Pak Iwan, mau bikin acara model apapun, cekal model apapun PLTN tetap akan 
menjadi pilihan terakhir sebagai pembangkit listrik. Saya sangat yakin itu. 
Kecuali SBY menggantikan menteri esdm dengan pendukung pltn serta dirjen LPE 
juga dengan pendukung ekstrim PLTN. Sebentar lagi akan ada Dirjen Energi Baru 
terbarukan dan Konservasi Energi dan PLTN akan masuk ke sana. Namun sejauh yang 
saya tahu, hingga saat ini pembahasan strategy EBT di diretorat EBT dan KE 
(yang kini masih dibawah Dirjen LPE ), tidak menempatkan PLTN sebagai pilihan 
ketiga atau keempat....namun pilihan terakhir.

So, take it easy pak ! Dan memang pak Iwan menanggapi pencekalannya dengan 
tersenyum.

Salam, Ignas Iryanto




________________________________
From: Iwan Kurniawan <[email protected]>
To: [email protected]; "[email protected]" 
<[email protected]>
Sent: Wed, February 3, 2010 3:25:56 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] CEKAL SEMINAR oleh PRO PLTN

  
Hari ini ada deklarasi PRO PLTN. Saya mendapat undangan dari teman untuk 
menghadiri seminar tersebut dengan pembicara kunci Pak Habibie.

Di loby saya bertemu dengan senior saya di UI, pegawai Batan dan temannya. Lalu 
saya menuju meja pendaftaran, menuliskan nama dan institusi. Selesai menulis, 
saya dihampiri panitia yang menanyakan undangan saya. Setelah melihat undangan 
saya, lalu mengatakan bahwa saya tidak boleh masuk ruangan karena di undangan 
tidak tertera nama. Panitia mengaku namanya sugeng. Menurut Pak SUgeng saya 
hanya boleh masuk kalau di undangan ada namanya, saya katakan undangan saya 
dapatkan sudah tanpa amplop. Pak Sugeng melarang saya masuk ruang 
seminar/deklarasi dengan alasan tempat dan komsumsi terbatas, saya sampaikan 
kan bawa undangan pasti sudah termasuk fasilitas. Pak Sugeng bilang undangan 
itu bisa
saja sisa. Jadi tetap saya tidak boleh masuk ruangan. Saya meninggalkan tempat 
dengan tersenyum. Begitu takutkah saya hadir di ruangan atau saya akan 
mengacaukan acara mereka. Senior saya dan temannya berusaha membantu tetapi 
sayang tidak berhasil. Saya meninggalkan Gran Melia dengan tersenyum, begitu 
menakutkan kah saya hadir di ruangan bagi PRO PLTN.

Apakah Pro PLTN sudah tidak bisa berdialog dengan orang lain untuk mencari 
kebaikan bagi bangsa ini ? Apakah mereka akan sosialisasi PLTN tertutup ke 
publik. Mereka yang hadir para ahli di bidangnya, kehadiran saya tidak ada 
artinya dibandingkan jumpah ahli yang PRO PLTN. 

Apakah panitia dari awal sudah merencanakan untuk mencekal orang tidak PRO PLTN 
untuk masuk ruangan seminar, saya tidak tahu dengan pasti.

Mari kita berkomunilkasi untuk mencari kebaikan bagi Republik Tercinta.

Salam,
Iwan Kurniawan

[Non-text portions of this message have been removed]





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke