Assalamu'alaikum Wr. Wb.,

Klo mnrt sy lbh baik Pak Haji istikharah dulu.

Mmg benar klo mau rezeki yg unlimited, ya hrs jd pengusaha, jgn jd karyawan..
Tp dr "deep of my heart" bank syariah itu ato lembaga keuangan syariah lainnya, 
jk kita ingin terjun kedlmnya, jgn dilihat materi atau apa yg diberikan 
perusahaan kpd kita.
Ttp di balik itu semua, dg b'syariah kita b'da'wah. Klo udah da'wah, mk 
hitung2an bkn lagi brp bayaran kita, ttp brp byk amalan/pahala yg dpt kita raih 
dr sana dan imbalannya syurga. Insya Allah.
Nah klo udah begini, maka kita bisa raih dunia akhirat. (kaya materi, kaya pula 
pundi2 amalan kita)
Ttp bank syariah yg mana dulu nih ?
Klo bank yg full syariah (BUS), boleh kita gabung, tp klo baru unit syariah 
(UUS), sptnya perlu dipikirkan lagi. Krn msh subhat atau ada campur aduk ant 
konvensioanl ama syariahnya. Mending Pak Haji klo pindah, ke BUS aja (BSM atau 
BMI gitu)
Mgn pimpinan Bank Syariah yg chinese, sy yakin itu pasti UUS bukan BUS. Krn klo 
BUS tdk mungkin, krn sdh pasti semua karyawannya hrs muslim.
Wallahu 'alam

Maaf jk ada yg tdk b'kenan....
Wassalam

Ade

--- On Thu, 7/2/09, taufiq f <[email protected]> wrote:

From: taufiq f <[email protected]>
Subject: [ekonomi-syariah] Re: Ditawari bekerja di Bank Syariah
To: [email protected]
Date: Thursday, July 2, 2009, 7:34 AM











    
            
            


      
      Assalamu'alaikum wr. wb.



Setuju dengan pak Iwan. jadi pengusaha lebih baik  :-)



saya juga pernah mengalami seperti pak haji, dan akhirnya belum gabung

dengan bank syariah (mungkin Alloh punya rencana lain terhadap saya).

Padahal saya minta gaji minimal sama dengan tempat kerja sekarang.

dengan sama saja sebenarnya saya sudah mengorbankan masa kerja yg bisa

jadi nilai plus.



saya hanya berpikir bank syariah juga kan lembaga bisnis, murni bisnis

(bukan lembaga amil - ini saya dengar dari pemateri pada seminar

perbankan syariah loh). hanya bisnisnya tidak melanggar larangan yang

sesuai syariat islam. jadi wajar saja kalo perusahaan membayar lebih

baik sesuai kapasitas dan kemampuan seseorang, apalagi kalo istilahnya

'membajak' dari bank lain walau bukan syariah.



waktu seminar dulu, pemateri-nya bilang ada salah satu cabang bank

syariah yang pimpinannya non muslim (chinese). Alasannya, yang penting

kan bisa jualan dan chinese kan memang jago-nya kalo jualan. Analogi yg

saya tangkap sih, berarti kita sebagai karyawan dihargai sesuai apa yg

bisa kita berikan kepada perusahaan/bank syariah tersebut.



Jadi, kalo pak haji bisa memberikan bank syariah yang lebih baik dari

yang pak haji berikan di tempat konvensional, wajar saja 'meminta

lebih', asal bank syariahnya juga mampu dan mau   :-)



Maaf kalo tidak berkenan.



Wassalamu'alaikum wr. wb.



taufiq f



Re: Ditawari bekerja di Bank Syariah

    <http://groups. yahoo.com/ group/ekonomi- syariah/message/ 14461;_ylc= 
X3oDMTJybTMxZ2py BF9TAzk3MzU5NzE1 BGdycElkAzI2NTEy NDEEZ3Jwc3BJZAMx 
NzA1MDA0Mzc1BG1z Z0lkAzE0NDYxBHNl YwNkbXNnBHNsawN2 bXNnBHN0aW1lAzEy 
NDY1MTMwNTU->



Posted by: "Iwan Heriawan" iwan_heriawan@ yahoo.com

      <mailto:iwan_heriawan@ yahoo.com?Subject=%20Re% 3A%20Ditawari% 20bekerja% 
20di%20Bank% 20Syariah>

        iwan_heriawan <http://profiles. yahoo.com/ iwan_heriawan>



Tue Jun 30, 2009 8:41 pm (PDT)



pak haji menurut saya klo mau dapat fasilitas lengkap jangan kerja

dibank pak...

jadi pengusaha/pedagang Insya Allah 9 pintu rizki terpenuhi...

maaf jika tidak berkanan dgn pendapat saya...Allahu Razaq..



Wassalam

Iwan



From: Haji Limbad <hajilim...@yahoo. com <mailto:hajilimbad% 40yahoo.com> >

To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com

<mailto:ekonomi- syariah%40yahoog roups.com>

Sent: Sunday, June 28, 2009 10:19:29 AM

Subject: [ekonomi-syariah] Ditawari bekerja di Bank Syariah



Assalamu'alaikum wr wb



Yth Seluruh warga milis Ekonomi Syariah yg diberkati Allah SWT,



Mohon saya diberi pencerahan dan masukan atas tawaran dari perusahaan

kepada saya dimana saya ditanyakan untuk bergabung di anak perusahaannya

yang merupakan bank syariah. Saya sih sudah bertekad bulat untuk

menerima tawaran tersebut dan berarti resign di perusahaan lama yang

konvensional. Namun satu poin yang ingin saya dapatkan masukannya dari

warga milis yang baik ini adalah mengenai bagaimana saya mengungkapkan /

kalimat yang rasional atas keinginan saya agar saya bisa mendapatkan

"golden shake hand" (yg memang mudah2an ada potensi mendapatkan itu sih)

dan hak finansial lainnya mengingat di bank syariah nanti memang jauh

lebih kecil dalam hal gaji dan fasilitas lainnya (tunjangan kendaraan,

rumah, kesehatan, dll). Memang sih ini lebih berkah, tapi kan kalau

memang bisa diperjuangkan, kenapa tidak.

Mudah2an jawaban dari kawan2 milis ini bermanfaat pada saat wawancara

nanti dan mungkin juga berguna untuk sharing...



Wassalam




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke