di
depan Gedung DPR menuntut kepada anggota dewan agar segera
memberhentikan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) sebagai Presiden, Boediono
sebagai Wakil Presiden, dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan
(Selasa, 2/3). Sebagian besar pengunjuk rasa membawa spanduk dengan
tulisan yang bernada kecewa terhadap pemerintahan SBY dan Partai
Demokrat yang korup. Mereka dituding terlibat dalam skandal keuangan
Bank Century yang merugikan negara sekitar 6,7 miliar rupiah.

Beberapa
kelompok pengunjuk rasa cenderung menyalahkan pemerintahan rejim yang
berkuasa saat ini. Pemerintahan saat ini dinilai gagal di berbagai
sektor. SBY seakan menjadi musuh bersama. SBY dinilai juga pintar
memainkan citra populer di hadapan rakyat yang sesungguhnya bertolak
belakang dari kebijakan dan tindakan politisnya yang merugikan rakyat.

Para
pengunjuk rasa berdatangan mulai sekitar pukul 11.00 WIB. Kelompok
mahasiswa, pelajar, pemuda, buruh, petani, dan rakyat miskin kota
berdatangan secara bergelombang hingga malam hari. Kedatangan mereka
disambut semburan air dari kendaraan water cannon dan gas air mata. Sejak pukul 
11.00 WIB, penggunaan water cannon
oleh aparat kepolisian lebih sering digunakan. Selain itu, lebih dari
lima kali gas air mata dilontarkan oleh polisi untuk membubarkan massa
aksi. Para pengunjuk rasa membalas represi aparat dengan melempar batu
dan kayu. Beberapa di antara mereka mencoba menarik pintu pagar gedung
DPR dan menyingkirkan pagar kawat yang menghalangi mereka berunjuk rasa.

Bentrokan
pengunjuk rasa dan aparat polisi membuat beberapa pengunjuk rasa
terluka. Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebanyak lima orang
pengunjuk rasa ditahan oleh pihak kepolisian.

Effendi Gazali,
salah satu pimpinan Gerakan Indonesia Bersih menyatakan tindakan ricuh
di luar gedung DPR memiliki kaitan dengan kekicruhan di dalam gedung
parlemen. Di gedung parlemen, saluran politis beberapa anggota parlemen
ditengarai disumbat oleh kekuatan dominan pendukung SBY. Sehingga,
menghambat pengambilan keputusan di rapat paripurna soal kasus Bank
Century. “Ini bentuk kekecewaan masyarakat yang menginginkan agar kasus
Bank Century segera diselesaikan”, katanya. (bfs)


  
Selengkapnya


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke